Tim SAR Gabungan Cari Pria yang Diduga Melompat ke Laut di Pelabuhan Bakauheni

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN / MELINTING NEWS – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Dedi Rustana Siregar (38), warga Cilegon, Banten, yang dilaporkan melompat ke laut di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (11/10/2026).

 

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Eno Sardiono, yang merupakan adik sepupu korban, kepada petugas ASDP sebelum diteruskan ke Pos SAR Bakauheni. Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian berlangsung sekitar pukul 01.10 WIB. Korban yang tiba di pelabuhan kemudian keluar dari mobil, melompati pagar pembatas Dermaga 7 Eksekutif, lalu melompat ke laut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima informasi kejadian pada pukul 06.05 WIB. Tim Pos SAR Bakauheni diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 06.20 WIB.

 

Kepala Kantor Basarnas Lampung yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara menyampaikan bahwa setelah melakukan koordinasi dan pengarahan bersama unsur terkait, tim SAR gabungan memulai pencarian pada pukul 06.40 WIB dengan menyisir serta memantau perairan di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu karet.

Baca Juga:  Anggota Polri yang Jatuh dari Kapal Ditemukan Meninggal di Sungai Mesuji

 

Pencarian dilakukan dengan melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bakauheni, Polairud Polres Lampung Selatan, Polda Lampung, ASDP Bakauheni, TNI Angkatan Laut, nelayan, serta keluarga dan masyarakat sekitar. Operasi berlangsung sejak pagi dengan pemantauan dan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban melompat.

 

“Hingga pukul 17.15 WIB, korban belum ditemukan. Operasi SAR akan dilanjutkan pada Senin (12/10) mulai pukul 07.00 WIB sesuai rencana operasi hari kedua. Tim akan melanjutkan pemantauan visual dan pencarian menggunakan alat utama SAR dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta aktivitas pelayaran di Pelabuhan Bakauheni.”, ujar Rezie.

 

Basarnas mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada tim SAR gabungan melalui emergency Call Basarnas atau whatsapp comm center Basarnas Lampung di 082180048006. (Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan yang Hilang di Perairan Labuhan Jukung dalam Kondisi Meninggal Dunia
Tim SAR Gabungan Evakuasi 460 Orang saat KMP Batu Mandi Terbakar di Pelabuhan Merak
KMP BATU MANDI TERBAKAR DI ALUR MASUK PELABUHAN MERAK, TIM SAR GABUNGAN DITERJUNKAN
Tim SAR Gabungan Cari Nelayan yang Diduga Tenggelam di Perairan Labuhan Jukung
Basarnas Lampung Kerahkan Tim Rescue Tangani Kecelakaan Beruntun di Tulang Bawang, 2 Orang Meninggal Dunia
Tim SAR Gabungan Temukan Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur dalam Kondisi Meninggal Dunia
JENAZAH YANG DITEMUKAN DI PULAU ENGGANO TERIDENTIFIKASI SEBAGAI ABK SPEEDBOAT ARUPADATU 1
GUNUNG ANAK KRAKATAU TURUN KE LEVEL II — WASPADA, BPBD LAMPUNG SELATAN MINTA WARGA TETAP TENANG, JANGAN TERMAKAN BERITA HOAX!
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan yang Hilang di Perairan Labuhan Jukung dalam Kondisi Meninggal Dunia

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Tim SAR Gabungan Evakuasi 460 Orang saat KMP Batu Mandi Terbakar di Pelabuhan Merak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:14 WIB

KMP BATU MANDI TERBAKAR DI ALUR MASUK PELABUHAN MERAK, TIM SAR GABUNGAN DITERJUNKAN

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Nelayan yang Diduga Tenggelam di Perairan Labuhan Jukung

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Tim SAR Gabungan Cari Pria yang Diduga Melompat ke Laut di Pelabuhan Bakauheni

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB