Operasi SAR Hari Ketujuh, Korban Terseret Arus Sungai di Pringsewu Dinyatakan Hilang

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pringsewu lampung | Melintingnews.com — Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan terseret arus sungai di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Sabtu (11/4/2026). Korban atas nama Riza Kurniawan (28), warga Dusun Kampung Baru, Desa Penengahan, dinyatakan hilang setelah upaya pencarian intensif tidak membuahkan hasil.

 

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung bersama tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai metode pencarian sejak hari pertama kejadian. Pada operasi hari ketujuh, tim kembali melaksanakan briefing dan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

SRU I melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Way Sekampung sejauh kurang lebih 6 kilometer. Sementara itu, SRU II melaksanakan pencarian secara visual di sekitar lokasi kejadian dan tepian sungai.

 

“Seluruh area yang menjadi prioritas pencarian telah disisir secara maksimal, baik melalui jalur air maupun darat, namun hingga sore hari korban belum ditemukan,” ujar Wadanpos SAR Tanggamus Tri Wardoyo.

 

Selain metode penyisiran manual, tim juga mengoptimalkan penggunaan peralatan pendukung seperti Aqua Eye, Underwater Searching Device (UWSD), serta peralatan selam untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air.

 

Meski demikian, upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama banyaknya tumpukan sampah di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi tersangkutnya korban, sehingga menyulitkan proses penyisiran.

 

Setelah tujuh hari operasi tanpa tanda-tanda keberadaan korban, tim SAR gabungan bersama pihak keluarga korban melakukan musyawarah dan sepakat untuk menghentikan operasi pencarian. Korban selanjutnya dinyatakan hilang.

 

Kendati demikian, Basarnas Lampung tetap melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi kepada penjaga bendungan di sepanjang aliran sungai untuk segera melaporkan apabila ditemukan indikasi keberadaan korban.

 

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda korban dan mengimbau kepada masyarakat jika terdapat tanda-tanda keberadaan korban segera melaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Lampung melalui call center 115 atau telepon 0821 80048006,” tambahnya.

 

Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini, di antaranya Pos SAR Tanggamus, BPBD Pringsewu, TNI/Polri, Damkar, FRRL, serta masyarakat setempat, telah dikembalikan ke satuannya masing-masing.

 

Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian. (***)

Baca Juga:  Lansia Tenggelam Saat Menyeberang Sungai di Tulang Bawang, Ditemukan Meninggal Dunia

*Operasi SAR Hari Ketujuh, Korban Terseret Arus Sungai di Pringsewu Dinyatakan Hilang*

Pringsewu — Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan terseret arus sungai di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Sabtu (11/4/2026). Korban atas nama Riza Kurniawan (28), warga Dusun Kampung Baru, Desa Penengahan, dinyatakan hilang setelah upaya pencarian intensif tidak membuahkan hasil.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung bersama tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai metode pencarian sejak hari pertama kejadian. Pada operasi hari ketujuh, tim kembali melaksanakan briefing dan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU I melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Way Sekampung sejauh kurang lebih 6 kilometer. Sementara itu, SRU II melaksanakan pencarian secara visual di sekitar lokasi kejadian dan tepian sungai.

“Seluruh area yang menjadi prioritas pencarian telah disisir secara maksimal, baik melalui jalur air maupun darat, namun hingga sore hari korban belum ditemukan,” ujar Wadanpos SAR Tanggamus Tri Wardoyo.

Selain metode penyisiran manual, tim juga mengoptimalkan penggunaan peralatan pendukung seperti Aqua Eye, Underwater Searching Device (UWSD), serta peralatan selam untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air.

Meski demikian, upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama banyaknya tumpukan sampah di beberapa titik yang diduga menjadi lokasi tersangkutnya korban, sehingga menyulitkan proses penyisiran.

Setelah tujuh hari operasi tanpa tanda-tanda keberadaan korban, tim SAR gabungan bersama pihak keluarga korban melakukan musyawarah dan sepakat untuk menghentikan operasi pencarian. Korban selanjutnya dinyatakan hilang.

Kendati demikian, Basarnas Lampung tetap melakukan langkah antisipatif dengan berkoordinasi kepada penjaga bendungan di sepanjang aliran sungai untuk segera melaporkan apabila ditemukan indikasi keberadaan korban.

“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda korban dan mengimbau kepada masyarakat jika terdapat tanda-tanda keberadaan korban segera melaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas A Lampung melalui call center 115 atau telepon 0821 80048006,” tambahnya.

Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini, di antaranya Pos SAR Tanggamus, BPBD Pringsewu, TNI/Polri, Damkar, FRRL, serta masyarakat setempat, telah dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas Lampung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya pencarian. (Rls)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lansia Tenggelam Saat Menyeberang Sungai di Tulang Bawang, Ditemukan Meninggal Dunia
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Lampung Utara
Basarnas Lampung Beserta Tim SAR Gabungan Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:11 WIB

Lansia Tenggelam Saat Menyeberang Sungai di Tulang Bawang, Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:15 WIB

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Lampung Utara

Rabu, 15 April 2026 - 11:43 WIB

Basarnas Lampung Beserta Tim SAR Gabungan Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung

Minggu, 12 April 2026 - 08:16 WIB

Operasi SAR Hari Ketujuh, Korban Terseret Arus Sungai di Pringsewu Dinyatakan Hilang

Berita Terbaru