Pelangsir BBM Bersubsidi Jenis Pertalite Bersarang di SPBU Tarahan Disorot: Nama Pardede Diduga Timbun BBM Ratusan Liter

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan,Tarahan, Melinting news–Pelangsir Bahan bakar minyak jenis pertalite bersarang di SPBU 24-354-60 Tarahan, Kecamatan Katibung tuai sorotan tajam. Dari hasil pantauan di lokasi tersorot mobil jenis Bus Toyota Carry tengah melangsir, di curah ke jerigen kemudian ditimbun.

 

Dikonfirmasi, terduga pelaku Bernama Pardede Melangsir dan penimbun BBM Jenis pertalite terlihat puluhan jerigen berisi ratusan liter di Gudang Pardede, yang beralamat di Desa Rangai Tritunggal, Katibung Lampung selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dia Pardede tidak menepik saat di wawancara wartawan dilokasi nya tersebut.”Iya punya saya, dan tlong jangan di beser-besarkan, nanti saya panggil kawan saya.”ujar Pardede.

 

Menilai hal itu, mendapat sorotan tajam dari ketua KOMANDO GARUDA SAKTI Lampung Tama menilai, persoalan sulitnya masyarakat memperoleh Pertalite tidak semestinya hanya diarahkan kepada pemerintah.

 

Menurutnya, tata kelola dan pengawasan di tingkat SPBU juga perlu dipertanyakan apabila BBM bersubsidi justru diduga diambil menggunakan jerigen dengan menggunakan kendaraan pribadi.

 

“Kami melihat aktivitas pengecoran bahan bakar minyak berjenis pertalite sekala besar-besaran di SPBU 24-354-60 tarahan sebagai tindak kejahatan yang serius ,mengangkangi Pasal 55 undang undang nomor 22 tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi ,ini kejahatan serius APH Harus menindaklanjuti temuan kami dan melakukan proses hukum” ujar Tama.

 

Ia mengatakan, pasokan Pertalite ke wilayah Lampung Selatan pada dasarnya tetap dikirim sebagaimana biasanya.

 

Karena itu, kondisi yang terjadi di lapangan menurutnya tidak tepat jika langsung disebut sebagai panic buying.

 

“kami melakukan investigasi selama satu Minggu di SPBU 2435460 tarahan ,akhirnya menemukan oknum oknum nakal yang kami tangkap basah di lapangan kemudian akan kami laporkan ke pihak penegak hukum,kami berharap APH menyegel dan memberikan hukuman serius” Tegasnya

Baca Juga:  Membayar Rindu Masa Kecil: Wisata Muara Alam Pasir Sakti, Tempat Terbaik Menciptakan Tawa Anak dan Kehangatan Keluarga

 

Tama menegaskan, praktik pengambilan BBM menggunakan jeriken perlu mendapat perhatian serius.

 

Selain menyangkut tata kelola distribusi BBM bersubsidi, penggunaan wadah tersebut juga dinilainya berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

 

“Dari sisi regulasi jelas-jelas bertentangan dengan hukum, Ketentuan hukum penimbunan BBM ,pidana penjara paling lama 6 tahun denda maksimal 60 miliar,oknum pengecor ini penimbun BBM jenis solar yakni berinisial Pardede harus segera di tindak oleh penegak hukum “tegasnya.

 

Tama melihat aktivitas pengecoran dan penimbunan ini semakin mengarah pada penggunaan kendaraan pribadi untuk mengangkut BBM bersubsidi dalam jumlah besar

 

Ia mempertanyakan alasan kendaraan seperti mobil carry digunakan untuk membawa Pertalite menggunakan jerigen.

 

“Pardede oknum penimbun minyak sekala besar BBM jenis pertalite hanya menjawab santai dengan membawa backingan oknum TNI berinisial SRT dengan santai menjawab tidak perlu di besar-besarkan ,” ungkapnya.

 

Tama menegaskan, Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang penyalurannya harus sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

 

Karena itu, pengawasan di tingkat SPBU dinilai penting agar distribusi tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

 

Ia meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada perdebatan mengenai ada atau tidaknya kelangkaan Pertalite.

 

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memastikan BBM bersubsidi yang telah dikirim dapat tersalurkan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran.

 

“Jangan sampai kemudian masyarakat sulit mendapatkan Pertalite, sementara ketika stok datang sudah ada pihak tertentu yang mengambil menggunakan jeriken. Ini yang harus dilihat dan diawasi,” sebutnya.

 

Dalam hal ini Kami minta Institusi Kepolisian segera ambil langkah tegas dan terukur terhadap siapa pun pelaku pelangsir dan menimbun BBM Bersubsidi.”tegasnya Tama.

(RZ).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak
Aksi SIGAP Pascabencana, Ratusan Masker Dibagikan kepada Warga Bandar Lampung
Gerak cepat,PDI Perjuangan Lampung Respons Dampak Abu Vulkanik
Update Terkini: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus — Kolom Abu Tinggi 14,6 Km, BPBD: Pesisir Aman Tetap Patuhi Zona Bahaya
Skandal PNM Mekaar Abung Semuli: Manipulasi Data, Tahan Dana Nasabah, hingga Intimidasi Penagihan Lewat Tengah Malam
KASUS UNIK TARENA AIR SEKOLAH HILANG: Polsek Candipuro Buktikan Ketangguhan Lewat Penanganan Cepat & Tuntas
DI KEROYOK PULUHAN ORANG ?? 🔥 Kepala Dinas Damkar Lampung Selatan Dikeroyok Puluhan Orang dari BPBD dan Satpol PP: Ada Apa?
Kebakaran Lahan & Sampah di Kawasan Waterboom Dayn Kalianda, Dijinakkan Cepat Tanpa Korban Jiwa
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:22 WIB

Tim SAR Gabungan Sisir Selat Sunda Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak

Selasa, 8 September 2026 - 11:31 WIB

Aksi SIGAP Pascabencana, Ratusan Masker Dibagikan kepada Warga Bandar Lampung

Senin, 7 September 2026 - 21:50 WIB

Gerak cepat,PDI Perjuangan Lampung Respons Dampak Abu Vulkanik

Sabtu, 5 September 2026 - 15:05 WIB

Update Terkini: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus — Kolom Abu Tinggi 14,6 Km, BPBD: Pesisir Aman Tetap Patuhi Zona Bahaya

Rabu, 2 September 2026 - 13:02 WIB

Skandal PNM Mekaar Abung Semuli: Manipulasi Data, Tahan Dana Nasabah, hingga Intimidasi Penagihan Lewat Tengah Malam

Berita Terbaru