BAKAUHENI, Lampung Selatan — MelintingNews, 10 September 2026 — Di tepian pantai Bakauheni yang menghadap langsung ke Selat Sunda, ribuan bibit pohon mangrove ditanam bersama dalam gerakan bertema “Sejuta Pohon”. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial penghijauan, melainkan ikhtiar nyata memperkuat benteng alami sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gelombang besar maupun abrasi laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini dipimpin langsung oleh
Danramil 421-03/Penengahan, Kapten Arm Darwin Lubis, Camat Bakauheni, Sidik, S.H., M.M. beriringan dengan
Polri, pemerintah desa, dan warga setempat.
DANRAMIL KAPTEN ARM DARWIN LUBIS: “YANG KITA TANAM BUKAN HANYA POHON, TAPI HARAPAN BERSAMA”
Memimpin langsung penanaman, Kapten Darwin Lubis menegaskan makna mendalam di balik setiap bibit yang tertanam di tanah lumpur:
“Kita turun ke sini bukan sekadar menanam lalu pulang. Ini wujud kepedulian kita bersama terhadap lingkungan, sekaligus langkah nyata mitigasi bencana.
Dengan menjaga kawasan pesisir, kita sedang memastikan masyarakat semakin siap menghadapi kemungkinan datangnya gelombang besar maupun dampak bencana lainnya.” Tegas Danramil Penuh Semangat
Ia menjelaskan peran vital mangrove yang tak tergantikan:
“Mangrove menjaga keseimbangan ekosistem pantai sekaligus meredam kekuatan ombak sebelum menyentuh daratan. Akar-akarnya yang kokoh menahan tanah agar tak terkikis, memecah tenaga air agar tak merusak pemukiman. Inilah pertahanan pertama kita.” Paparnya
Danramil menambahkan pesan yang menyentuh setiap warga yang hadir:
“Yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon — melainkan bagian dari ikhtiar menjaga lingkungan sekaligus melindungi wilayah tempat kita tinggal. Karena itu, tugas kita belum selesai saat bibit tertanam.
Mangrove ini wajib dirawat dan dijaga bersama-sama, agar tumbuh menjadi pelindung yang nyata bagi semua.
Ia juga menekankan kekuatan kebersamaan lintas unsur:
“Sinergi TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan masyarakat inilah kunci utamanya. Koordinasi antarunsur harus terus diperkuat.
Jika sewaktu-waktu bencana datang, seluruh pihak sudah paham apa yang harus dilakukan, sudah terbiasa bergerak bersama. Itulah kesiapsiagaan yang sesungguhnya.” Tegasnya
CAMAT BAKAUHENI SIDIK, S.H., M.M.: “APRESIASI SETINGGI-TINGGINYA KEPADA TNI DAN POLRI — INI CONTOH PENGABDIAN NYATA”
Sementara itu, Camat Bakauheni, Sidik dalam Keterangan Tertulisnya kepada MelintingNews, Menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus harapan kepada seluruh peserta:
“Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI dan Polri yang telah turun langsung ke lapangan bersama kami.
Kehadiran Bapak-bapak sekalian bukan sekadar menambah jumlah peserta, melainkan menjadi penggerak semangat sekaligus bukti nyata pengabdian kepada masyarakat.
Terima kasih telah hadir dan berjuang bersama warga Bakauheni,” ungkapnya.
“Saya melihat langsung semangat yang luar biasa dilapangan — TNI, Polri, perangkat desa, dan warga semua turun bersama di tepi pantai ini.
Inilah bukti bahwa kita satu keluarga, satu tujuan: melindungi tanah tempat kita hidup,” tegasnya.
“Pesisir Bakauheni bukan sekadar garis batas antara daratan dan laut. Ini adalah rumah kita.
Jika pesisir ini tergerus, yang hilang bukan hanya tanah — melainkan tempat tinggal, mata pencaharian, dan masa depan anak-anak kita. Menanam mangrove berarti menanam pertahanan paling kokoh yang kita miliki,” ujarnya.
Ia mengajak warga tak berhenti pada penanaman saja:
“Akar mangrove itu seperti tangan yang saling bergenggam — kuat menahan ombak, kokoh mempertahankan tanah. Begitu pula kita. Sinergi yang terjalin hari ini harus terus dijaga, bukan hanya saat menanam, tapi setiap hari. Bersama-sama kita kuat, terpisah kita rapuh.
“Saya berpesan kepada seluruh warga: bibit yang tertanam ini butuh perawatan. Jangan biarkan mati. Mari kita jaga bersama, pantau tumbuhnya, lindungi dari kerusakan. Satu pohon yang tumbuh akan melindungi puluhan rumah. Ratusan pohon yang tumbuh akan melindungi seluruh wilayah kita,” tegasnya.
“Pemerintah Kecamatan Bakauheni akan terus mendukung langkah pelestarian ini. Kami berkomitmen menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Alam yang terjaga adalah kekayaan paling berharga yang bisa kita wariskan kepada generasi mendatang,” pungkas Camat
🌊 PENUTUP: SATU TANAH, SATU HARAPAN
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Setiap peserta menyisakan jejak kepeduliannya di pesisir Bakauheni — berharap pohon yang ditanam hari ini tumbuh menjadi hutan pelindung yang kokoh, tempat ikan berkembang biak, dan benteng yang tak akan menyerah pada ombak.
Menjaga mangrove bukan tugas satu pihak saja — melainkan tugas kita semua. Karena hutan bakau yang tumbuh sehat berarti rumah yang terlindungi, masa depan yang lebih aman.
Redaksi: Melinting News
Lokasi: Pesisir Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan
Narasumber: Kapten Arm Darwin Lubis (Danramil 421-03/Penengahan) & Sidik, S.H., M.M. (Camat Bakauheni)
📅 Tanggal: 10 September 2026
Penulis : Sholeh










