Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan: Kalbar dan Kalteng Berstatus Kritis, Jarak Pandang Anjlok di Bawah 1 Kilometer

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

MELINTING NEWS/ KALIMANTAN — Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan memasuki fase kritis. Berdasarkan data pemantauan per Senin, 31 Agustus 2026, lonjakan drastis titik panas (hot spot) dan titik api (fire spot) melanda sejumlah provinsi, menyebabkan kabut asap pekat yang melumpuhkan jarak pandang hingga di bawah 1 kilometer.

​Kalimantan Barat mencatatkan eskalasi paling mengkhawatirkan dengan 7.377 titik panas—melonjak 3.553 dari data sebelumnya—serta 104 titik api. Akibat pekatnya asap, jarak pandang di wilayah ini merosot hingga kurang dari 1 kilometer. Total luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat kini mencapai 38.310 hektar. Dampak terparah terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang seluas 12.443,79 hektar, Kubu Raya (6.814,31–8.000 hektar), Kabupaten Mempawah (6.144,98 hektar), dan Kabupaten Kayong Utara (4.228,10 hektar).

​Kondisi darurat serupa juga melanda Kalimantan Tengah. Pemerintah daerah setempat resmi menetapkan status tanggap darurat karhutla setelah terpantau 5.244 hingga 5.391 titik panas dan 72 titik api. Jarak pandang di Kalteng turut memburuk hingga kurang dari 1 kilometer, dengan ribuan hektar lahan hangus di berbagai kabupaten, termasuk Kotawaringin Timur.

​Sementara itu, intensitas karhutla di Kalimantan Selatan menunjukkan tren penurunan titik panas. BPBD setempat mencatat 504 titik panas (turun 405) dan 55 titik api dengan jarak pandang kurang dari 2 kilometer. Meski demikian, total luas lahan terdampak di Kalsel tetap tinggi, yakni mencapai 11.741,58 hektar, dengan Kabupaten Banjar sebagai wilayah terparah seluas 2.555,81 hektar.

​Adapun di Kalimantan Timur, ratusan kejadian karhutla telah menghanguskan lahan seluas 1.260 hingga 1.595 hektar.

​Hingga saat ini, satuan tugas penanggulangan bencana gabungan di tingkat pusat dan daerah terus mengintensifkan operasi pemadaman darat dan udara guna memutus rantai penyebaran api serta menekan risiko kesehatan akibat paparan kabut asap bagi masyarakat luas.

(Rudi).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengatasi Geng Motor Bukan Tugas Polisi Saja, Tapi Peran Orang Tua Dan Pihak Sekolah Sangat Penting
Gara-Gara Semprot Wartawan “Gak Punya Otak”, Dewan Pers Peringatkan Tegas Hotman Paris
Sengketa Milik Almarhum H.Lapadda di Kelurahan Sea Dikuasai Sepihak dan Diduga Jadi Sarang Aktivitas Ilegal.
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Exploring Bandung’s Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall
The Evolution of Jakarta: From Colonial Capital to Modern Metropolis
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:50 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan: Kalbar dan Kalteng Berstatus Kritis, Jarak Pandang Anjlok di Bawah 1 Kilometer

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:48 WIB

Mengatasi Geng Motor Bukan Tugas Polisi Saja, Tapi Peran Orang Tua Dan Pihak Sekolah Sangat Penting

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Gara-Gara Semprot Wartawan “Gak Punya Otak”, Dewan Pers Peringatkan Tegas Hotman Paris

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Sengketa Milik Almarhum H.Lapadda di Kelurahan Sea Dikuasai Sepihak dan Diduga Jadi Sarang Aktivitas Ilegal.

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terbaru