Home / TNI

Lawan Karhutla Way Kambas Harus Cepat, Terpadu, dan Tidak Menunggu Api Membesar

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG TIMUR |MELINTING NEWS — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan mengedepankan deteksi dini. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengancam kawasan konservasi.

 

Hal itu ditegaskan Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki usai mengikuti rapat koordinasi dan peninjauan lapangan di Posko Karhutla, Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja Selebah, Lampung Timur, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rapat dipimpin Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dan dihadiri Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, serta unsur BPBD, Manggala Agni, pengelola TNWK, dan organisasi nonpemerintah (NGO) konservasi.

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla di kawasan konservasi TNWK.

 

Kepala Balai TNWK M. Zaidi memaparkan kondisi kawasan, potensi kerawanan karhutla, serta langkah penanganannya. TNWK memiliki luas 125.631 hektare yang terbagi dalam lima zona, yakni zona inti, penyangga, pemanfaatan, rehabilitasi, dan khusus. Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem dan habitat satwa, khususnya gajah Sumatera.

 

Pangdam XXI/Radin Inten menegaskan penanganan karhutla tidak boleh bersifat reaktif. Deteksi dini, patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapan personel dan peralatan harus diperkuat.

 

“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Deteksi dini, patroli rutin, pemetaan daerah rawan, dan kesiapsiagaan personel harus menjadi prioritas. Karhutla ini tanggung jawab kita bersama,” tegas Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat di sekitar TNWK agar ikut menjaga kelestarian hutan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

 

“Jangan gadaikan kelestarian hutan demi kepentingan sesaat. Way Kambas adalah aset kita, aset anak cucu. Pencegahan harus dimulai dari rumah kita sendiri,” ujarnya.

 

Sejalan dengan arahan tersebut, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan kesiapan jajarannya memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan respons cepat di lapangan.

Baca Juga:  Pangdam XXI/RI Perkuat Ketahanan Pangan, Sambut Kunjungan Mentan RI ke Lampung

 

“Korem 043/Gatam akan terus memperkuat koordinasi. Kuncinya sinergi dan respons cepat. Jangan biarkan persoalan kecil menjadi bencana besar,” tegas Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.

 

Menurut dia, kesiapsiagaan harus didukung komunikasi yang efektif, pemantauan wilayah secara berkelanjutan, serta kemampuan personel bergerak cepat ketika ditemukan indikasi titik api. Dengan demikian, potensi karhutla dapat segera dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak ekologis maupun sosial yang lebih besar.

 

Dari sisi penegakan hukum, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan tidak ada toleransi terhadap pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Ia mengapresiasi kerja seluruh unsur di lapangan dan meminta setiap tindakan yang mengandung unsur kesengajaan diproses sesuai ketentuan hukum.

 

“Jika ditemukan unsur kesengajaan, proses hukum harus tegas. Tidak ada kompromi,” tegas Irjen Pol. Helfi Assegaf.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela mendukung penguatan pencegahan melalui patroli intensif, pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, dan respons cepat. Ia juga mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.

 

Usai rapat, rombongan meninjau titik penyeberangan tanggul di Desa Braja Luhur. Di lokasi tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten mengecek kesiapan Tim Alva TNWK sekaligus melihat kondisi medan yang berpotensi menjadi titik api.

 

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur komunikasi sehingga seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi karhutla. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari sistem penanganan yang harus berjalan selama 24 jam.

 

Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola TNWK, Manggala Agni, masyarakat, dan unsur konservasi diharapkan mampu membangun sistem penanganan karhutla yang terpadu, mulai dari pencegahan, deteksi dini, patroli, pemadaman, hingga penegakan hukum.

 

Menjaga Way Kambas bukan sekadar melindungi kawasan hutan, tetapi juga mempertahankan habitat satwa, menjaga kualitas lingkungan, dan memastikan warisan alam tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BUPATI PASAWARAN SAMBANGI MAKO BRIGIF 4 MAR/BS PERKUAT KEBERSAMAAN DAN SINERGI
Brigif 4 Marinir/BS Latih Tim Rescue Ransus Damkar, Siap Hadapi Ancaman Karhutla
TNI AL TEMUKAN PELAMPUNG DI PERAIRAN CIKONENG ANYER: PENCARIAN LIMA JURNALIS DI SEKITAR ANAK KRAKATAU TERUS BERLANJUT
GEBRAKAN “SEJUTA POHON”: TANAM MANGROVE DI BAKAUHENI, SINERGI TNI-POLRI-PEMDA-WARGA PERKUAT PERTAHANAN PESISIR
Danrem Gatam: Jembatan Ini Penghubung Harapan dan Masa Depan Anak-Anak
Lanal Lampung Bersama Forkopimda Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menggunakan KRI Lepu-861
Haornas ke-43, Korem 043/Gatam Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Danlanal Lampung Membagikan Masker untuk Mengantisipasi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:02 WIB

BUPATI PASAWARAN SAMBANGI MAKO BRIGIF 4 MAR/BS PERKUAT KEBERSAMAAN DAN SINERGI

Jumat, 11 September 2026 - 12:28 WIB

Brigif 4 Marinir/BS Latih Tim Rescue Ransus Damkar, Siap Hadapi Ancaman Karhutla

Kamis, 10 September 2026 - 19:56 WIB

TNI AL TEMUKAN PELAMPUNG DI PERAIRAN CIKONENG ANYER: PENCARIAN LIMA JURNALIS DI SEKITAR ANAK KRAKATAU TERUS BERLANJUT

Kamis, 10 September 2026 - 07:39 WIB

GEBRAKAN “SEJUTA POHON”: TANAM MANGROVE DI BAKAUHENI, SINERGI TNI-POLRI-PEMDA-WARGA PERKUAT PERTAHANAN PESISIR

Rabu, 9 September 2026 - 18:55 WIB

Danrem Gatam: Jembatan Ini Penghubung Harapan dan Masa Depan Anak-Anak

Berita Terbaru