DLH Provinsi Lampung Gencarkan Pembinaan Adiwiyata, SMA N 1 Ambarawa Pringsewu Siap Menuju Adiwiyata Mandiri

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRINGSEWU / MELINTING NEWS – Komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela dalam mewujudkan visi *Lampung Lestari* terus diimplementasikan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, pembinaan Sekolah Berbudaya Lingkungan atau Adiwiyata terus digencarkan hingga ke pelosok kabupaten.

 

Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, *Riski Sofian,  Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Wawan Sah,  bersama Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung melakukan kunjungan pembinaan dan pendampingan intensif di SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Senin (19/10/2026).*

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh Kepala Sekolah Jahara Siregar,M.Pd dewan guru, dan pengurus Kader Adiwiyata SMA N 1 Ambarawa. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pencapaian target 160 Sekolah Adiwiyata di Provinsi Lampung hingga tahun 2030.

 

“Atas arahan Bapak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan, Adiwiyata adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi Lampung yang cerdas secara akademik, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tegas Wawan Sah di hadapan para siswa/siswi.

 

*Apa Saja yang Dinilai di Sekolah Adiwiyata?*

 

Wawan menjelaskan, sesuai dengan *Permen LHK No. 5 Tahun 2025 dan Kepmen LH/BPLH No. 1316 Tahun 2026*, penilaian Adiwiyata tidak hanya soal kebersihan sekolah. Ada *4 Aspek Utama* yang menjadi indikator baku:

 

*1. Perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan (GPBLHS)*

Apakah sekolah punya rencana aksi, kurikulum terintegrasi lingkungan, dan anggaran yang berpihak pada gerakan lingkungan.

 

*2. Pelaksanaan GPBLHS*

Ini intinya. Meliputi 3 gerakan:

– *Konservasi Energi & Air:* Hemat listrik, hemat air, pemanfaatan air hujan.

– *Pengelolaan Sampah:* Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Bank Sampah Sekolah, Kompos, dan Zero Sampah Plastik Sekali Pakai.

– *Penanaman dan Pemeliharaan Pohon:* Kebun sekolah, pembibitan, apotek hidup, dan keanekaragaman hayati.

 

*3. Perilaku Berbudaya Lingkungan*

Apakah warga sekolah (guru, siswa, penjaga, kantin) benar-benar berperilaku ramah lingkungan dalam keseharian, bukan hanya saat dinilai.

 

*4. Publikasi dan Kemitraan*

Sekolah mampu mempublikasikan karya lingkungannya dan menjalin kemitraan dengan DLH, masyarakat, dan dunia usaha di sekitar sekolah.

 

“Semua indikator itu wajib tercatat dan ter-upload di Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) KLHK. Tidak bisa manual lagi,” tambah Wawan.

 

 

Program Adiwiyata yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup / BPLH RI memiliki tujuan besar:

 

1.  *Menciptakan Sekolah yang Nyaman:* Sekolah yang bersih, asri, rindang, dan sehat untuk kegiatan belajar mengajar.

2.  *Membentuk Karakter Peduli Lingkungan:* Menanamkan nilai kepedulian sejak dini agar menjadi budaya hidup, bukan sekadar kewajiban.

3.  *Efisiensi dan Ketahanan:* Sekolah mampu menghemat energi, mengurangi sampah, dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

4.  *Menjadi Pusat Edukasi Masyarakat:* Sekolah Adiwiyata diharapkan menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar untuk menerapkan pola hidup berkelanjutan.

 

 

Di akhir pembinaan, Wawan Sah menitipkan pesan moral yang kuat kepada ratusan siswa SMA N 1 Ambarawa yang hadir.

 

“Anak-anakku sekalian, menjaga kelestarian lingkungan tidak harus menunggu menjadi pejabat. Mulailah dari hal paling kecil yang ada di tas kalian. Bawa tumbler, jangan beli air kemasan plastik. Bawa kotak bekal, kurangi sampah kantin. Pilah sampah. Matikan lampu kelas jika sudah selesai. Tanam satu pohon, rawat hingga besar.”

 

“Jika kalian lakukan itu hari ini, kalian sedang menyelamatkan Lampung 20 tahun ke depan. Karena masa depan Lampung ada di tangan kalian,” pesannya.

 

Kegiatan ditutup dengan peninjauan Bank Sampah, kebun pembibitan siswa, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal sekolah.

 

Pihak SMA N 1 Ambarawa menyatakan siap untuk naik peringkat menuju *Adiwiyata Provinsi dan Nasional* pada penilaian tahun 2027 mendatang. (*PemprovLampung_*)

Baca Juga:  DPD For- WIN Lampung Selatan Dukung Langkah Bupati Egi Lantik Pejabat di Tengah Masyarakat

*DLH Provinsi Lampung Gencarkan Pembinaan Adiwiyata, SMA N 1 Ambarawa Pringsewu Siap Menuju Adiwiyata Mandiri*

*PRINGSEWU –* Komitmen Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur dr. Jihan Nurlela dalam mewujudkan visi *Lampung Lestari* terus diimplementasikan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung, pembinaan Sekolah Berbudaya Lingkungan atau Adiwiyata terus digencarkan hingga ke pelosok kabupaten.

Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, *Riski Sofian, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Wawan Sah, bersama Tim Pembina Adiwiyata Provinsi Lampung melakukan kunjungan pembinaan dan pendampingan intensif di SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Senin (19/10/2026).*

Kunjungan tersebut disambut antusias oleh Kepala Sekolah Jahara Siregar,M.Pd dewan guru, dan pengurus Kader Adiwiyata SMA N 1 Ambarawa. Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pencapaian target 160 Sekolah Adiwiyata di Provinsi Lampung hingga tahun 2030.

“Atas arahan Bapak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan, Adiwiyata adalah investasi karakter. Kita ingin mencetak generasi Lampung yang cerdas secara akademik, tapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tegas Wawan Sah di hadapan para siswa/siswi.

*Apa Saja yang Dinilai di Sekolah Adiwiyata?*

Wawan menjelaskan, sesuai dengan *Permen LHK No. 5 Tahun 2025 dan Kepmen LH/BPLH No. 1316 Tahun 2026*, penilaian Adiwiyata tidak hanya soal kebersihan sekolah. Ada *4 Aspek Utama* yang menjadi indikator baku:

*1. Perencanaan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan (GPBLHS)*
Apakah sekolah punya rencana aksi, kurikulum terintegrasi lingkungan, dan anggaran yang berpihak pada gerakan lingkungan.

*2. Pelaksanaan GPBLHS*
Ini intinya. Meliputi 3 gerakan:
– *Konservasi Energi & Air:* Hemat listrik, hemat air, pemanfaatan air hujan.
– *Pengelolaan Sampah:* Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Bank Sampah Sekolah, Kompos, dan Zero Sampah Plastik Sekali Pakai.
– *Penanaman dan Pemeliharaan Pohon:* Kebun sekolah, pembibitan, apotek hidup, dan keanekaragaman hayati.

*3. Perilaku Berbudaya Lingkungan*
Apakah warga sekolah (guru, siswa, penjaga, kantin) benar-benar berperilaku ramah lingkungan dalam keseharian, bukan hanya saat dinilai.

*4. Publikasi dan Kemitraan*
Sekolah mampu mempublikasikan karya lingkungannya dan menjalin kemitraan dengan DLH, masyarakat, dan dunia usaha di sekitar sekolah.

“Semua indikator itu wajib tercatat dan ter-upload di Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) KLHK. Tidak bisa manual lagi,” tambah Wawan.

Program Adiwiyata yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup / BPLH RI memiliki tujuan besar:

1. *Menciptakan Sekolah yang Nyaman:* Sekolah yang bersih, asri, rindang, dan sehat untuk kegiatan belajar mengajar.
2. *Membentuk Karakter Peduli Lingkungan:* Menanamkan nilai kepedulian sejak dini agar menjadi budaya hidup, bukan sekadar kewajiban.
3. *Efisiensi dan Ketahanan:* Sekolah mampu menghemat energi, mengurangi sampah, dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.
4. *Menjadi Pusat Edukasi Masyarakat:* Sekolah Adiwiyata diharapkan menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar untuk menerapkan pola hidup berkelanjutan.

Di akhir pembinaan, Wawan Sah menitipkan pesan moral yang kuat kepada ratusan siswa SMA N 1 Ambarawa yang hadir.

“Anak-anakku sekalian, menjaga kelestarian lingkungan tidak harus menunggu menjadi pejabat. Mulailah dari hal paling kecil yang ada di tas kalian. Bawa tumbler, jangan beli air kemasan plastik. Bawa kotak bekal, kurangi sampah kantin. Pilah sampah. Matikan lampu kelas jika sudah selesai. Tanam satu pohon, rawat hingga besar.”

“Jika kalian lakukan itu hari ini, kalian sedang menyelamatkan Lampung 20 tahun ke depan. Karena masa depan Lampung ada di tangan kalian,” pesannya.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan Bank Sampah, kebun pembibitan siswa, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal sekolah.

Pihak SMA N 1 Ambarawa menyatakan siap untuk naik peringkat menuju *Adiwiyata Provinsi dan Nasional* pada penilaian tahun 2027 mendatang. (*PemprovLampung_*)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis
Kak Na Ajak Ibunda Guru Kabupaten dan Kota Dukung Perjuangan Guru
Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026
WN 88 Unit 13 Desak Dishub Lampung Transparan Terkait Lonjakan Pagu Anggaran Perlengkapan Jalan Rp988 Juta
Fery Afriyanto Sekertaris Daerah Bangka-Belitung Mewakili Gubernur Lantik 10 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Bangka-Belitung
Dinas Lingkungan Hidup Pesawaran Tutup TPS/TPA Ilegal di Padang Cermin
GERAK CEPAT DLH PESAWARAN TUTUP TPS ILEGAL, KABIRO MELINTING NEWS APRESIASI LANGKAH PENANGANAN
DLH PESAWARAN TUTUP TPS ILEGAL PEMATANG LIANG, SAMPAH DIALIHKAN KE LOKASI ALTERNATIF
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Kak Na Ajak Ibunda Guru Kabupaten dan Kota Dukung Perjuangan Guru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

WN 88 Unit 13 Desak Dishub Lampung Transparan Terkait Lonjakan Pagu Anggaran Perlengkapan Jalan Rp988 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Fery Afriyanto Sekertaris Daerah Bangka-Belitung Mewakili Gubernur Lantik 10 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Bangka-Belitung

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB