Lampung Selatan — MelintingNews 16 Juli 2026 – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap penumpang yang dilaporkan terjatuh dari kapal feri KMP Batumandi di perairan sekitar Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, secara resmi ditutup pada Rabu (15/7). Keputusan ini diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian maksimal selama tujuh hari berturut-turut tanpa hasil penemuan korban.
Korban teridentifikasi sebagai Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), perempuan, warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak laporan kejadian diterima, tim telah mengerahkan berbagai unsur dan peralatan canggih untuk menelusuri titik perairan Selat Sunda yang diperkirakan menjadi lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada hari terakhir operasi, tim kembali melakukan penyisiran luas sejak pagi hari menggunakan kapal RIB 02. Berdasarkan analisis pergerakan arus melalui sistem SAR Map Prediction, fokus pencarian diarahkan ke kawasan perairan sekitar Pulau Sebuku hingga Pulau Sebesi. Hingga batas waktu operasi sore hari, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara mewakili Kepala Kantor Basarnas Lampung menyampaikan bahwa seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia telah dikerahkan secara optimal.
“Selama tujuh hari berjalan, tim telah menyisir permukaan laut, melakukan pemetaan pergerakan arus, serta berkoordinasi erat dengan seluruh unsur penunjang dan masyarakat nelayan di sekitar lokasi. Namun hingga batas waktu yang disepakati, korban belum berhasil ditemukan,” ungkap Rezie Saat di konfirmasi Oleh Tim MelintingNews pada Rabu pagi pukul 07.54 WIB
Penghentian operasi ini merupakan hasil kesepakatan bulat dalam musyawarah evaluasi yang melibatkan seluruh unsur SAR Gabungan serta pihak keluarga korban yang diwakili oleh Saladin (paman korban).
“Berdasarkan hasil evaluasi teknis dan persetujuan keluarga, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dengan status korban dinyatakan hilang.
Kami menegaskan, apabila di kemudian hari ada informasi atau tanda keberadaan korban, Basarnas siap membuka kembali operasi pencarian kapan saja,” tegasnya.
Operasi ini melibatkan personel dari Pos SAR Bakauheni, Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Lampung Selatan, TNI AL Pos Kalianda, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, serta perwakilan keluarga.
Selama proses berlangsung, tim menghadapi kendala teknis berupa arus bawah laut yang cukup deras serta keterbatasan jangkauan sinyal komunikasi di wilayah pencarian.
Basarnas Lampung juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi, untuk segera melaporkan kepada petugas jika menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Basarnas 115 atau Com Center Basarnas Lampung di nomor 0812 8004 8006.
Dengan berakhirnya operasi, seluruh personel dan peralatan yang terlibat kini telah dikembalikan ke satuan masing-masing.
Pihak penyelenggara operasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, kerja sama, dan sinergi yang terjalin selama proses pencarian berlangsung.
Redaksi : MelintingNews
Sumber: Kepala Pos SAR Bakauheni
Penulis & Editor : Sholeh MTV










