DUGAAN PROYEK SILUMAN : Proyek Jembatan Way Mekarjaya Tanpa Jejak, Kades Dan Camat Merbau Mataram Pun Mengaku Tak Tahu

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERBAU MATARAM Lampung Selatan – MelintingNews, 3 September 2026 — Sebuah temuan yang sangat serius dan mencederai prinsip tata kelola pemerintahan terungkap di lapangan. Pembangunan tanggul dan jembatan Way Mekarjaya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya dilaporkan mangkrak dalam kondisi berbahaya, melainkan berjalan seolah tak memiliki pemilik resmi.

 

Nara Sumber Terpercaya Kami menjelaskan bahwa Proyek ini tanpa papan nama, tanpa koordinasi wilayah, dan kini terbukti—bahkan pimpinan kecamatan pun tidak mengetahui keberadaannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

 

Melalui penelusuran langsung dan wawancara telepon yang dilakukan, Gunawan Sigun yang menjelaskan kejadian ini menyajikan gambaran yang sangat menguatkan kecurigaan publik:

 

“Saya turun langsung ke lokasi pembangunan tanggul dan jembatan Way Mekarjaya, Desa Mekarjaya. Yang paling mengejutkan, saya bertanya kepada Kepala Desa setempat, namun beliau sama sekali tidak tahu dan tidak mengenal siapa pihak pelaksana atau siapa yang memikul tanggung jawab atas proyek besar yang berdiri jelas di wilayahnya ini,” Ujar Gunawan

 

 

Tepat sekali jika kita menduga ini sebagai proyek siluman: hadir tanpa koordinasi, tanpa tanda jelas asal usul, tanpa ada yang berani mengaku bertanggung jawab, dan kini terhenti begitu saja di tengah jalan tanpa kejelasan masa depan.

 

Kondisi fisik sangat memprihatinkan: pekerjaan belum selesai, struktur belum kokoh, Jika musim hujan datang semua Bisa hancur lebur, merusak lingkungan.

 

Sungai yang semestinya terjaga ini bahkan mengulangi sejarah kelam peristiwa menyedihkan yang pernah terjadi di lokasi ini.

 

Kami Sangat mendesak ada pihak berwenang—yang benar-benar berwenang—tampil bicara dan bertindak nyata.” Tegas Gunawan

 

 

 

📞 Jawaban Camat: Bukti Lemahnya Koneksi Wilayah?

 

Ketika MelintingNews secara resmi mengonfirmasi hal krusial ini kepada Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, jawaban yang disampaikan justru melahirkan pertanyaan yang jauh lebih besar mengenai sistem pengawasan wilayah:

Baca Juga:  Layanan Terpadu Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Melalui Integrasi Migrant Worker Resource Center (MRC) Ke Dalam Mal Pelayanan Publik (MPP)

 

“Saya juga belum tahu adanya proyek terkait jembatan itu… Kan ada UPT yang menangani dari dinas terkait, silakan ditanyakan langsung saja. Bisa langsung dikoordinasikan ke dinas yang menaungi setiap kegiatan fisik yang ada di wilayah.” ujarnya

 

Respon ini menegaskan adanya celah kritis: jika pemimpin tertinggi di tingkat Kecamatan pun tidak mendapatkan informasi mengenai pembangunan fisik yang cukup besar di bawah kewenangannya, maka di mana letak koordinasi wilayah?

 

Apakah wilayah ini berjalan terpecah-pecah tanpa satu pintu kendali?

 

Penyerahan tanggung jawab ke Dinas atau UPT tidak dapat sepenuhnya melepaskan peran Kecamatan sebagai pengawas terdepan di tingkat wilayah.

 

 

 

Sorotan & Kekhawatiran Masyarakat: Risiko Nyata Tanpa Penjamin

 

Kabar mengenai proyek yang terhenti, misterius, dan tanpa arah ini memicu perhatian tajam serta keresahan meluas dari berbagai elemen masyarakat dan pengamat:

.

 

 

 

Pertanyaan pun Muncul, Siapa Memegang Kendali?

 

1. Kades tidak tahu.

2. Camat pun mengaku belum tahu.

3. Proyek berdiri tanpa tanda identitas dan mangkrak berisiko tinggi.

4. Tanggung jawab dialihkan ke pihak Dinas/UPT tanpa penjelasan lebih lanjut.

 

 

Kondisi ini menuntut penelusuran segera, terbuka, dan transparan: Ke mana aliran anggaran berjalan?

 

 

Bagaimana mekanisme pelaporan antar-instansi berjalan?

 

Dan siapa yang berani menjamin keselamatan warga jika bangunan yang terbengkalai ini runtuh atau memicu bencana?

 

Publik menagih jawaban nyata dari Dinas Terkait sebelum risiko bertambah besar menjadi bencana nyata yang merugikan rakyat banyak.

 

 

REDAKSI : MELINTING NEWS

 

 

Sumber : Gunawan warga Merbau Mataram, Camat Merbau Mataram

 

.Penulis : Sholeh

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo
DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara
KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan
MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas
Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026
AWPI Lampung Selatan Desak PLN Sidomulyo Transparan, Hak Pelanggan Jangan Diabaikan
Mas Teguh Wiyono Bersama Biyung Yuli dan Mbah Pur Diskusi Hangat dengan Plt Bupati Ponorogo
Mbah Pur Warok Gendeng Panjatkan Doa untuk Mas Teguh Wiyono, Berharap Menjadi Wakil Bupati Ponorogo
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:07 WIB

KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:10 WIB

MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB