KALIANDA, Lampung Selatan – MelintingNews, 21 Agustus 2026 — Berita mengejutkan sempat menggema di kawasan Pengayoman, Kecamatan Kalianda, pada Jumat, 21 Agustus 2026 sore. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, tiba-tiba dikelilingi atau “dikeroyok” oleh puluhan personel dari berbagai elemen.
Mulai dari Tim BPBD, Satpol PP, Babinsa, Personel Sabhara Polres Lampung Selatan, hingga masyarakat berbondong-bondong mendekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ternyata, ada alasan mulia di balik kerumunan itu. Mereka bukan menyerang, melainkan bersatu padu di bawah komando Sefri untuk menghadapi musuh yang jauh lebih ganas: Api yang mengamuk melahap lahan seluas ±1 hektar tepat di tengah permukiman warga.
Ancaman Lidah Api yang Mengintai Rumah Penduduk
Situasi sangat kritis dan mencekam. Sekretaris Dinas Damkar, Hendri Gunawan, yang turun memimpin pasukan di garis depan, menceritakan betapa gentingnya detik-detik awal kejadian.
“Kami segera menurunkan 2 unit kendaraan karena lokasi semak belukar yang terbakar berada di jantung pemukiman.
Apinya sudah cukup besar dan berpotensi memakan rumah warga jika terlambat ditangani,” ungkap Hendri dengan nada serius.
Penyebab pastinya pun masih menjadi teka-teki yang menegangkan; apakah berasal dari kelalaian membuang puntung rokok, sisa pembakaran sampah, atau sengaja membakar lahan alang-alang, pihaknya belum bisa memastikan.
Warga Hampir Tak Berdaya Melawan Kobaran
Kepanikan warga tergambar jelas dari keterangan Nara, salah satu warga yang huniannya berada sangat dekat dengan titik api. Ia menceritakan ketidakberdayaannya melawan kekuatan alam yang mengamuk itu.
“Kami sangat ketakutan Pak, apinya ada tepat di belakang rumah kami. Kami sudah berusaha memadamkan sendiri pakai ember air, tapi api malah semakin ganas dan membesar. Kami pikir sudah tamat,” ungkap Nara dengan suara bergetar.
Kemenangan Indah: Keroyokan Personel Menjinakkan Api
Namun, “keroyokan” yang terorganisir di bawah pimpinan Kepala Dinas Sefri Masdian membuahkan hasil yang gemilang.
Sinergi padu antara tim Damkar, BPBD, TNI/Polri, Satpol PP, dan masyarakat berhasil mematahkan serangan api ganas itu. Keberhasilan ini mencegah bencana meluasnya kebakaran ke area hunian warga.
Rasa syukur dan terima kasih yang mendalam pun meluap dari hati warga yang selamat. Salah satu warga menyampaikan apresiasinya melalui pesan singkat yang menyentuh hati:
“Terima kasih Bapak-bapak Tim Damkar dan penolong lainnya. Terima kasih sudah menolong kami tanpa pamrih. Kami tidak akan pernah lupa jasa kalian yang menyelamatkan tempat tinggal kami,” tulisnya penuh haru.
Pesan Penting di Tengah Musim Kering
Di penghujung penanganan kejadian yang mencekam namun berakhir manis ini, Kepala Dinas Sefri Masdian kembali menegaskan pesan penting bagi seluruh masyarakat Lampung Selatan.
“Musim kemarau ini sangat ekstrem dan berisiko tinggi. Saya mengimbau tegas: Jangan pernah membakar sampah atau lahan sekecil apa pun. Percikan api kecil bisa menjadi bencana besar dalam sekejap,” tegas Sefri.
Kini suasana kembali tenang dan damai:
Keroyokan personel yang sempat mengundang tanya itu ternyata Bukan Mengeroyok Kepala Dinas Damkar,
Tapi wujud nyata kekompakan penyelamat yang hadir bagai pahlawan di tengah bahaya. 🚒🇮🇩
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber: Dinas Damkar & Penyelamatan Lampung Selatan
Penulis: Sholeh MelintingNews
Lampung Selatan, 21 Agustus 2026










