Ketum FWJ Indonesia: Beda HPS dan HPN, Ini Penjelasannya

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MELINTING NEWS |JAKARTA – Hari Pers Sedunia (HPS) menjadi pengingat penting bagi semua wartawan di dunia. Peringatan itu telah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebebasan pers dan mengingatkan pemerintah akan kewajiban mereka untuk menghormati hak atas kebebasan berekspresi.

 

Istilahnya World Press Freedom Day menjadi dedikasi dan loyalitas tinggi bagi profesi jurnalis yang telah ditetapkan Majelis PBB setiap tanggal 3 Mei. Hal itu dikatakan Ketum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan Pers nya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hari Pers Sedunia lanjut Opan memiliki tujuan utama sebagai momentum untuk mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia, membela media dari serangan terhadap independensi, serta memberikan penghormatan kepada jurnalis yang mendapatkan persekusi hingga kehilangan nyawa dalam menjalankan profesinya.

 

“Untuk itu kami FWJ Indonesia yang didukung Word Peace Organization (WPO) akan memperingati HPS tanggal 2 – 3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar Puncak Bogor Jawa Barat. Kenapa harus tanggal 3 Mei? Tentunya tanggal itu memiliki arti penting dalam sejarah kebebasan Pers. Perlu diingat deklarasi Windhoek sebagai pernyataan prinsip-prinsip pers bebas yang disusun oleh jurnalis Afrika di Namibia pada tahun 1991. “Jelas Opan.

 

Peringatan World Press Freedom Day nanti, kata Opan akan dihadiri dari perwakilan tingkat pusat, Provinsi dan korwil tingkat Kota / Kabupaten se Indonesia sedikitnya 150 wartawan – 300 wartawan dari berbagai media yang tergabung di FWJ Indonesia. “Ucapnya.

 

Lebih rinci, Opan mengatakan UNESCO biasanya dibulan itu menyelenggarakan konferensi global setiap tahunnya untuk membahas isu-isu terkini seputar etika profesi dan tantangan jurnalisme.

 

Dalam konteks ini, Opan juga memberi pemahaman perbedaan Hari Pers Sedunia (HPS) dengan Hari Pers Nasional (HPN). Dia menyebut perbedaan itu sangat jelas antara perayaan tingkat dunia dan nasional di Indonesia.

 

“Kalau Hari Pers Sedunia (HPS) merupakan tonggak kedaulatan kebebasan pers dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei dengan skala Internasional. Sedangkan

Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan setiap 9 Februari yang jelas bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). “Pungkas Opan.[]

_rilis resmi DPP FWJ Indonesia_

*Ketum FWJ Indonesia: HPS Menjadi Tonggak Bersejarah Kebebasan Pers*

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Polri Presisi, Ketum FRIC H. Dian Surahman Hadiri Silaturahmi Akpol 95 Patria Tama

*Kibarkan Kebebasan Pers, FWJ Indonesia Bersama WPO Akan Gelar Hari Pers Sedunia*

*Ketum FWJ Indonesia: Beda HPS dan HPN, Ini Penjelasannya*

JAKARTA | Hari Pers Sedunia (HPS) menjadi pengingat penting bagi semua wartawan di dunia. Peringatan itu telah ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebebasan pers dan mengingatkan pemerintah akan kewajiban mereka untuk menghormati hak atas kebebasan berekspresi.

Istilahnya World Press Freedom Day menjadi dedikasi dan loyalitas tinggi bagi profesi jurnalis yang telah ditetapkan Majelis PBB setiap tanggal 3 Mei. Hal itu dikatakan Ketum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan dalam keterangan Pers nya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Hari Pers Sedunia lanjut Opan memiliki tujuan utama sebagai momentum untuk mengevaluasi kebebasan pers di seluruh dunia, membela media dari serangan terhadap independensi, serta memberikan penghormatan kepada jurnalis yang mendapatkan persekusi hingga kehilangan nyawa dalam menjalankan profesinya.

