Camat Merbau Mataram Tidak Laporkan Jalan Hancur Didesa Baru Ranji Ke Bupati, Publik Menilai Camat ABS “Asal Bapak Senang”

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERBAU MATARAM, Lampung Selatan – MelintingNews, 10 Agustus 2026 — Kebenaran yang selama ini tertutup akhirnya terbuka lebar. Ketika Bupati Lampung Selatan, H. Radityo Egi Pratama, berkunjung langsung ke Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, kendaraan yang ditungganginya pun tak kuasa melintas dan terjebak di lubang jalan yang hancur lebur.

 

Setelah turun dari kendaraan, Bupati Egi bertanya kepada warga yang berkumpul: “Sudah berapa lama jalan ini tidak diperbaiki?” Para ibu warga menjawab hampir bersamaan dengan suara yang memilukan: “Jalan ini terakhir dibangun tahun 2007, dan hingga kini belum pernah diperbaiki sama sekali.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Mendengar itu, Bupati tak dapat menyembunyikan kekecwaan dan kemarahannya. Beliau menyampaikan secara terbuka: “Saya mohon maaf kepada masyarakat, karena saya tidak tahu ternyata jalannya sudah separah ini. Saya juga marah betul kepada Camat!

 

Selama ini tidak pernah ada laporan yang menyampaikan keadaan yang sesungguhnya. Lain kali, jika mengirim laporan, kirimkanlah video dan foto aslinya.

 

Jika banyak pengendara yang jatuh karena jalan rusak, foto dan buktikanlah dalam laporan! Jangan hanya memberi kabar yang menyenangkan semata.”

 

Bupati juga menjelaskan dengan jujur bahwa luasnya wilayah dan keterbatasan anggaran menuntut laporan yang benar-benar menggambarkan kenyataan agar bantuan dapat disalurkan kepada yang paling membutuhkan.

 

Namun karena kini beliau telah melihat sendiri kehancuran itu, Bupati berjanji akan segera memerintahkan Sekretaris Daerah untuk menindaklanjuti dan memprioritaskan perbaikan jalan Desa Baru Ranji.

 

Fakta yang kini terungkap kepada seluruh publik sungguh memprihatinkan: Camat Merbau Mataram ternyata selama ini tidak pernah melaporkan kehancuran jalan di wilayahnya kepada Bupati.

 

Laporan yang disampaikan diduga hanya berisi hal-hal yang asal membuat atasan senang, bukan kenyataan yang sesungguhnya.

 

Tidak melaporkan kerusakan yang nyata itu sama saja dengan mengabaikan penderitaan rakyat dan menutup-nutupi kehancuran wilayah yang dipercayakan kepadanya.

Baca Juga:  BMKG Ingatkan Potensi Dampak Godzilla El Niño pada Musim Kemarau 2026, Polda Lampung Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

 

Bupati baru mengetahui keadaan setelah kendaraannya sendiri terperosok di lubang jalan. Lantas, untuk apa Camat berdiri di sana jika bukan menjadi mata dan telinga Bupati di lapangan?

 

Jika laporan yang disampaikan selalu manis namun kenyataannya pahit dan hancur, maka rakyat berhak bertanya: kepada siapakah Camat itu sebenarnya bekerja?

 

Kepada Bupati, atau sekadar ingin menyenangkan hati atasan dengan menyembunyikan penderitaan rakyatnya sendiri?

 

 

Setelah fakta kehancuran jalan di Desa Baru Ranji terbongkar saat Bupati turun langsung ke lokasi, awak media MelintingNews pun menghubungi Camat Merbau Mataram guna meminta penjelasan atas kemarahan Bupati yang menyatakan tak pernah menerima laporan kondisi jalan yang sesungguhnya.

 

Melalui pesan singkat, Camat Merbau Mataram menyampaikan harapannya: “Mudah-mudahan segera diperbaiki jalannya.” Beliau juga menyebutkan telah menyampaikan tujuh ruas jalan hasil Musrenbang kepada Dinas PUPR.

 

Ketika ditanya langsung terkait kemarahan Bupati yang baru mengetahui kondisi jalan setelah turun sendiri, jawaban Camat sungguh memerinci hati masyarakat:

 

“Siap, saya memang salah. Ya memang salah,” ujar Camat disertai Sticker tawa.

 

Pengakuan yang datang begitu ringan justru semakin mempertegas kebenaran yang selama ini disembunyikan.

 

Camat mengakui kelalaiannya, namun disampaikan tanpa rasa bersalah yang mendalam.

 

Jika tujuh ruas jalan sudah dilaporkan, mengapa Bupati sama sekali tidak mengetahui kondisi jalan yang sudah rusak sejak tahun 2007 itu hingga harus terjebak sendiri di lubang jalan?

 

Pengakuan singkat itu menjadi bukti nyata bahwa laporan yang disampaikan selama ini ternyata belum cukup menyuarakan penderitaan warga.

 

Mengakui kesalahan adalah langkah awal, namun rakyat menuntut perubahan sikap.

 

Jangan lagi biarkan Bupati harus turun sendiri baru mengetahui lubang-lubang yang setiap hari melukai kakinya rakyatnya.

 

 

 

 

Redaksi: MelintingNews

Sumber: Pernyataan Terbuka Bupati

Lampung Selatan, Camat Merbau Mataram

 

Penulis : Sholeh

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Pimpin Apel Akbar 5.000 Peserta Kemah Nasional Pramuka PUI di Sukabumi
Polres Demak Ungkap Pembunuhan Kekasih yang Jasadnya Dibakar
Intruksi Gubernur Mualem kepada Distanbun, Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana
Jatanras Polda Jateng dan Resmob Demak Ungkap Pembunuhan Perempuan, Tersangka Diamankan di Mangkang Semarang
Bobol Toko Baja di Talaga dan Gasak Rp 285 Juta, 3 Komplotan Residivis Lintas Daerah Diringkus Polres Majalengka
POLRI PERKUAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KARHUTLA DI SELURUH WILAYAH
Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu – Sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar
‎Curi Motor di Mushola, Polres Lamtim Amankan Pelaku
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Pimpin Apel Akbar 5.000 Peserta Kemah Nasional Pramuka PUI di Sukabumi

Kamis, 3 September 2026 - 16:51 WIB

Intruksi Gubernur Mualem kepada Distanbun, Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

Kamis, 3 September 2026 - 11:51 WIB

Jatanras Polda Jateng dan Resmob Demak Ungkap Pembunuhan Perempuan, Tersangka Diamankan di Mangkang Semarang

Rabu, 2 September 2026 - 20:08 WIB

Bobol Toko Baja di Talaga dan Gasak Rp 285 Juta, 3 Komplotan Residivis Lintas Daerah Diringkus Polres Majalengka

Rabu, 2 September 2026 - 12:42 WIB

POLRI PERKUAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KARHUTLA DI SELURUH WILAYAH

Berita Terbaru