JAKARTA | MELINTINGNEWS.COM – Fast Respon Indonesia Center (FRIC) memberikan penghormatan tertinggi atas keberhasilan Bareskrim Polri yang telah mengeksekusi operasi besar-besaran dalam memberantas sindikat penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi di 33 provinsi. Keberhasilan mengungkap 755 kasus dengan kerugian negara mencapai Rp1,26 Triliun dinilai sebagai pencapaian monumental dalam sejarah penegakan hukum sektor energi.
Dalam keterangannya pada Kamis (09/04/2026), Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menyatakan bahwa langkah berani Bareskrim bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan upaya penyelamatan martabat kedaulatan energi nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Angka 1,26 Triliun Rupiah bukan sekadar statistik. Itu adalah hak rakyat kecil, petani, dan nelayan yang selama ini dijarah oleh mafia.
Keberhasilan Bareskrim Polri membongkar 755 kasus ini adalah bukti bahwa negara tidak kalah oleh mafia. Ini adalah prestasi yang wajib diapresiasi langsung oleh Presiden,” tegas H. Dian Surahman.
Data Kejahatan yang Dilumpuhkan
Operasi maraton yang berlangsung dari tahun 2025 hingga awal 2026 ini berhasil mengamankan barang bukti dalam skala masif:
Penyelamatan Solar Subsidi: 1,18 Juta Liter (Menjamin mobilitas logistik rakyat).
Penyelamatan Pertalite: 127 Ribu Liter.
Penyelamatan Gas LPG: 17.526 Tabung (Melindungi kebutuhan dapur masyarakat).
Tersangka: 672 orang yang kini tengah menjalani proses hukum intensif.
Ultimatum Tanpa Kompromi: “Kamu Nekat, Saya Sikat”
Rilis ini juga menyoroti ketegasan pimpinan Bareskrim. Pernyataan ikonik dari Wakabareskrim Polri, “Kamu Nekat, Saya Sikat”, kini menjadi momok menakutkan bagi para spekulan dan mafia migas di seluruh pelosok negeri.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter), Brigjen Pol Irhamni, menegaskan bahwa Polri tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi praktik “kencing” BBM maupun pengoplosan gas. Polri berkomitmen memastikan setiap rupiah subsidi yang dikeluarkan pemerintah benar-benar mendarat di tangan masyarakat yang berhak.
Seruan FRIC: Kawal Hingga Akar
H. Dian Surahman menambahkan bahwa FRIC akan berada di garda terdepan untuk mendukung Polri dalam mengawal distribusi energi nasional. Ia menginstruksikan seluruh jajaran FRIC di daerah untuk bersinergi dengan aparat kepolisian.
“Bareskrim telah bekerja dengan standar profesionalisme yang luar biasa. Sekarang tugas kita sebagai masyarakat adalah memastikan api keberanian ini tidak padam. Kami mendukung penuh Polri untuk menyikat habis siapa pun aktor intelektual di balik mafia migas ini tanpa pandang bulu,” tutupnya.
(AR).