“Untuk itu kami FWJ Indonesia yang didukung Word Peace Organization (WPO) akan memperingati HPS tanggal 2 – 3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar Puncak Bogor Jawa Barat. Kenapa harus tanggal 3 Mei? Tentunya tanggal itu memiliki arti penting dalam sejarah kebebasan Pers. Perlu diingat deklarasi Windhoek sebagai pernyataan prinsip-prinsip pers bebas yang disusun oleh jurnalis Afrika di Namibia pada tahun 1991. “Jelas Opan.

Peringatan World Press Freedom Day nanti, kata Opan akan dihadiri dari perwakilan tingkat pusat, Provinsi dan korwil tingkat Kota / Kabupaten se Indonesia sedikitnya 150 wartawan – 300 wartawan dari berbagai media yang tergabung di FWJ Indonesia. “Ucapnya.

Lebih rinci, Opan mengatakan UNESCO biasanya dibulan itu menyelenggarakan konferensi global setiap tahunnya untuk membahas isu-isu terkini seputar etika profesi dan tantangan jurnalisme.

Dalam konteks ini, Opan juga memberi pemahaman perbedaan Hari Pers Sedunia (HPS) dengan Hari Pers Nasional (HPN). Dia menyebut perbedaan itu sangat jelas antara perayaan tingkat dunia dan nasional di Indonesia.

“Kalau Hari Pers Sedunia (HPS) merupakan tonggak kedaulatan kebebasan pers dunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei dengan skala Internasional. Sedangkan
Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan setiap 9 Februari yang jelas bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). “Pungkas Opan.

[Amir]

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum FRIC H. Dian Surahman Tegaskan Pentingnya Asas Pembuktian dalam Penegakan Hukum: “Actori Incumbit Probatio Harus Jadi Pegangan”
Ketum FRIC dan Seluruh Jajaran se-Indonesia Ucapkan Selamat Hari Kartini 21 April 2026
Ketum FRIC H. Dian Surahman: Toleransi Adalah Pilar Utama Persatuan Bangsa, Tidak Boleh Ditawar
Perkuat Sinergi Polri Presisi, Ketum FRIC H. Dian Surahman Hadiri Silaturahmi Akpol 95 Patria Tama
Perkuat Sinergi, Ketum FRIC H. Dian Surahman Sambangi Mabes Polri, Disambut Jajaran Humas Polri
Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC) Tegaskan Pentingnya Implementasi Penegakan Hukum yang Konsisten dan Tegas
Fast Respon Indonesia Center Apresiasi Layanan Call Center 110 Polri Modernisasi Langkah Tepat Pelayanan Darurat Polri Untuk Masyarakat
Ketua Umum FRIC Presisi Polri Imbau Pemudik Arus Balik Waspada di Jalur Gentong Tasikmalaya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:44 WIB

Ketum FRIC H. Dian Surahman Tegaskan Pentingnya Asas Pembuktian dalam Penegakan Hukum: “Actori Incumbit Probatio Harus Jadi Pegangan”

Kamis, 23 April 2026 - 23:41 WIB

Ketum FWJ Indonesia: Beda HPS dan HPN, Ini Penjelasannya

Selasa, 21 April 2026 - 21:10 WIB

Ketum FRIC dan Seluruh Jajaran se-Indonesia Ucapkan Selamat Hari Kartini 21 April 2026

Kamis, 9 April 2026 - 20:35 WIB

Ketum FRIC H. Dian Surahman: Toleransi Adalah Pilar Utama Persatuan Bangsa, Tidak Boleh Ditawar

Rabu, 8 April 2026 - 11:22 WIB

Perkuat Sinergi Polri Presisi, Ketum FRIC H. Dian Surahman Hadiri Silaturahmi Akpol 95 Patria Tama

Berita Terbaru

Palembang

Pemkot Bandar Lampung, Kembali Raih Penghargaan dari Kemendagri

Minggu, 26 Apr 2026 - 09:16 WIB