LAMPUNG TIMUR |MELINTINGNEWS — Proyek infrastruktur strategis senilai Rp62.907.658.000 untuk pembangunan ruas jalan penghubung antara Kecamatan Batang Hari Nuban dan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya resmi direalisasikan. Proyek preservasi jalan ini mencakup jalur vital dari Desa Bumi Jawa menuju Tanjung Kesuma sepanjang 13,8 kilometer.
Pelaksanaan tahap awal saat ini telah dimulai di titik awal Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batang Hari Nuban, menuju wilayah Purbolinggo. Mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan, masyarakat dan tokoh setempat mendesak agar pengerjaan proyek ini diawasi secara ketat oleh seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum (APH).
Amran, salah satu tokoh masyarakat Desa Bumi Jawa, menyambut baik dimulainya proyek tersebut namun tetap menyampaikan catatan kritisnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami berharap dalam pelaksanaannya sesuai dengan spesifikasi teknis dan aturan pembangunan jalan yang telah ditetapkan,” ujar Amran saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (21/08/2026).
Ia juga menambahkan agar pihak kontraktor menjaga kualitas fisik jalan dan tidak mengurangi lebar badan jalan seperti yang sempat dikeluhkan di wilayah lain. “Di awal pembangunan ini sudah tampak baik, tetapi kami berharap volumenya tidak dikurangi. Kami juga mengajak masyarakat di kedua kecamatan untuk aktif memantau prosesnya sejak awal,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Surajo alias Mbah Jo, Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Taman Cari, turut mengawal aspirasi warga agar proyek ini berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
”Kami mewakili warga masyarakat berharap proyek penghubung antarkecamatan ini dapat dikerjakan secara profesional sesuai dengan juklak dan juknis yang berlaku,” tegas Surajo.
Standar Teknis Pengerjaan Tiga Divisi
Berdasarkan petunjuk teknis di lapangan, ruang lingkup preservasi ruas jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma dibagi menjadi tiga divisi utama:
- Divisi 1 (Pekerjaan Tanah dan Galian): Mencakup galian biasa, galian pengerasan berbutir, serta pemanfaatan hasil galian untuk pengerasan biasa.
- Divisi 2 (Pondasi dan Beton): Meliputi pengerasan berbutir dengan lapis pondasi agregat kelas A, pengerasan beton semen F’s 3,8 Mpa, serta lapis pondasi bawah beton kurus F’c 10 Mpa.
- Divisi 3 (Pengerasan Aspal): Terdiri dari lapis resap pengikat aspal cair/emulasi, lapis perekat, serta penggunaan Laston Lapis Aus (AC-WC) dan Lapis Antara (AC-BC).
Selain spesifikasi teknis yang ketat, proyek ini juga menggandeng jasa konsultan pengawas asal Tangerang, Banten, dengan nilai kontrak pengawasan mencapai Rp800.000.000.
Dengan alokasi dana publik yang masif, keberhasilan pembangunan infrastruktur ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, APH, insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta seluruh warga masyarakat diharapkan bersinergi mengawasi jalannya proyek agar mutu jalan sesuai dengan harapan masyarakat luas.
(Ipung Andriansyah)










