Lampung Selatan — MelintingNews, 16 September 2026 — Lampung Selatan Mendadak TERGUNCANG Oleh Kabar Yang Sangat Mengejutkan”!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita menggelegar tiba-tiba menyebar cepat di tengah masyarakat. Seorang sumber bernama Tukiyem melaporkan kepada MelintingNews dengan nada gemetar dan heboh:
“Bang, abang… ada kabar heboh ini bang! Pak Maturidi pakai baju oranye dikirim ke Lapas Kalianda!”
Mendengar kabar yang tak biasa itu, tim investigasi MelintingNews seketika melesat cepat menuju Lapas Kelas IIA Kalianda. Sebagai jurnalis yang menjunjung tinggi akidah jurnalistik, kami tak mau langsung percaya begitu saja — harus dipastikan di lokasi, harus langsung ke sumbernya.
Setelah tiba di Lapas Kalianda, ternyata benar beliau ada di sana. Tanpa buang waktu, kami langsung menemui Kepala BPBD Lampung Selatan tersebut.
Tim MelintingNews: “Selamat siang Pak Maturidi? Mohon izin konfirmasi Pak, ada masalah apa sehingga Bapak dimasukkan ke Lapas?”
Kepala BPBD Maturidi Ismail, S.H., justru tersenyum lebar — senyum khas yang menenangkan — saat mendengar pertanyaan tersebut.
“Betul sekali, hari ini saya memang ada kegiatan di Lapas ini. Tapi bukan dikirim karena punya kasus hukum atau pidana,” ujar beliau sambil tersenyum.
Beliau pun melanjutkan keterangannya dengan tegas namun ramah:
“Hari ini kita memberikan sosialisasi di Lapas Kelas IIA Kalianda ini.”
🚨 BUKAN TAHANAN, TAPI PEMBELA KESELAMATAN — INI YANG SEBENARNYA TERJADI!
Kabar yang sempat membuat masyarakat gelisah itu ternyata salah sambung. Yang terjadi justru sesuatu yang sangat mulia dan vital: PELATIHAN EVAKUASI DAN SIMULASI BENCANA GEMPA BUMI BAGI PETUGAS DAN WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) LAPAS KELAS IIA KALIANDA BERSAMA BPBD KABUPATEN LAMPUNG SELATAN.
Menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi, pelatihan evakuasi, dan simulasi bencana gempa bumi pada Rabu, 15 September 2026.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi Ismail, S.H., bersama Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Baddarudin. Turut mendampingi:
– Erwan Fatriansyah, S.E., M.M. — Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD
– Nurma Suri, S.E. — Kabid Kedaruratan & Logistik BPBD
60 PETUGAS & 800 WARGA BINAAN DILATIH SIAP BENCANA
Pelatihan dan simulasi ini diikuti oleh 60 pegawai Lapas serta 800 Warga Binaan Pemasyarakatan.
Kegiatan bertujuan memantapkan kesiapsiagaan, memberikan pemahaman teknis tata cara penyelamatan diri, serta melatih manajemen evakuasi darurat di kawasan berpenghuni padat dengan tingkat kerawanan khusus.
Pada sesi materi, instruktur tim evakuasi BPBD memberikan pembekalan teknis langkah-langkah tanggap darurat saat gempa:
– Prinsip Drop, Cover, and Hold On — Merunduk, Berlindung, dan Bertahan saat guncangan awal
– Prosedur Evakuasi Terarah menuju titik kumpul secara tertib tanpa panik
– Manajemen Jalur Evakuasi & Penyelamatan Khusus disesuaikan SOP keamanan lembaga pemasyarakatan
Setelah pembekalan, simulasi lapangan berlangsung nyata. Saat sirine tanda bahaya berbunyi — menandakan gempa bumi terjadi mendadak — petugas memandu pergerakan massa secara bertahap.
Seluruh 860 peserta berhasil melakukan perlindungan diri dan dievakuasi secara selamat menuju titik kumpul melalui jalur yang telah ditentukan.
“Sosialisasi ini penting mengingat Lapas merupakan tempat khusus yang tidak bisa sembarangan dalam mengambil tindakan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Maturidi Ismail, S.H.
😄 TUKIYEM MENYESAL DAN MINTA MAAF — DI BALIK KEHEBOHAN ADA AMANAH MULIA!
Ternyata informasi yang disampaikan Tukiyem itu keliru. Si Tukiyem memang suka salah sambung.
Akhirnya si Tukiyem cengar-cengir malu, meminta maaf dengan tulus:
“Pak Kepala… saya mohon maaf karena sudah memberikan keterangan yang salah,” ucapnya sambil garuk kepala.
Heboh memang. Tapi di balik kehebohan itu justru tersibak sesuatu yang sangat berharga:
Abdi negara yang tidak mengenal lelah. Maturidi Ismail, S.H., bukan sekadar pejabat — beliau adalah orang yang terus bergerak, turun ke lapangan, memberikan ilmu, memberikan pencerahan keselamatan yang sangat bermanfaat bagi seluruh rakyat Lampung Selatan.
Termasuk bagi mereka yang berada di dalam Lapas. Karena keselamatan itu hak semua orang.
Bukan ditahan. Tapi justru datang membawa keselamatan. Baju oranye itu bukan baju tahanan — itu warna semangat penolong! Terima kasih Pak Maturidi!
REDAKSI: MelintingNews
SUMBER: Maturidi Ismail, S.H., Kepala BPBD Lampung Selatan & Jajaran
Penulis : Sholeh










