Massa Padati Rumah Kades, Polisi dan Brimob Evakuasi Dua Terduga Pelaku Curat di Natar

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN |Melintingnews.com   – Personel Polres Lampung Selatan bersama Satbrimob Polda Lampung mengevakuasi dua terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang diamankan warga di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (2/6/2026) dini hari.

 

Evakuasi dilakukan setelah situasi di rumah Kepala Desa Sukadamai dipadati massa dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Kepolisian mengambil langkah cepat untuk mengamankan para terduga pelaku sekaligus mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat terkait diamankannya terduga pelaku oleh warga.

“Begitu menerima laporan melalui layanan 110, personel langsung kami kerahkan ke lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya tindakan yang dapat membahayakan masyarakat maupun terduga pelaku,” kata Toni Kasmiri.

 

Kasus tersebut bermula dari pencurian yang terjadi di rumah seorang warga di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung. Saat pulang bersama keluarganya, korban mendapati pintu rumah telah terbuka dan sejumlah barang berharga hilang, di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Vega R, dua unit telepon seluler merek Oppo, serta uang tunai. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

 

Perkembangan penyelidikan mulai mengarah kepada para terduga pelaku setelah keluarga korban berhasil menemukan sepeda motor yang hilang di sebuah bengkel di wilayah Metro Kibang, Lampung Timur. Temuan barang bukti tersebut kemudian menjadi petunjuk penting yang membantu proses pengungkapan kasus.

“Temuan sepeda motor milik korban menjadi petunjuk penting yang kemudian didalami oleh penyidik hingga mengarah kepada dua orang terduga pelaku yang saat ini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Toni.

Baca Juga:  Terus Bergerak, Polri Kembali Kirim Personel K9 dan 2,5 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT

 

Informasi mengenai keberadaan terduga pelaku kemudian memicu pertemuan antara keluarga korban, perangkat desa, dan sejumlah pihak di Desa Sukadamai. Namun, saat musyawarah berlangsung di rumah kepala desa, massa berdatangan dalam jumlah besar hingga situasi menjadi tidak terkendali.

 

Menyikapi perkembangan tersebut, Polres Lampung Selatan mengerahkan personel tambahan, termasuk Dalmas dan personel rayonisasi. Namun karena jumlah massa terus bertambah, kepolisian memutuskan meminta bantuan Satbrimob Polda Lampung guna memastikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

“Melihat jumlah massa yang terus bertambah dan mempertimbangkan aspek keselamatan semua pihak, kami meminta bantuan Satbrimob Polda Lampung untuk melaksanakan evakuasi secara aman dan terukur,” jelas Toni.

 

Dengan dukungan satu kompi personel Satbrimob Polda Lampung serta kendaraan taktis Baracuda, kedua terduga pelaku berinisial AF (19), warga Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dan AN (29), warga Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke Mapolres Lampung Selatan untuk menjalani pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.

 

Kapolres menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut kini sepenuhnya berada dalam proses hukum dan meminta masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah.

“Kedua terduga pelaku telah diamankan dan saat ini menjalani proses penyidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” tegas AKBP Toni Kasmiri.

 

Saat ini penyidik Polres Lampung Selatan masih melakukan pendalaman guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam tindak pidana pencurian tersebut.

(AR)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Ops Patuh Krakatau 2026 Dimulai, Polres Lamtim Laksanakan Gelar Pasukan
Operasi Patuh Lodaya 2026; Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas
Operasi Patuh Krakatau 2026 Sasar Remaja Yang Dominan Lakukan Pelanggaran
Gerak Cepat Polres Lampung Timur dan Brimob Padamkan Karhutla di TN Way Kambas
Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Pelawan Arus Jadi Target Utama
Jebol Tembok Gudang Pakai Mobil Pikap, Empat Pria di Natar Ditangkap, 21 Ban Disita
Polsek Terbanggi Besar Tangkap Empat Pelaku Pencurian Kabel Pabrik Kertas, Kerugian Capai Rp480 Juta
Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:04 WIB

‎Ops Patuh Krakatau 2026 Dimulai, Polres Lamtim Laksanakan Gelar Pasukan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026; Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Operasi Patuh Krakatau 2026 Sasar Remaja Yang Dominan Lakukan Pelanggaran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Gerak Cepat Polres Lampung Timur dan Brimob Padamkan Karhutla di TN Way Kambas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Pelawan Arus Jadi Target Utama

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB