SERANG, BANTEN — MelintingNews, 24 September 2026 — Kepala BPBD Provinsi Banten Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si. menjadi tokoh utama yang menetapkan arah kebijakan mitigasi dalam Forum Konsultasi Publik Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Anak Krakatau di Hotel Aston Serang, Selasa 22 September 2026. Seluruh langkah dan pandangan berpusat pada pesan beliau: tidak ada yang bisa berjalan sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
LUTFI MUJAHIDIN: KERJA SAMA BUKAN PILIHAN, MELAINKAN KEWAJIBAN
Dalam sambutan yang menjadi pedoman seluruh kegiatan, Kepala BPBD Provinsi Banten Drs. Lutfi Mujahidin, M.Si. menegaskan dengan tegas:
“Tidak ada satu daerah pun yang mampu berdiri sendiri menghadapi potensi bahaya Gunung Anak Krakatau. Sinergi antar pemangku kepentingan bukan sekadar ucapan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan secara nyata demi menyelamatkan nyawa masyarakat di kedua sisi Selat Sunda.”
Penekanan ini menjadi landasan utama yang mengarahkan seluruh diskusi, masukan, dan keputusan selama forum berlangsung.
SUARA WILAYAH TERPEDULI SEJALAN DENGAN ARAHAN
Pandangan dari perwakilan yang berada paling dekat dengan Anak Krakatau turut menyampaikan harapan yang sejalan dengan arahan Lutfi:
Camat Rajabasa, Firdaus, S.E., M.M.:
“Kami berada paling dekat, namun nama Rajabasa sering tersisih. Kami berharap sinergi yang ditegaskan Bapak Kepala BPBD Provinsi ini benar-benar menyertakan kami — tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlupakan.”
Kepala Desa Pulau Sebesi, Samsiar:
“Kami tidak takut abu, kami takut gelombang besar. Jalur evakuasi harus nyata dan terjamin. Kami percaya arah yang ditetapkan Bapak Kepala BPBD akan memastikan keselamatan warga di pulau paling depan ini benar-benar diperhatikan.”
MATURIDI ISMAIL: KESIAPSIAGAAN BERSAMA ADALAH KUNCI
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, S.H., yang hadir langsung dalam forum ini menyampaikan sikap yang sejalan dan memperkuat pesan Kepala BPBD Provinsi Banten:
“Kami dari Lampung Selatan menyambut baik arahan yang telah disampaikan. Anak Krakatau bukan milik satu daerah, dampaknya menyentuh kita semua.
Maka kesiapsiagaannya pun harus disiapkan bersama, dipantau bersama, dan dijaga bersama.
Tidak boleh ada sekat, tidak boleh ada perbedaan perhatian antara sisi Banten maupun sisi Lampung.
Keselamatan masyarakat di pesisir Lampung Selatan dan Pesisir Wilayah Banten adalah prioritas utama kami, dan sinergi inilah yang akan memperkuat langkah kita ke depan,” ungkap Maturidi Ismail.
SEMUA BERSATU DALAM SATU ARAH
Pembukaan resmi oleh Kepala PVMBG Dr. S.S. Rita Susilawati, S.T., M.Sc., kehadiran Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan Maturidi Ismail, S.H., serta jajaran BPBD seluruh wilayah terdampak.
Semua berjalan sejalan dengan arahan Kepala BPBD Provinsi Banten: Peta KRB bukan sekadar dokumen di lemari, harus hidup dan melindungi setiap warga di sekeliling Selat Sunda.
Semua suara didengar, semua pandangan dihargai — arah tetap satu: bersatu, bersiap, selamat bersama.
REDAKSI: MelintingNews — Cepat, Tajam, Aktual, Terpercaya
Sumber: Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin, Sinergi Banten–Lamsel
Penulis: Sholeh










