Temuan Peredaran & Penjualan Minuman Keras Tanpa Izin di Pasar Merak Mati Bawen: Melibatkan Anak di Bawah Umur

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG/MELINTING NEWS,  UNGARAN 29/08/2026 — Tim media bersama Lembaga Pengawasan Sosial melaporkan temuan memprihatinkan terkait maraknya praktik penjualan minuman keras (miras) secara terbuka di area Pasar Merak Mati, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, yang turut melayani anak di bawah umur.

Penelusuran lapangan yang dilakukan pada Jumat, 28 Agustus 2026, mengungkap bahwa aktivitas ilegal ini berjalan tanpa hambatan di lingkungan pasar yang setiap harinya ramai dikunjungi oleh masyarakat umum dan keluarga.

Fakta Temuan Lapangan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdagangan Ilegal Tanpa Izin: Ditemukan warung di area pasar yang secara bebas memperjualbelikan minuman beralkohol tanpa mengantongi izin usaha maupun izin khusus edar minuman beralkohol dari instansi berwenang.

Melibatkan Anak di Bawah Umur: Praktik penjualan ini sangat meresahkan karena penjual diduga kuat tetap melayani transaksi pembelian minuman keras oleh anak-anak di bawah umur, melanggar ketentuan hukum perlindungan anak.

Lokasi Terbuka dan Meresahkan: Kegiatan komersial terlarang ini dilakukan secara terang-terangan di ruang publik pasar, yang dikhawatirkan merusak moral generasi muda serta mengganggu ketertiban umum.

Dokumentasi dan Identifikasi: Tim investigasi telah mengamankan seluruh bukti dokumentasi visual serta saat ini sedang mendalami identitas pemilik usaha guna proses pertanggungjawaban hukum.

Pelanggaran Hukum & Ancaman Sanksi

Berdasarkan temuan di lapangan, aktivitas tersebut melanggar sejumlah ketentuan perundang-undangan dan peraturan daerah yang berlaku di Indonesia:

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 & Perda Kab. Semarang: Terkait peredaran minuman beralkohol tanpa izin, dengan ancaman denda hingga puluhan juta rupiah, pidana kurungan, hingga penutupan tempat usaha.

Baca Juga:  Pelaksanaan Proyek Irigasi D.I Waykandis Diduga Tidak Sesuai Spektek dan Abaikan Mutu Pekerjaan

UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014 (Pasal 76 & 77): Penjualan zat adiktif atau minuman beralkohol kepada anak di bawah umur diancam dengan pidana penjara hingga 5 tahun dan/atau denda hingga Rp 100 juta.

Peraturan Daerah Ketertiban Umum: Pelanggaran tata tertib area pasar publik yang berpotensi dikenai sanksi pencabutan izin operasional tempat usaha.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM & Sistem OSS: Pelanggaran legalitas formal usaha.

Desakan dan Seruan Tindak Lanjut

Melalui rilis berita ini, tim pelapor mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas:

Kepada Kapolres Semarang: Meminta segera dilakukan penyelidikan, penertiban fisik warung, serta proses hukum terhadap pemilik usaha yang menjual miras ilegal dan melayani anak di bawah umur.

Kepada Satpol PP Kabupaten Semarang: Mengintensifkan patroli serta menjatuhkan sanksi administratif dan penutupan sesuai Perda yang berlaku di area Pasar Merak Mati.

Kepada Dinas Perdagangan & Perizinan: Memeriksa legalitas operasional dan mencabut hak usaha jika terbukti menyalahgunakan izin.

Kepada Masyarakat & Orang Tua: Meningkatkan pengawasan ketat terhadap pergaulan anak-anak serta proaktif melaporkan segala bentuk peredaran miras ilegal kepada pihak berwajib.

“Peredaran miras tanpa izin yang menyasar anak di bawah umur adalah ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Kami menantikan langkah nyata dan respons cepat dari aparat penegak hukum serta Satpol PP.”.

(Tim).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.
AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.
Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran
Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi
Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?
Bayang Bayang ” Borgol ” Jilid 2, Oknum Mengaku Itu Pekerjaan Kami Datangi Rumah Wartawan (IF) Paksa Cabut Berita “Semua Pihak Bungkam”
HmI Cabang (p) Lampung Tengah :Turunkan Foto Wapres Disetiap Dinding Intelektual
MESKI ADA KESEPAKATAN DAMAI, DUGAAN PEMUKULAN CREW MUSIK DI MANGGARAI BELUM SERTA-MERTA GUGUR, KONSULTAN HUKUM FESBIAN FAJRIN SIAP TEMPUH JALUR ETIK DAN LAPOR KE PIMPINAN PARTAI
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:58 WIB

AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

Berita Terbaru