Ekskavator Diduga Milik Wakil Ketua I DPRD Lampung Barat Kembali Rusak Hutan Lindung Register 43B, GERMASI: “Berani Karena Merasa Kebal Hukum!”

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melintingnews.com|Lampung Barat — Kawasan hutan lindung Register 43B Krui Utara, Kabupaten Lampung Barat, kembali diduga menjadi sasaran aktivitas perusakan hutan menggunakan alat berat jenis ekskavator yang disebut-sebut milik oknum Wakil Ketua I DPRD Lampung Barat, Sutikno. (26/05/2026)

 

Berdasarkan informasi dari narasumber di lapangan yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas alat berat tersebut diduga berlangsung di wilayah Talang Gerang, Pekon Sidomulyo, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Lokasi tersebut diketahui masuk dalam kawasan hutan lindung Register 43B Krui Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Narasumber menyebut ekskavator yang beroperasi di kawasan hutan lindung itu diduga merupakan milik oknum Wakil Ketua I DPRD Lampung Barat tersebut.

 

Founder GERMASI, Ridwan Maulana, SH., CPL., CDRA, mengecam keras dugaan aktivitas perusakan kawasan hutan lindung yang dinilai terus berulang tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

 

“Oknum dewan terhormat itu seakan tidak pernah kapok. Register 43B Krui Utara itu kawasan hutan lindung milik negara, bukan lahan pribadi yang bisa dibongkar seenaknya. Kalau memang terbukti melanggar hukum, tangkap dan tetapkan sebagai tersangka. Jangan sampai aparat terlihat kehilangan nyali dalam penegakan hukum,” tegas Ridwan.

 

Ridwan juga menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi terkait, khususnya Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, yang dinilai terkesan membiarkan kawasan hutan terus dirusak.

 

“Jangan pura-pura tidak tahu. Kerusakan Register 43B Krui Utara sudah lama menjadi sorotan publik. Pertanyaannya, apa hasil patroli dan pengamanan Polisi Kehutanan selama ini kalau aktivitas alat berat masih terus bebas masuk kawasan hutan lindung? Publik patut curiga ada pembiaran,” katanya.

Baca Juga:  WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN Rp. 6,78 MILIAR UNTUK ACEH UTARA

 

Menurut Ridwan, aparat penegak hukum tidak boleh hanya tegas terhadap masyarakat kecil namun memilih diam ketika dugaan pelanggaran melibatkan oknum pejabat atau elit politik.

 

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke pejabat. Negara tidak boleh kalah oleh mafia perusak hutan yang merasa memiliki kekuasaan dan kedekatan politik,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa tindakan perusakan kawasan hutan memiliki konsekuensi pidana serius sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

 

Dalam regulasi tersebut, pelaku perusakan kawasan hutan dapat dipidana penjara dan dikenakan denda miliaran rupiah. Bahkan Pasal 104 mengatur bahwa pejabat yang dengan sengaja melakukan pembiaran terhadap tindak pidana kehutanan juga dapat dipidana.

 

Atas dasar itu, GERMASI mendesak Polda Lampung, Kejaksaan Tinggi Lampung, serta Gakkum Kementerian Kehutanan segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, menghentikan aktivitas di kawasan hutan lindung, dan menyita alat berat yang diduga digunakan untuk merusak kawasan Register 43B Krui Utara.

 

“Kalau negara serius menjaga hutan, jangan tunggu kerusakan makin parah baru bertindak. Siapa pun pelakunya harus diproses tanpa pandang jabatan. Hutan lindung bukan tempat bermain mafia dan cukong yang merasa kebal hukum,” tutup Ridwan.

 

( Wahdi )

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis
Kak Na Ajak Ibunda Guru Kabupaten dan Kota Dukung Perjuangan Guru
Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026
WN 88 Unit 13 Desak Dishub Lampung Transparan Terkait Lonjakan Pagu Anggaran Perlengkapan Jalan Rp988 Juta
Fery Afriyanto Sekertaris Daerah Bangka-Belitung Mewakili Gubernur Lantik 10 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Bangka-Belitung
Dinas Lingkungan Hidup Pesawaran Tutup TPS/TPA Ilegal di Padang Cermin
GERAK CEPAT DLH PESAWARAN TUTUP TPS ILEGAL, KABIRO MELINTING NEWS APRESIASI LANGKAH PENANGANAN
DLH PESAWARAN TUTUP TPS ILEGAL PEMATANG LIANG, SAMPAH DIALIHKAN KE LOKASI ALTERNATIF
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Kak Na Ajak Ibunda Guru Kabupaten dan Kota Dukung Perjuangan Guru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:35 WIB

Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:19 WIB

WN 88 Unit 13 Desak Dishub Lampung Transparan Terkait Lonjakan Pagu Anggaran Perlengkapan Jalan Rp988 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Fery Afriyanto Sekertaris Daerah Bangka-Belitung Mewakili Gubernur Lantik 10 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Bangka-Belitung

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB