LAMPUNG SELATAN // Melintingnews.com — Suasana haru menyelimuti Tugu Bundaran Pancasila, Way Urang, Kalianda, Senin malam (21/9/2026). Di bawah monumen berlogo Khagom Mufakat, ratusan jurnalis gelar aksi solidaritas dengan menyalakan 1000 lilin.
Renungan dan Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 ABK itu digelar sebagai bentuk kepedulian atas hilangnya rombongan kapal Arupadhatu 1 di Perairan Selat Sunda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi diinisiasi bersama PWI Lampung Selatan, IJTI Korda Krakatau Raya, dan SMSI Lampung Selatan. Peserta hadir dengan dresscode hitam, membawa lilin putih, bunga, dan foto para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Diketahui, 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 saat dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas gunung.
Kelima jurnalis tersebut adalah:
1. M. Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA)
2. Ari Basuki (Merdeka.com)
3. Yudistiro Pranoto (iNews)
4. Firdaus Wajidi (Anadolu Agency)
5. Donal Husni (Jurnalis lepas)
Sementara 3 ABK yang turut hilang adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Ketua PWI Lampung Selatan, Edwin Apriandi menyampaikan, aksi 1000 lilin ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pesan kemanusiaan bahwa rekan-rekan yang hilang tidak dilupakan.
“Setiap lilin yang menyala adalah harapan bahwa mereka akan pulang. Kami di sini, kami tidak melupakan mereka,” ujarnya.
Di tengah gelapnya malam, lilin-lilin itu terus menyala. Di antara doa yang dipanjatkan, terselip satu harapan yang sama yakni agar 5 jurnalis dan 3 ABK yang hingga kini belum ditemukan segera mendapat kepastian dan dapat kembali ke keluarga.
“Kami berharap dengan kegiatan ini apapun kemungkinan yang akan terjadi, yang kita gak pernah tahu di hari esok itu seperti apa, harapan itu jangan pernah dipadamkan,” tegasnya.
Senada, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Deddy Kurniawan menyatakan, bahwa menyalakan lilin merupakan sebuah simbol harapan kepada rekan jurnalis yang hingga kini belum juga ditemukan keberadaannya.
“Kita berharap mudah-mudahan mereka semua dalam keadaan selamat dan untuk keluarga yang menunggu dirumah dapat kabar yang terbaik,” harapnya.
AKBP Deddy berpesan, kepada para jurnalis dengan mengemban tugas berat maka agar tetap selalu mengedepankan keselamatan.
“Kepada rekan jurnalis apapun resikonya ini harus menjadi pertimbangan, khususnya untuk masalah keselamatan harus diutamakan,” pesannya.
Kapolres menegaskan, atas perintah dari Kapolda Lampung Irjen. Pol. Helfi Assegaf, bahwa pihaknya telah berupaya keras membantu membackup pencarian sejak pertama kali mendapat informasi tersebut.
“Intinya kita berusaha untuk menemukan, baik dari Polairud Polres Lampung Selatan, Basarnas, dan juga dari Banten juga telah melaksanakannya dengan maksimal. Kita tidak boleh patah semangat, masih memiliki harapan mudah-mudahan ada yang terbaik yang terjadi nanti,” tutupnya.










