Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH // Melintingnews.com — Ketika ancaman bencana hidrometeorologi terus membayangi Aceh, anggaran tidak boleh berhenti sebagai angka di atas kertas. Anggaran harus bergerak, program harus berjalan, dan manfaatnya harus segera dirasakan masyarakat.

 

Hingga Jumat, 18 September 2026, realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh mencapai Rp457,08 miliar atau 27,67 persen dari total alokasi Rp1,652 triliun untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dengan demikian, terdapat sekitar Rp1,195 triliun anggaran tambahan TKD masih tahap pelaksanaan di lapangan menuju penyelesaian akhir pekerjaan.

 

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan percepatan realisasi menjadi perhatian Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), terutama karena tambahan TKD tersebut diarahkan untuk mendukung penanganan dampak dan kebutuhan daerah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.

 

“Pesan Gubernur jelas, anggaran harus bekerja. Jangan sampai anggaran tersedia, tetapi manfaatnya terlambat dirasakan masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah dalam menghadapi bencana,” kata Nurlis di Banda Aceh, Minggu (20 September 2026).

 

Sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik, kata Nurlis, perkembangan realisasi tambahan TKD Tahun 2026 untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi Aceh juga dapat dipantau secara berkala melalui Portal Pemerintah Aceh (pada laman: https://p2k-apba.acehprov.go.id/views/tv.html)

 

“Portal tersebut menjadi salah satu media informasi bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan dan realisasi anggaran secara transparan,” ujarnya.

 

Menurut Nurlis, dalam situasi kebencanaan, kecepatan merupakan bagian penting dari pelayanan pemerintah. Namun, percepatan tetap harus dilakukan dengan perencanaan dan tata kelola yang baik.

 

“Kita ingin cepat, tetapi bukan berarti boleh tergesa-gesa tanpa perencanaan. Kita ingin anggaran bergerak, tetapi tetap tepat sasaran, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh), kata Nurlis, juga meminta perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota yang tingkat realisasinya masih rendah segera mengidentifikasi hambatan dan mengambil langkah percepatan.

 

“Yang kita dorong bukan sekadar mengejar persentase serapan. Yang kita dorong adalah agar setiap rupiah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan manfaat nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Calon Wakil Bupati Way Kanan Resmi Mendaftar ke DPRD, Salah Satunya Soni Setiawan, ST, MH

 

Berdasarkan data Pemerintah Aceh, realisasi tambahan TKD Pemerintah Aceh untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi mencapai Rp239,46 miliar atau 29,03 persen dari alokasi Rp824,82 miliar.

 

Sementara realisasi tambahan TKD kabupaten/kota mencapai Rp217,62 miliar atau 26,31 persen dari alokasi Rp827,26 miliar.

 

Di tingkat provinsi, sejumlah perangkat daerah mencatat realisasi relatif tinggi. Dinas Tenaga Kerja mencapai 84 persen, BPKA 65,5 persen, dan Dinas Pangan 66 persen.

 

Namun, masih terdapat perangkat daerah dengan realisasi relatif rendah. Dinas Kelautan dan Perikanan baru mencapai 8,7 persen, Dinas Perumahan dan Permukiman 13 persen, Badan Penanggulangan Bencana Aceh 11,3 persen, dan Dinas Sosial 18,2 persen.

 

Pada tingkat kabupaten/kota, Aceh Selatan mencatat realisasi tertinggi sebesar 65,3 persen, disusul Gayo Lues 57,6 persen dan Aceh Jaya 32,9 persen.

 

Adapun realisasi terendah tercatat di Nagan Raya sebesar 2,7 persen, Sabang 6 persen, dan Subulussalam 10,6 persen.

 

Nurlis mengatakan perbedaan capaian tersebut menjadi bahan evaluasi bersama bagi Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota.

 

“Daerah yang realisasinya masih rendah harus segera melihat apa persoalannya dan mengambil langkah. Sementara daerah yang sudah berjalan baik dapat menjadi contoh dalam mempercepat pelaksanaan kegiatan,” katanya.

 

Pemerintah Aceh, lanjut Nurlis, akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan tambahan TKD untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi.

 

Sebab, kata dia, dalam menghadapi risiko bencana, masyarakat tidak membutuhkan anggaran yang sekadar tercatat.

 

“Masyarakat membutuhkan pemerintah yang hadir. Dan kehadiran itu harus terlihat dalam kerja nyata. Karena pada akhirnya, uang negara bukan sekadar angka dalam dokumen. Ia harus berubah menjadi tindakan, pelayanan, pembangunan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat Aceh—terutama ketika menyangkut penanggulangan bencana hidrometeorologi.” [Akbar].

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lampung Begawi x SigerFest 2026 Berakhir, Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah
🏆GACOR”! JATI AGUNG MENYALA 🔥 MENGUKIR SEJARAH”! JUARA SATU BUPATI CUP ZONA EMPAT!
AWAS…! MOBIL CAMAT RAJABASA TIDAK ADA REM…! RODA TERUS MELAJU, MINGGIR”!
CAMAT SRAGI DILANDA ISU PANAS ! DIKABARKAN SERING “NGUBER MBAK SARI”! TERNYATA ??
Oktasari Sabil Ajak Jamaah MT As-Sabil Sorong Tetap Istiqamah dan Pantang Menyerah
SIDANG KORUPSI DANA DESA BANGUNAN: KETUA BPD AKUI TIDAK TAHU APBDES, KERUGIAN NEGARA Rp651 JUTA
Kadin Lampung Dorong Menkeu Suahasil Nazara Perkuat Efisiensi APBN dan Kepercayaan Investor
Sosialisasi Pencegahan Karhutla Di Merbau Mataram: Sinergi BPBD Lampung Selatan Dan Mabes TNI Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:10 WIB

Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak

Senin, 21 September 2026 - 15:17 WIB

Lampung Begawi x SigerFest 2026 Berakhir, Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Jadi Nilai Tambah

Minggu, 20 September 2026 - 15:23 WIB

🏆GACOR”! JATI AGUNG MENYALA 🔥 MENGUKIR SEJARAH”! JUARA SATU BUPATI CUP ZONA EMPAT!

Minggu, 20 September 2026 - 13:37 WIB

AWAS…! MOBIL CAMAT RAJABASA TIDAK ADA REM…! RODA TERUS MELAJU, MINGGIR”!

Sabtu, 19 September 2026 - 14:27 WIB

CAMAT SRAGI DILANDA ISU PANAS ! DIKABARKAN SERING “NGUBER MBAK SARI”! TERNYATA ??

Berita Terbaru

TNI

Bazar Murah UMKM Ramaikan HUT ke-81 TNI di Lampung

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:46 WIB