MERBAU MATARAM, Lampung Selatan – MelintingNews, 22 Juli 2026. Slogan “Lampung Selatan Maju” yang kerap disuarakan Camat Merbau Mataram maupun Bupati Lampung Selatan, kini terasa jauh dari kenyataan di lapangan. Bagaimana mungkin disebut maju, sementara di wilayah Kecamatan Merbau Mataram sendiri akses dasar kehidupan warga masih sangat memprihatinkan?
Jembatan penghubung antar desa putus total, memaksa anak sekolah dan warga menyeberang dasar sungai berisiko bahaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan-jalan utama hancur lebur, bebatuan tajam dan kubangan dalam menjadi pemandangan sehari-hari yang menyedihkan. Kendaraan sulit lewat, mobilitas terhambat, dan risiko kecelakaan senantiasa mengintai.
Karena tak kunjung tertangani oleh pemerintah, warga terpaksa bergerak sendiri.
Tanpa ada paksaan, namun didesak kebutuhan mendesak akan akses yang layak, masyarakat akhirnya harus mengeluarkan uang pribadi, bergotong royong dan mengumpulkan iuran/swadaya demi menambal jalan yang rusak.
“Ini urat nadi kehidupan kami. Jika pemerintah bangga menyuarakan kemajuan, cobalah turun dan lihat kondisi jalan serta jembatan di sini.
Jangan hanya bicara indah di atas panggung, sementara rakyat harus menanggung risiko dan keluar uang sendiri demi akses yang seharusnya menjadi hak kami,” ujar warga dengan nada kecewa.
Terkait hal ini, Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama memberikan penjelasannya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon:
“Semua jalan sudah kami usulkan, Pemerintah Kecamatan sudah mendatangi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah,” tutur Ricky Randa.
Kemajuan tak bisa hanya berupa slogan semata. Kemajuan adalah ketika setiap warga, di desa mana pun, bisa berjalan aman, anak-anak bisa bersekolah tanpa menyeberang sungai berbahaya, dan jalan yang layak bukan lagi menjadi kemewahan.
Kami tunggu bukti nyata, bukan sekadar janji manis.
Redaksi : MelintingNews
Sumber : Masyarakat, Camat Merbau Mataram
Penulis : Sholeh MTV
DIMANA “LAMPUNG SELATAN MAJU” YANG DIGEMBAR-GEMBORKAN? Jembatan Putus & Jalan Hancur, Potret Buram Kecamatan Merbau Mataram terpampang nyata
MERBAU MATARAM, Lampung Selatan – MelintingNews, 22 Juli 2026. Slogan “Lampung Selatan Maju” yang kerap disuarakan Camat Merbau Mataram maupun Bupati Lampung Selatan, kini terasa jauh dari kenyataan di lapangan. Bagaimana mungkin disebut maju, sementara di wilayah Kecamatan Merbau Mataram sendiri akses dasar kehidupan warga masih sangat memprihatinkan?
Jembatan penghubung antar desa putus total, memaksa anak sekolah dan warga menyeberang dasar sungai berisiko bahaya.
Jalan-jalan utama hancur lebur, bebatuan tajam dan kubangan dalam menjadi pemandangan sehari-hari yang menyedihkan. Kendaraan sulit lewat, mobilitas terhambat, dan risiko kecelakaan senantiasa mengintai.
Karena tak kunjung tertangani oleh pemerintah, warga terpaksa bergerak sendiri.
Tanpa ada paksaan, namun didesak kebutuhan mendesak akan akses yang layak, masyarakat akhirnya harus mengeluarkan uang pribadi, bergotong royong dan mengumpulkan iuran/swadaya demi menambal jalan yang rusak.
“Ini urat nadi kehidupan kami. Jika pemerintah bangga menyuarakan kemajuan, cobalah turun dan lihat kondisi jalan serta jembatan di sini.
Jangan hanya bicara indah di atas panggung, sementara rakyat harus menanggung risiko dan keluar uang sendiri demi akses yang seharusnya menjadi hak kami,” ujar warga dengan nada kecewa.
Terkait hal ini, Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama memberikan penjelasannya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon:
“Semua jalan sudah kami usulkan, Pemerintah Kecamatan sudah mendatangi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah,” tutur Ricky Randa.
Kemajuan tak bisa hanya berupa slogan semata. Kemajuan adalah ketika setiap warga, di desa mana pun, bisa berjalan aman, anak-anak bisa bersekolah tanpa menyeberang sungai berbahaya, dan jalan yang layak bukan lagi menjadi kemewahan.
Kami tunggu bukti nyata, bukan sekadar janji manis.
Redaksi : MelintingNews
Sumber : Masyarakat, Camat Merbau Mataram
Penulis : Sholeh MTV










