BPBD Lampung Selatan Bentuk Enam Desa Tangguh Bencana Tahun 2026, Bangun Kesiapsiagaan Sejak Tingkat Terbawah

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN – MelintingNews, 9 Agustus 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) pada tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di masing-masing desa bertujuan membangun kesiapsiagaan, kemandirian, dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di lingkungannya sendiri.

 

Adapun desa-desa yang menjadi sasaran pembentukan Destana tahun ini meliputi: Desa Legundi di Kecamatan Ketapang; Desa Bandan Hurip di Kecamatan Palas; Desa Keliling dan Desa Way Kalam di Kecamatan Penengahan; serta Desa Hargo Pancuran dan Desa Batu Balak di Kecamatan Rajabasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di setiap desa akan dibentuk tim yang beranggotakan 30 orang, yang terdiri dari unsur Aparatur Desa, Tim Penggerak PKK Desa, Tokoh Agama, Bidan Desa, Tokoh Pemuda, serta berbagai elemen dan potensi masyarakat lainnya. Dengan melibatkan segenap lapisan masyarakat, diharapkan kesadaran dan kesiapan menghadapi bencana tumbuh merata hingga ke pelosok desa.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, S.H., menyampaikan bahwa pembentukan Destana bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi keselamatan bagi masa depan masyarakat.

 

“Ketangguhan suatu daerah dimulai dari kesiapan di tingkat paling bawah, yaitu di desa. Ketika warga desa paham dan mampu menanggulangi risiko bencana yang mengancamnya, maka beban dan dampak yang akan timbul dapat kita tekan seminimal mungkin.

 

Saya berharap setiap unsur yang terlibat dapat bekerja dengan sungguh-sungguh, menyatukan kekuatan, dan menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai budaya yang tumbuh di hati setiap warga,” ujar Maturidi.

Baca Juga:  Setelah Tujuh Hari Penyisiran Menyeluruh, Operasi SAR Korban Jatuh dari KMP Batumandi Resmi Dihentikan

 

Sementara itu, Koordinator Teknis Program, Erwan Fatriansyah, S.E., M.M., menjelaskan makna dibentuknya tim penggerak di setiap desa.

 

“Kami menyusun program ini dengan harapan agar setiap desa memiliki kemampuan mandiri dalam mengenali bahaya, mengurangi risiko, serta mampu menolong diri sendiri sebelum bantuan datang.

 

Tiga puluh orang yang dibentuk di setiap desa itu adalah garda terdepan yang kelak menjadi penggerak keselamatan di lingkungannya. Oleh sebab itu, kami melibatkan berbagai unsur agar semakin kokoh benteng keselamatan yang kita bangun bersama,” tegas Erwan.

 

Koordinator Operasional Lapangan, Nurma Suri, S.E., menambahkan bahwa pendampingan dilakukan langsung ke tengah masyarakat agar pemahaman dan keterampilan benar-benar dipahami hingga ke keluarga terkecil.

 

“Kami turun langsung agar apa yang dipelajari mampu diterapkan dan disosialisasikan kembali kepada warga desa.

 

Setiap desa memiliki kondisi dan potensi bahaya yang berbeda, sehingga pendampingan pun kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kekuatan Destana ada pada kebersamaan dan kesiapan seluruh elemen masyarakat yang bersatu hati,” ungkap Nurma Suri.

 

Pembentukan Desa Tangguh Bencana merupakan langkah strategis agar setiap desa memiliki kemampuan mandiri dalam mengenali ancaman, mengurangi risiko, serta sigap bertindak apabila bencana sewaktu-waktu terjadi.

 

Kekuatan utama ketangguhan daerah sesungguhnya bermula dari kesiapan dan kesatuan hati masyarakat di setiap desa.

 

 

 

Redaksi : MelintingNews

 

Sumber: BPBD Kabupaten Lampung Selatan

 

 

Penulis : Sholeh

Lampung Selatan, 9 Agustus 2026

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUA ORANG TERJEPIT DALAM KECELAKAAN MOBIL DI CANDIMAS, KEDUANYA BERHASIL DIEVAKUASI SELAMAT
Respons Cepat Basarnas, Empat Nelayan Selamat dari Insiden Kapal Mati Mesin di Krakatau
ABK Terjatuh dari Kapal Nelayan di Perairan Pulau Kelagian, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Setelah Tujuh Hari Penyisiran Menyeluruh, Operasi SAR Korban Jatuh dari KMP Batumandi Resmi Dihentikan
Lansia Tenggelam Saat Menyeberang Sungai di Tulang Bawang, Ditemukan Meninggal Dunia
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Lampung Utara
Basarnas Lampung Beserta Tim SAR Gabungan Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung
Operasi SAR Hari Ketujuh, Korban Terseret Arus Sungai di Pringsewu Dinyatakan Hilang
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:02 WIB

DUA ORANG TERJEPIT DALAM KECELAKAAN MOBIL DI CANDIMAS, KEDUANYA BERHASIL DIEVAKUASI SELAMAT

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:31 WIB

BPBD Lampung Selatan Bentuk Enam Desa Tangguh Bencana Tahun 2026, Bangun Kesiapsiagaan Sejak Tingkat Terbawah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Respons Cepat Basarnas, Empat Nelayan Selamat dari Insiden Kapal Mati Mesin di Krakatau

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:08 WIB

ABK Terjatuh dari Kapal Nelayan di Perairan Pulau Kelagian, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Setelah Tujuh Hari Penyisiran Menyeluruh, Operasi SAR Korban Jatuh dari KMP Batumandi Resmi Dihentikan

Berita Terbaru