Transparansi Proyek Rp62,9 Miliar: Warga Kawal Ketat Pembangunan Ruas Jalan Penghubung di Lampung Timur

- Penulis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​LAMPUNG TIMUR |MELINTINGNEWS — Proyek infrastruktur strategis senilai Rp62.907.658.000 untuk pembangunan ruas jalan penghubung antara Kecamatan Batang Hari Nuban dan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya resmi direalisasikan. Proyek preservasi jalan ini mencakup jalur vital dari Desa Bumi Jawa menuju Tanjung Kesuma sepanjang 13,8 kilometer.

​Pelaksanaan tahap awal saat ini telah dimulai di titik awal Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batang Hari Nuban, menuju wilayah Purbolinggo. Mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan, masyarakat dan tokoh setempat mendesak agar pengerjaan proyek ini diawasi secara ketat oleh seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum (APH).

​Amran, salah satu tokoh masyarakat Desa Bumi Jawa, menyambut baik dimulainya proyek tersebut namun tetap menyampaikan catatan kritisnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kami berharap dalam pelaksanaannya sesuai dengan spesifikasi teknis dan aturan pembangunan jalan yang telah ditetapkan,” ujar Amran saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (21/08/2026).

​Ia juga menambahkan agar pihak kontraktor menjaga kualitas fisik jalan dan tidak mengurangi lebar badan jalan seperti yang sempat dikeluhkan di wilayah lain. “Di awal pembangunan ini sudah tampak baik, tetapi kami berharap volumenya tidak dikurangi. Kami juga mengajak masyarakat di kedua kecamatan untuk aktif memantau prosesnya sejak awal,” tambahnya.

​Senada dengan hal tersebut, Surajo alias Mbah Jo, Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Taman Cari, turut mengawal aspirasi warga agar proyek ini berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Baca Juga:  LSM FAKAR MINTA APARAT PENEGAK HUKUM PERIKSA KADIS PENDIDIKAN PESISIR BARAT: DIDUGA ADA MAIN DALAM REVITALISASI PENDIDIKAN PESISIR BARAT

​”Kami mewakili warga masyarakat berharap proyek penghubung antarkecamatan ini dapat dikerjakan secara profesional sesuai dengan juklak dan juknis yang berlaku,” tegas Surajo.

​Standar Teknis Pengerjaan Tiga Divisi

​Berdasarkan petunjuk teknis di lapangan, ruang lingkup preservasi ruas jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma dibagi menjadi tiga divisi utama:

  1. ​Divisi 1 (Pekerjaan Tanah dan Galian): Mencakup galian biasa, galian pengerasan berbutir, serta pemanfaatan hasil galian untuk pengerasan biasa.
  2. ​Divisi 2 (Pondasi dan Beton): Meliputi pengerasan berbutir dengan lapis pondasi agregat kelas A, pengerasan beton semen F’s 3,8 Mpa, serta lapis pondasi bawah beton kurus F’c 10 Mpa.
  3. ​Divisi 3 (Pengerasan Aspal): Terdiri dari lapis resap pengikat aspal cair/emulasi, lapis perekat, serta penggunaan Laston Lapis Aus (AC-WC) dan Lapis Antara (AC-BC).

​Selain spesifikasi teknis yang ketat, proyek ini juga menggandeng jasa konsultan pengawas asal Tangerang, Banten, dengan nilai kontrak pengawasan mencapai Rp800.000.000.

​Dengan alokasi dana publik yang masif, keberhasilan pembangunan infrastruktur ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, APH, insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta seluruh warga masyarakat diharapkan bersinergi mengawasi jalannya proyek agar mutu jalan sesuai dengan harapan masyarakat luas.

​(Ipung Andriansyah)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo
DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara
KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan
MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas
Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026
AWPI Lampung Selatan Desak PLN Sidomulyo Transparan, Hak Pelanggan Jangan Diabaikan
Mas Teguh Wiyono Bersama Biyung Yuli dan Mbah Pur Diskusi Hangat dengan Plt Bupati Ponorogo
Mbah Pur Warok Gendeng Panjatkan Doa untuk Mas Teguh Wiyono, Berharap Menjadi Wakil Bupati Ponorogo
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:07 WIB

KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:10 WIB

MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB