LEMBAGA BANTUAN HUKUM FAST RESPON INDONESIA CENTER BERIKAN BANTUAN HUKUM KORBAN DUGAAN PERKOSAAN

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melintingnews.com/Tanjab Barat Jambi_ – Lembaga Bantuan Hukum Fast Respon Indonesia Center (LBH FRIC) resmi menyerahkan surat kuasa khusus sebagai penasihat hukum kepada korban dugaan perkosaan. Penyerahan dilakukan pada Kamis, 3 September 2026, sekira pukul 17.00 WIB.

 

Korban berinisial SL, 20 tahun. Laporan dibuat oleh suaminya, RA, 23 tahun, terhadap terduga pelaku yang kerap dipanggil “Angah”. Laporan telah diterima Polsek Tebing Tinggi, Polres Tanjab Barat, Polda Jambi dengan Nomor: STPL/B/18/VIII/2026/Polsek Tebing Tinggi/Polres Tanjab Barat/Polda Jambi, tanggal 27 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

*Kronologi Kejadian*

Peristiwa diduga terjadi di Mess Karyawan Divisi IV PT. Agrowiyana, Desa Talang Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi.

 

Berdasarkan keterangan korban, pada Selasa, 25 Agustus 2026 sekira pukul 23.00 WIB, RA pergi memancing bersama rekannya Erwin. Sekira pukul 00.30 WIB, saat korban tidur, terduga pelaku masuk ke dalam kamar dan memanggil korban dengan nama “IKA”. Korban kaget dan bertanya, namun pelaku langsung memeluk erat dan melakukan tindakan dugaan perkosaan.

 

Usai kejadian, korban dalam kondisi syok lalu menemui sdri Mita untuk menceritakan peristiwa tersebut. Mita kemudian menghubungi Erwin agar RA segera pulang. Setibanya di rumah, RA langsung menuju mess pelaku. Saat didesak, pelaku disebut menjawab “khilaf”. Keributan itu mengundang warga karyawan sekitar.

Baca Juga:  Zaiful Bukhari, Mantan Wakil Bupati Lampung Timur, Jadi Tersangka Kasus Bendungan Marga Tiga Sekampung Udik

 

*Pelaku Sudah Ditahan*

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Ramadahnil, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tebing Tinggi IPTU Ahmad Syayuti, S.H., membenarkan bahwa pelaku telah ditahan.

 

“Ya bang, pelaku sudah ditahan, dan SP2HP akan kita kirim ke pelapor. Saat ini kami sedang berkomunikasi dengan Kejaksaan,” ujar Ahmad Syayuti.

 

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, pelaku dijerat Pasal 473 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. Dari data yang dihimpun, pelaku diketahui bekerja sebagai operator genset dan air di PT. Agrowiyana.

 

*LBH FRIC Siap Kawal Kasus*

Atas kejadian tersebut, keluarga korban menghubungi Kepala Divisi LBH FRIC, M. Hatta, S.H., M.H., untuk meminta pendampingan hukum. Pihak LBH FRIC kemudian mengarahkan korban untuk segera melapor ke kepolisian.

 

Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center, H. Dian Surahman, mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.

 

“Saya mengapresiasi teman-teman Polsek Tebing Tinggi khususnya Kanit Reskrim dan jajaran Polres Tanjab Barat yang gerak cepat menindaklanjuti laporan polisi korban perkosaan. LBH FRIC siap melayani dan memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang mencari keadilan,” ujar Dian.

 

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih berjalan dan berkas perkara dalam tahap koordinasi dengan pihak Kejaksaan.

 

(Tim).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.
AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.
Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran
Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi
Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?
Bayang Bayang ” Borgol ” Jilid 2, Oknum Mengaku Itu Pekerjaan Kami Datangi Rumah Wartawan (IF) Paksa Cabut Berita “Semua Pihak Bungkam”
HmI Cabang (p) Lampung Tengah :Turunkan Foto Wapres Disetiap Dinding Intelektual
MESKI ADA KESEPAKATAN DAMAI, DUGAAN PEMUKULAN CREW MUSIK DI MANGGARAI BELUM SERTA-MERTA GUGUR, KONSULTAN HUKUM FESBIAN FAJRIN SIAP TEMPUH JALUR ETIK DAN LAPOR KE PIMPINAN PARTAI
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:58 WIB

AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

Berita Terbaru