MELINTING NEWS|LAMPUNG SELATAN – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melakukan pengawalan ketat terhadap ribuan massa buruh yang bertolak dari Provinsi Lampung menuju Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Langkah ini diambil guna memastikan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas utama menuju Pelabuhan Bakauheni.
Pengawalan dilakukan secara estafet, dimulai dari titik kumpul di masing-masing kabupaten oleh Polres jajaran, hingga pengawalan terpadu oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung setibanya massa di titik transit KM 20B ruas Tol Trans Sumatera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data dan Teknis Keberangkatan
Berdasarkan data kepolisian, tercatat sebanyak 40 unit bus yang mengangkut kurang lebih 1.991 peserta telah diberangkatkan menuju ibu kota.
Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP M. Erza Trisyahputra Nasution, menjelaskan bahwa pola pengamanan ini bertujuan untuk menjaga linieritas arus kendaraan, mengingat volume kendaraan besar yang bergerak secara bersamaan.
“Petugas memberikan pengawalan melekat sejak massa tiba di titik kumpul KM 20B. Setelah keluar dari wilayah hukum Lampung Selatan, estafet pengawalan diambil alih langsung oleh Ditlantas Polda Lampung hingga tujuan akhir di Monas,” ujar AKP Erza, Jumat (1/5/2026).
Penerapan sistem pengawalan berlapis ini tidak hanya untuk mengamankan massa, tetapi juga untuk menjamin hak pengguna jalan lainnya. Mengingat rute yang ditempuh merupakan jalur vital logistik nasional, polisi menekankan pentingnya disiplin di jalan raya.
Disiplin Konvoi: Bus wajib berada dalam satu lajur dan tidak diperkenankan memotong arus secara sembarangan.
Kelaikan Armada: Kepolisian memastikan sopir dalam kondisi fit dan mematuhi batas kecepatan.
Koordinasi Teknis: Komunikasi intensif antara koordinator lapangan (Korlap) buruh dengan petugas pengawal di lapangan.
“Kami telah memberikan imbauan tegas kepada para sopir bus agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Keselamatan ribuan nyawa ini adalah prioritas, apalagi ini perjalanan jarak jauh dengan jumlah armada yang banyak,” tambah Erza.
Pergerakan Massa
Rombongan besar dilaporkan telah mulai bergerak sejak Kamis (30/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB guna menghindari penumpukan di dermaga eksekutif maupun reguler Pelabuhan Bakauheni.
Sebelum berangkat, panitia penyelenggara telah melakukan pengecekan atribut dan koordinasi teknis terakhir. Sebagian massa dilaporkan telah tiba lebih awal di Jakarta untuk bergabung dengan elemen buruh dari provinsi lain dalam aksi damai yang dipusatkan di kawasan silang Monas hari ini.
(Amir)










