Soroti Potensi Pencemaran Lingkungan Warga Komplek Kejaksaan Medan Tolak Operasional Dapur MBG dan Lapor Ke Senator M.Nuh

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melintingnews.com|Medan, Warga Jalan Kasmala, Komplek Kejaksaan, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pengoperasian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan permukiman mereka. Penolakan itu diwujudkan dengan pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis di lingkungan komplek.

 

Aspirasi warga tersebut turut disampaikan kepada Anggota DPD RI, Muhammad Nuh. Menurutnya, berdasarkan laporan warga bernama Basyir, terdapat sebuah rumah di kawasan tersebut yang diduga tengah dipersiapkan menjadi lokasi operasional dapur MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Masyarakat melaporkan adanya rumah yang mulai disiapkan untuk operasional dapur MBG.

 

Warga kompak menolak karena khawatir terhadap dampak polusi lingkungan, potensi limbah, serta buruknya sistem drainase di kawasan ini,” ujar Nuh kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

 

 

 

Ia menjelaskan, penolakan warga didasari sejumlah alasan krusial. Selain lokasi yang berada di zona R2 atau kawasan permukiman, bukan kawasan industri maupun komersial, aktivitas produksi makanan dalam skala besar juga dinilai tidak layak dilakukan di tengah lingkungan hunian padat penduduk.

 

Warga juga menyoroti dugaan belum adanya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta izin operasional lain yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas tersebut.

Baca Juga:  Dua Calon Wakil Bupati Way Kanan Resmi Mendaftar ke DPRD, Salah Satunya Soni Setiawan, ST, MH

 

 

 

Di sisi lain, kondisi drainase yang dinilai buruk dikhawatirkan tidak mampu menampung limbah operasional dapur, sehingga berpotensi memicu genangan, bau tidak sedap, hingga pencemaran lingkungan.

 

Tak hanya itu, warga turut mencemaskan dampak jangka panjang terhadap keamanan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan apabila operasional dapur MBG tetap dijalankan di kawasan tersebut.

 

Menanggapi keluhan itu, Muhammad Nuh menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, alih fungsi rumah tinggal menjadi lokasi produksi skala besar tanpa kajian yang komprehensif berpotensi menimbulkan persoalan sosial maupun lingkungan.

 

Untuk mencegah konflik berkepanjangan, ia mendesak pemerintah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Medan dan DPRD setempat agar segera memfasilitasi dialog antara warga dan pihak terkait.

 

“Kita berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui mediasi yang terbuka dan adil. Ketenteraman warga harus menjadi prioritas,” tegasnya.

 

Senator asal Sumatera Utara itu juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga Komplek Kejaksaan hingga tercapai solusi terbaik yang mengedepankan kepentingan bersama serta keberlanjutan lingkungan.

(Tim).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NOT FOR PRAISE, NOT FOR SHOW” — Camat Jati Agung Extends Compassion, Delivers Aid & Medical Supplies to Ailing Residents
CAMAT DAN SEKCAM SRAGI AJAK WARGA BERSUZUD : ISTISQA’ BERJAMAAH MENYATUKAN DOA MEMOHON HUJAN
Camat Bakauheni Sukses Pimpin Langkah Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau: Sinergi Penuh, Respons Cepat di Tengah Ancaman Abu Vulkanik
Camat Penengahan & Kades Kekiling Wujudkan Penerangan Jalan di Fly Over Tol Dusun Kayubi: Zona Rawan Kini Menjadi Lebih Aman!
DPP AKAR Lampung Akan Duduki Kementerian Kehutanan RI, Soroti Pemanfaatan Hutan Register dan Kawasan Konservasi
DPP Relawan PRANTARA Indonesia Serahkan Bantuan Logistik Gempa NTT melalui PMI Manggarai Barat
Jaga Gunung Rajabasa: BPBD Instruksikan Penengahan, Bakauheni dan Ketapang Perkuat Pertahanan Cegah Karhutla
DUGAAN PROYEK SILUMAN : Proyek Jembatan Way Mekarjaya Tanpa Jejak, Kades Dan Camat Merbau Mataram Pun Mengaku Tak Tahu
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:18 WIB

NOT FOR PRAISE, NOT FOR SHOW” — Camat Jati Agung Extends Compassion, Delivers Aid & Medical Supplies to Ailing Residents

Kamis, 10 September 2026 - 11:19 WIB

CAMAT DAN SEKCAM SRAGI AJAK WARGA BERSUZUD : ISTISQA’ BERJAMAAH MENYATUKAN DOA MEMOHON HUJAN

Senin, 7 September 2026 - 16:23 WIB

Camat Bakauheni Sukses Pimpin Langkah Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau: Sinergi Penuh, Respons Cepat di Tengah Ancaman Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 12:50 WIB

Camat Penengahan & Kades Kekiling Wujudkan Penerangan Jalan di Fly Over Tol Dusun Kayubi: Zona Rawan Kini Menjadi Lebih Aman!

Sabtu, 5 September 2026 - 19:41 WIB

DPP AKAR Lampung Akan Duduki Kementerian Kehutanan RI, Soroti Pemanfaatan Hutan Register dan Kawasan Konservasi

Berita Terbaru