SRAGI Lampung Selatan— MelintingNews, 19 September 2026. Hembusan kabar angin kini berhembus kencang di telinga warga Kecamatan Sragi. Dari mulut ke mulut, bisik ke bisik, satu nama mulai menjadi bahan pembicaraan hangat: Camat Wayan Susana dikabarkan sering “nguber-nguber Mbak Sari”!
Menurut keterangan yang disampaikan Tukiyem, Camat Sragi Wayan Susana, S.T., M.T., sering terlihat bolak-balik Nguber Mbak Sari — pagi, siang, sore, bahkan saat cuaca panas pun tetap datang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar itu kian membesar, seolah-olah ada cerita lain yang tersembunyi di balik kunjungan-kunjungan tersebut.
“Saya dengar Pak Camat itu nguber Mbak Sari, loh! Sering banget ke sana!” ujar Tukiyem dengan penuh keyakinan.
Setelah tim MelintingNews turun langsung ke lapangan dan menanyakan kebenarannya kepada Camat Wayan Susana sendiri, barulah kabar yang sempat menggantung itu terjawab dengan tawa lebar.
“Hahaha… Nguber Mbak Sari? Itu tuh maksudnya saya sering ke Desa Sumber Sari!
Tukiyem itu ya begitulah, suka salah sambung — ‘Sumber Sari’ diucap jadi ‘Nguber Sari’, lalu ditambah-tambah jadi ‘Mbak Sari’!” ujar Camat Wayan sembari tersenyum ramah.
“Yang saya kejar itu bukan orang, tapi kemajuan desa! Saya ‘nguber’ supaya Desa Sumber Sari makin cepat maju, bersih, dan sejahtera!” — ungkap Camat Wayan yang akhirnya tertawa lepas.
Ternyata Camat Wayan Susana memang sering datang ke Desa Sumber Sari — bukan nguber “Mbak Sari”,
Tapi Ke Sumbersari
Camat Dan Sekcam mengajak warga bergotong royong, memantau pembangunan, dan menyatukan semangat masyarakat!
Dengan Semboyan Rambati Rata Hayu — mari bersatu kalau mau maju, itulah yang selalu beliau kejar.
Mendengar penjelasan Camat, Tukiyem pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf dengan tulus:
“Maaf ya Pak Camat… Ternyata saya salah mengartikan kata-kata.
Saya kira Pak Camat nguber-nguber Mbak Sari, ternyata yang sebenarnya: Pak Camat sering ke Sumber Sari,” ujar Tukiyem dengan senyum malu.
Seorang warga yang mendengar percakapan itu turut berkomentar:
“Tukiyem emang unik ya, selalu punya versi sendiri. ‘Sumber Sari’ jadi ‘Nguber Mbak Sari’ — lucu sekali.
Tapi di balik itu, kami justru jadi tahu bahwa Camat memang sering datang ke sini untuk kebaikan warga,” katanya.
Sekdes Sumber Sari, Halim, yang dikenal dengan gaya santainya pun ikut berkomentar:
“Tukiyem memang suka salah sambung, dari ‘Sumber Sari’ jadi ‘Nguber Mbak Sari’.
Tapi lucunya, karena kabar itu banyak yang penasaran, akhirnya warga jadi tahu bahwa Camat memang sering datang ke sini untuk kebaikan.
Kemaren pun semua warga berkumpul gotong royong serentak — solid dan kompak.
Semoga Sumber Sari terus maju dan benar-benar menjadi desa yang Helau,” katanya sambil tersenyum.
Pembaca yang Budiman, begitulah dunia ini berputar:
– Gosip bisa tumbuh dari kata yang salah dengar — “Sumber Sari” jadi “Nguber Mbak Sari”
– Tukiyem salah sambung, tapi berani mengakui dan meminta maaf — itu hal yang patut diapresiasi
– 💪 Camat Wayan justru sedang “nguber” sesuatu yang jauh lebih berharga: kemajuan, kebersihan, dan kesejahteraan Desa Sumber Sari!
– Warga pun kompak bergotong royong — itulah hasil terbaik dari semua ini!
Gosip yang salah sambung bisa bikin penasaran, tapi kekompakan dan gotong royong itulah yang sebenarnya patut dibicarakan!
Di balik “Nguber Mbak Sari”, ternyata yang sedang dikejar adalah Sumber Sari yang makin maju dan sejahtera! Sumber Sari — bukan Nguber Sari!
REDAKSI : MelintingNews
SUMBER: Wayan Susana, S.T., M.T. (Camat Sragi), Halim (Sekdes Sumber Sari),
Penulis : Sholeh










