Aktivis GERMASI & CSM Dukung Kejaksaan Bongkar Tuntas Dugaan 121 SHM di Kawasan Konservasi TNBBS

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG BARAT |MELINTINGNEWS — Founder GERMASI sekaligus Koordinator Cakra Surya Manggala, Ridwan Maulana, SH., C.PL., CDRA, menyatakan dukungan penuh terhadap Korps Adhyaksa untuk mengusut secara menyeluruh dugaan alih fungsi kawasan, penguasaan lahan secara ilegal, serta penerbitan 121 Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diduga berada di kawasan konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). (19/08/2026)

 

Ridwan menegaskan, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada pemeriksaan terhadap pihak yang saat ini menguasai atau memegang sertifikat. Menurutnya, aparat penegak hukum harus membongkar seluruh mata rantai proses yang memungkinkan dokumen pertanahan tersebut terbit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami mendukung penuh Korps Adhyaksa untuk membongkar persoalan ini secara terang-benderang. Dugaan alih fungsi kawasan, penguasaan lahan secara ilegal, serta penerbitan 121 SHM yang diduga berada di kawasan konservasi merupakan persoalan serius,” tegas Ridwan.

 

Ia meminta penyidik tidak hanya menelusuri keberadaan sertifikat, tetapi juga memeriksa proses penerbitannya, pihak-pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam setiap tahapan administrasi pertanahan.

 

“Kami meminta tim penyidik memeriksa seluruh unsur pidana dan menelusuri pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terbitnya dokumen pertanahan yang diduga berada di zona konservasi. Jangan hanya melihat siapa yang memegang sertifikat, tetapi bongkar siapa yang membuat proses itu bisa terjadi,” ujarnya.

Baca Juga:  DPP MARWAH ALIANSI INDONESIA SOROTI TEMUAN BPK RI TERKAIT BELANJA MAKAN DAN MINUM PEMKAB TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2025

 

Menurut Ridwan, apabila dari hasil pemeriksaan menemukan adanya indikasi tindak pidana, proses hukum harus diarahkan kepada siapa pun yang terbukti terlibat tanpa memandang latar belakang, jabatan maupun pengaruhnya.

 

GERMASI dan Cakra Surya Manggala menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut harus dilakukan secara profesional, transparan, berdasarkan alat bukti, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

“Tidak boleh ada perlakuan istimewa hanya karena seseorang memiliki jabatan, pengaruh, koneksi, atau kepentingan tertentu. Hukum harus berlaku sama,” tegasnya.

 

Ridwan juga menekankan bahwa kepemilikan dokumen berupa sertifikat tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan penelusuran apabila terdapat indikasi bahwa proses penerbitannya bermasalah.

 

“Kalau memang ditemukan tindak pidana, siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum. Jangan sampai persoalan berhenti pada pemegang sertifikat, sementara pihak yang diduga berada di balik proses penerbitannya tidak tersentuh,” pungkas Ridwan.

 

( Tim )

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.
AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.
Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran
Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi
Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?
Bayang Bayang ” Borgol ” Jilid 2, Oknum Mengaku Itu Pekerjaan Kami Datangi Rumah Wartawan (IF) Paksa Cabut Berita “Semua Pihak Bungkam”
HmI Cabang (p) Lampung Tengah :Turunkan Foto Wapres Disetiap Dinding Intelektual
MESKI ADA KESEPAKATAN DAMAI, DUGAAN PEMUKULAN CREW MUSIK DI MANGGARAI BELUM SERTA-MERTA GUGUR, KONSULTAN HUKUM FESBIAN FAJRIN SIAP TEMPUH JALUR ETIK DAN LAPOR KE PIMPINAN PARTAI
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:58 WIB

AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

Berita Terbaru