LAMPUNG SELATAN – MelintingNews, 2 September 2026 — Kabar gembira Kabupaten Lampung Selatan menembus 3 besar nasional serta meraih apresiasi bergengsi bukanlah hal yang patut disembunyikan. Namun, di tengah sorotan piala dan pujian, suara hati rakyat dan bukti nyata di lapangan menyisakan pertanyaan mendalam yang tak bisa dibungkam.
Kita bangga melihat kemajuan, khususnya Program HELAU dalam pengelolaan lingkungan dan kebersihan yang telah terbukti nyata—90% wilayah desa terlihat jauh lebih tertib dan asri, hal ini patut diakui.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, jika dilihat lebih teliti, ada wajah lain yang kontradiktif: wajah bangunan pelayanan publik yang mulai rapuh, jalan yang terabaikan, serta jembatan penghubung yang masih menanti perhatian nyata.
Fakta Tak Terbantahkan: Kantor Kecamatan Sragi Mengancam Bahaya
Bukti visual yang terekam kamera berbicara sendiri:
Struktur Gedung Kecamatan Sragi: Terlihat keretakan pada dinding, rangka atap terbuka, kayu penyangga lapuk, genting bergeser hingga langit-langit terlepas.
Aula Kecamatan: Kondisinya pun memprihatinkan, jauh dari layak sebagai pusat pelayanan dan wadah kegiatan warga.
Kondisi serupa terasa di banyak ruas jalan rusak, serta jembatan putus yang belum tersambung di wilayah Kecamatan Merbau Mataram dan sekitarnya.
??? Pertanyaan Kritis Putra Daerah: Berdasarkan Apa Penilaian Itu Diberikan?
Fenomena ini memicu keresahan warga:
“Kami bangga, namun turut bertanya-tanya dalam hati:
Atas dasar apa penghargaan pembangunan ini disematkan?
Kita akui lingkungan bersih sudah terwujud lewat HELAU, namun sisi pembangunan fisik dan infrastruktur terasa tertinggal jauh.
Terlalu dini rasanya jika pujian tinggi ini diberikan tanpa melihat gambaran utuh wilayah kita.”
Tantangan tegas pun disampaikan:
“Kami berani mengundang, bahkan menantang pimpinan penilai—termasuk Kemendagri—turun langsung ke tanah lapang.
Jangan hanya melihat laporan atau titik sampel yang disiapkan, mari lihat bangunan kantor Sragi, jalan yang hancur, dan jembatan yang memisahkan warga.”
Penghargaan Harus Mencerminkan Kebenaran Wilayah
Tidak ada keinginan menabrak prestasi yang telah diraih, namun prinsip keadilan dan kebenaran jurnalistik menuntut keterbukaan penuh:
Pembangunan yang utuh tidak boleh hanya berjalan di satu sisi saja. Kebersihan dan lingkungan sangat baik, namun sarana dasar—tempat rakyat dilayani dan akses hidup mereka—juga harus berdiri tegak, kokoh, dan aman.
Di balik kilau penghargaan, Lampung Selatan masih memiliki luka fisik yang butuh perawatan serius.
Rakyat berhak menikmati hasil pembangunan yang merata, bukan terbelah antara piala yang berkilau dan kenyataan yang masih berjuang keras.
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber : Fakta Lapangan dan suara Rakyat
Penulis : Sholeh.










