KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

PONOROGO  / MELINTING NEWS — Rencana proyek eksplorasi energi panas bumi (*geothermal*) di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, menjadi perhatian masyarakat. Rencana pengembangan energi terbarukan tersebut memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran di tengah warga yang tinggal di kawasan sekitar lokasi rencana kegiatan.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebagai wilayah yang dikenal memiliki potensi wisata alam, kawasan Ngebel mempunyai nilai penting bagi kehidupan masyarakat, baik dari sektor pertanian, pariwisata, maupun sumber penghidupan warga setempat. Karena itu, rencana eksplorasi geothermal dinilai perlu dikaji secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat.

 

### Warga Khawatir terhadap Dampak Lingkungan

 

Sejumlah persoalan yang berpotensi menjadi perhatian warga antara lain dampak kegiatan pengeboran terhadap sumber air, perubahan kondisi lingkungan, stabilitas tanah, kebisingan, lalu lintas kendaraan proyek, serta kemungkinan pengaruhnya terhadap pertanian dan pariwisata lokal.

 

 

Kekhawatiran tersebut perlu mendapatkan perhatian serius melalui penjelasan teknis yang terbuka dan mudah dipahami masyarakat. Warga berhak mengetahui lokasi kegiatan, tahapan eksplorasi, potensi risiko, langkah mitigasi, serta mekanisme penanganan apabila terjadi dampak yang merugikan.

 

Namun, berbagai kekhawatiran tersebut perlu diverifikasi melalui kajian ilmiah dan data lapangan. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh gambaran yang objektif mengenai potensi manfaat maupun risiko proyek.

 

### Transparansi dan Pelibatan Masyarakat Menjadi Kunci

Baca Juga:  Oktasari Sabil Ajak Jamaah MT As-Sabil Sorong Tetap Istiqamah dan Pantang Menyerah

 

Pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi terkait, dan pihak pengembang diharapkan membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat Desa Gondowido dan desa-desa di sekitarnya.

 

Sosialisasi hendaknya tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan pertanyaan, keberatan, serta masukan secara langsung. Hasil kajian lingkungan, dokumen perizinan yang dapat diakses publik, dan rencana pengelolaan risiko juga perlu dijelaskan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Masyarakat juga perlu mendapatkan kepastian mengenai perlindungan sumber air, keselamatan warga, keberlanjutan usaha pertanian, kelestarian kawasan wisata, serta mekanisme pengaduan dan pemulihan jika terjadi kerugian.

 

### Energi Terbarukan Harus Berjalan Seiring dengan Perlindungan Warga

 

Pengembangan energi panas bumi merupakan salah satu upaya pemanfaatan energi terbarukan. Namun, setiap rencana proyek harus dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, kepatuhan terhadap peraturan, dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi serta berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

 

Keresahan warga tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan semata. Aspirasi masyarakat justru menjadi masukan penting agar setiap rencana pembangunan berjalan secara bertanggung jawab dan memperoleh kepercayaan publik.

 

**Masyarakat berharap ada dialog terbuka, kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, serta jaminan perlindungan lingkungan sebelum kegiatan dilaksanakan lebih jauh.**

 

Bagi warga Gondowido dan masyarakat Ngebel, pembangunan yang baik bukan hanya tentang investasi dan produksi energi, melainkan juga tentang menjaga sumber kehidupan, mempertahankan kelestarian alam, dan memastikan masa depan generasi berikutnya.

Redaksi : Melinting News.

23 Oktober 2026.

(  AS  ).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo
DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara
MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas
Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026
AWPI Lampung Selatan Desak PLN Sidomulyo Transparan, Hak Pelanggan Jangan Diabaikan
Mas Teguh Wiyono Bersama Biyung Yuli dan Mbah Pur Diskusi Hangat dengan Plt Bupati Ponorogo
Mbah Pur Warok Gendeng Panjatkan Doa untuk Mas Teguh Wiyono, Berharap Menjadi Wakil Bupati Ponorogo
Teguh Wiyono Turut Hadiri HUT ke-27 Yayasan Sadar Penggalih Bersama Plt. Bupati Ponorogo, Meriah dengan Lebih dari 60 Reog
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:07 WIB

KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:10 WIB

MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB