LAMPUNG | MELINTINGNEWS.COM 7/4/2926 – Kepolisian Daerah Lampung melalui Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang secara resmi membantah narasi yang beredar di media sosial terkait dugaan jatuhnya meteor di wilayah Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang. Pihak kepolisian memastikan informasi tersebut adalah misinformasi dan meminta masyarakat untuk tetap tenang.
Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya unggahan di media sosial X melalui akun @Nong pada Sabtu (4/4/2026), yang mengklaim adanya meteor jatuh di lokasi tersebut. Menanggapi keresahan warga, personel Polsek Gedung Aji bersama dengan jajaran Koramil Penawar Aji telah melakukan penyisiran dan pengecekan lapangan secara menyeluruh di wilayah BLJ Gedung Aji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil Penelusuran Lapangan
Berdasarkan investigasi di lokasi, aparat gabungan tidak menemukan bukti fisik berupa benda jatuh, jejak benturan, maupun dampak kerusakan apa pun. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa simpang siurnya informasi mengenai titik lokasi kejadian—seperti di wilayah Bratasena atau Jabung—merupakan spekulasi tanpa dasar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Penjelasan Ilmiah dari Ahli
Dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAP) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Dr. Robiatul Muztaba (Adji), memberikan klarifikasi ilmiah terkait fenomena tersebut:
“Benda bercahaya yang terlihat melintas di langit Lampung pada Sabtu malam dipastikan bukan meteor maupun komet, melainkan sampah antariksa. Objek tersebut teridentifikasi sebagai bagian tubuh roket Cina (CZ-3B R/B) yang terbakar saat memasuki kembali atmosfer bumi (re-entry).
Karakteristik gerakannya menunjukkan bahwa ini adalah sisa peluncuran roket.”
Dr. Robiatul menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena fenomena ini tidak berbahaya. Sebagian besar material roket telah habis terbakar di lapisan atmosfer, dan berdasarkan analisis lintasan, puing tersebut diperkirakan jatuh di wilayah perairan Samudera Hindia.
Imbauan Kabid Humas Polda Lampung
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi fenomena ini dengan bijak.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Fenomena alam seperti ini dapat dijelaskan secara saintifik. Kami mengajak masyarakat untuk selalu merujuk pada pernyataan resmi dari pemerintah maupun lembaga ahli guna menghindari penyebaran hoaks,” tegas Kombes Pol Yuni Iswandari.
Polda Lampung akan terus memantau situasi dan berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat guna menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.
(AR).










