PENENGAHAN|MELINTING NEWS,Lampung Selatan — Semangat kecintaan kepada Rasulullah SAW bergema di Desa Rawi, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, ratusan warga antusias mengikuti pawai religi akbar yang memadukan syiar Islam dengan pelestarian budaya nusantara, Selasa (25/8/2026).
Event tahunan ini bukan sekadar prosesi ceremonial, melainkan manifestasi gotong royong warga dari 7 RT di Dusun Rawi Induk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan menempuh rute sejauh 15 hingga 20 kilometer—mulai dari Desa Rawi menuju Desa Pasuruan dan kembali ke Masjid Jami Al-Barokah—para peserta membawa atribut simbolis seperti miniatur masjid, telur hias, hingga replika perahu hias yang sarat makna filosofis.
Sinergi Keamanan dan Kekhusyukan Ibadah
Suksesnya acara ini tidak lepas dari dukungan penuh aparat keamanan.
Terpantau dalam dokumentasi kegiatan, jajaran Polresta/Polsek Penengahan turun langsung mengawal jalannya pawai.
Kehadiran mobil patroli bersambaran lampu rotator dan personel kepolisian di sepanjang rute menjamin ketertiban lalu lintas dan kenyamanan ibadah warga.
Tatang, Koordinator Pelaksana Pawai Religi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian menjadi kunci kelancaran acara.
“Alhamdulillah, pawai tiba di garis finis dalam keadaan tertib, aman, dan selamat. Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Penengahan yang telah mengawal kami dari awal hingga akhir. Dukungan ini membuat warga merasa tenang dan fokus pada syiar agama,” ujarnya.
Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi
Kepala Desa Rawi, M. Amin, menjelaskan bahwa pawai ini dirancang khusus untuk warga Rawi Induk, sementara warga dari dusun lain (Selapan, Terkabu, dan Batu Parahu) bergabung dalam doa bersama di masjid mengingat jarak tempuh yang cukup jauh.
“Acara ini adalah wujud pelestarian budaya lokal. Kita menggabungkan nilai-nilai keagamaan yang luhur dengan kearifan nusantara yang sudah turun-temurun.
Ini juga momen strategis untuk mempererat silaturahmi antarwarga, lintas RT/RW, dan lembaga pendidikan Islam di desa kami,” jelas M. Amin di sela-sela kegiatan.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada tamu undangan dari desa tetangga yang telah hadir memberikan dukungan moral, meski tidak mengikuti seluruh rute pawai.
Harapan untuk Tahun Depan
Ketua Pelaksana Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Desa Rawi, Ustadz Supriadi, menambahkan bahwa pawai religi dan doa bersama merupakan puncak dari rangkaian kegiatan PHBI tahun ini.
“Kemeriahan hari ini adalah buah dari kekompakan semua pihak. Kami berharap di tahun depan, acara Maulid Nabi di Desa Rawi bisa dilaksanakan dengan skala yang lebih besar lagi, semakin meriah, dan semakin bermakna bagi generasi muda,” tutupnya.
Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Desa Rawi berhasil membuktikan bahwa tradisi religius dapat berjalan beriringan dengan tata kelola keamanan modern, menciptakan harmoni sosial yang kuat di tengah masyarakat pedesaan Lampung Selatan.
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber : Kepala Desa Rawi Penengahan Lampung Selatan
Penulis : Sholeh










