Kawal Keadilan Sampai Tuntas!!! Ketum FRIC H. Dian Surahman dan Sekjen DPP H. Deden Hardening Serukan Pengawalan Ketat Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU|MELINTING NEWS — 11 Mei 2026 – Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center H. Dian Surahman bersama Sekjen DPP H. Deden Hardening menyerukan kepada seluruh masyarakat, aktivis sosial, tokoh pemuda, serta elemen penggiat keadilan untuk terus mengawal jalannya sidang kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu yang akan kembali digelar pada Rabu, 13 Mei 2026.

 

Kasus tragis yang menggemparkan masyarakat tersebut dinilai sebagai kejahatan luar biasa yang telah melukai rasa kemanusiaan dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Karena itu, pengawalan publik terhadap proses persidangan dianggap sangat penting agar hukum benar-benar ditegakkan secara adil dan transparan.

 

Ketua Umum FRIC H. Dian Surahman menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi upaya-upaya yang mencoba melemahkan tuntutan keadilan terhadap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

 

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus mengawal jalannya sidang hingga tuntas. Jangan sampai ada intervensi, permainan hukum, ataupun upaya meringankan pelaku yang telah menghilangkan nyawa satu keluarga.

 

Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tetapi tragedi kemanusiaan yang harus dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas H. Dian Surahman.

 

Senada dengan itu, Sekjen DPP FRIC H. Deden Hardening juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak mencoba membela tindakan keji yang telah menimbulkan luka mendalam bagi masyarakat.

Baca Juga:  Kasus Perkara Pemukulan Ikang Fauzi di Polresta Bandar Lampung Memasuki Tahap Penyidikan Melengkapi berkas Merujuk Menjadi Tersangka

 

“Kami tegaskan, jangan membela pembunuh. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan biadab tersebut. Siapa pun yang mencoba memutarbalikkan fakta atau menggiring opini demi meringankan pelaku, berarti telah melukai rasa keadilan masyarakat dan mengkhianati nilai kemanusiaan,” ujar H. Deden Hardening.

 

Menurutnya, agenda sidang pada Rabu mendatang menjadi momentum penting dalam mengungkap fakta-fakta yang lebih mendalam terkait kasus pembantaian tersebut.

 

Oleh sebab itu, kehadiran masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial dinilai sangat diperlukan agar proses hukum berjalan objektif, terbuka, dan bebas dari tekanan pihak mana pun.

 

FRIC juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi, namun tetap kritis dalam mengawal proses hukum sampai majelis hakim menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya bagi para korban.

 

Publik berharap majelis hakim dapat memberikan hukuman maksimal yang setimpal dengan beratnya perbuatan pelaku, sehingga keadilan benar-benar dirasakan oleh keluarga korban dan masyarakat luas. Hingga kini, gelombang dukungan moral dan seruan pengawalan terhadap kasus tersebut terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat.

 

(Humas)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.
AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.
Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran
Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi
Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?
Bayang Bayang ” Borgol ” Jilid 2, Oknum Mengaku Itu Pekerjaan Kami Datangi Rumah Wartawan (IF) Paksa Cabut Berita “Semua Pihak Bungkam”
HmI Cabang (p) Lampung Tengah :Turunkan Foto Wapres Disetiap Dinding Intelektual
MESKI ADA KESEPAKATAN DAMAI, DUGAAN PEMUKULAN CREW MUSIK DI MANGGARAI BELUM SERTA-MERTA GUGUR, KONSULTAN HUKUM FESBIAN FAJRIN SIAP TEMPUH JALUR ETIK DAN LAPOR KE PIMPINAN PARTAI
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:58 WIB

AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

Berita Terbaru