MERBAU MATARAM Lampung Selatan – MelintingNews, 3 September 2026 — Sebuah temuan yang sangat serius dan mencederai prinsip tata kelola pemerintahan terungkap di lapangan. Pembangunan tanggul dan jembatan Way Mekarjaya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya dilaporkan mangkrak dalam kondisi berbahaya, melainkan berjalan seolah tak memiliki pemilik resmi.
Nara Sumber Terpercaya Kami menjelaskan bahwa Proyek ini tanpa papan nama, tanpa koordinasi wilayah, dan kini terbukti—bahkan pimpinan kecamatan pun tidak mengetahui keberadaannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui penelusuran langsung dan wawancara telepon yang dilakukan, Gunawan Sigun yang menjelaskan kejadian ini menyajikan gambaran yang sangat menguatkan kecurigaan publik:
“Saya turun langsung ke lokasi pembangunan tanggul dan jembatan Way Mekarjaya, Desa Mekarjaya. Yang paling mengejutkan, saya bertanya kepada Kepala Desa setempat, namun beliau sama sekali tidak tahu dan tidak mengenal siapa pihak pelaksana atau siapa yang memikul tanggung jawab atas proyek besar yang berdiri jelas di wilayahnya ini,” Ujar Gunawan
Tepat sekali jika kita menduga ini sebagai proyek siluman: hadir tanpa koordinasi, tanpa tanda jelas asal usul, tanpa ada yang berani mengaku bertanggung jawab, dan kini terhenti begitu saja di tengah jalan tanpa kejelasan masa depan.
Kondisi fisik sangat memprihatinkan: pekerjaan belum selesai, struktur belum kokoh, Jika musim hujan datang semua Bisa hancur lebur, merusak lingkungan.
Sungai yang semestinya terjaga ini bahkan mengulangi sejarah kelam peristiwa menyedihkan yang pernah terjadi di lokasi ini.
Kami Sangat mendesak ada pihak berwenang—yang benar-benar berwenang—tampil bicara dan bertindak nyata.” Tegas Gunawan
📞 Jawaban Camat: Bukti Lemahnya Koneksi Wilayah?
Ketika MelintingNews secara resmi mengonfirmasi hal krusial ini kepada Camat Merbau Mataram, Ricky Randa Belpama, jawaban yang disampaikan justru melahirkan pertanyaan yang jauh lebih besar mengenai sistem pengawasan wilayah:
“Saya juga belum tahu adanya proyek terkait jembatan itu… Kan ada UPT yang menangani dari dinas terkait, silakan ditanyakan langsung saja. Bisa langsung dikoordinasikan ke dinas yang menaungi setiap kegiatan fisik yang ada di wilayah.” ujarnya
Respon ini menegaskan adanya celah kritis: jika pemimpin tertinggi di tingkat Kecamatan pun tidak mendapatkan informasi mengenai pembangunan fisik yang cukup besar di bawah kewenangannya, maka di mana letak koordinasi wilayah?
Apakah wilayah ini berjalan terpecah-pecah tanpa satu pintu kendali?
Penyerahan tanggung jawab ke Dinas atau UPT tidak dapat sepenuhnya melepaskan peran Kecamatan sebagai pengawas terdepan di tingkat wilayah.
Sorotan & Kekhawatiran Masyarakat: Risiko Nyata Tanpa Penjamin
Kabar mengenai proyek yang terhenti, misterius, dan tanpa arah ini memicu perhatian tajam serta keresahan meluas dari berbagai elemen masyarakat dan pengamat:
.
Pertanyaan pun Muncul, Siapa Memegang Kendali?
1. Kades tidak tahu.
2. Camat pun mengaku belum tahu.
3. Proyek berdiri tanpa tanda identitas dan mangkrak berisiko tinggi.
4. Tanggung jawab dialihkan ke pihak Dinas/UPT tanpa penjelasan lebih lanjut.
Kondisi ini menuntut penelusuran segera, terbuka, dan transparan: Ke mana aliran anggaran berjalan?
Bagaimana mekanisme pelaporan antar-instansi berjalan?
Dan siapa yang berani menjamin keselamatan warga jika bangunan yang terbengkalai ini runtuh atau memicu bencana?
Publik menagih jawaban nyata dari Dinas Terkait sebelum risiko bertambah besar menjadi bencana nyata yang merugikan rakyat banyak.
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber : Gunawan warga Merbau Mataram, Camat Merbau Mataram
.Penulis : Sholeh










