PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TANJAKAN GELUMPAI DESA CANTI, ANCAM KESELAMATAN PENGENDARA: MASYARAKAT SEBUT TIM TEKNIS PROYEK MASIH BELAJAR

- Penulis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJABASA Lampung Selatan — MelintingNews, 16 Oktober 2026. Keluhan masyarakat Kecamatan Rajabasa terkait proyek peningkatan jalan Tanjakan Gelumpai, penghubung Desa Canggung–Canti, semakin bergema. Warga tidak sekadar menyoroti kondisi jalan yang sempit, melainkan pola pengerjaan yang dinilai tidak tepat dan membahayakan pengguna jalan.

 

Keluhan Utama Masyarakat:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pola Pengerjaan Tidak Teratur

Masyarakat mempertanyakan metode pengerjaan yang terlihat tidak berurutan.

 

 

Bagian tengah dikerjakan terlebih dahulu, sementara kedua sisi bahu jalan sudah digali dan dibolongi. Padahal, karena lebar jalan yang terbatas, warga mengusulkan agar satu sisi diselesaikan terlebih dahulu baru beralih ke sisi lainnya, sehingga akses lalu lintas tetap dapat berjalan aman di jalur yang satunya.

 

 

“Kok dikerjakan di tengah dulu, bahu jalan kiri-kanan sudah digali semua? Kalau sebelah dulu yang dikerjakan, kan kita masih bisa lewat di sisi satunya. Ini malah sekaligus, jadinya sempit sekali,” ujar seorang warga yang melintas setiap hari.

 

 

Jalan Sempit, Kendaraan Sulit Berpapasan

Karena pengerjaan dilakukan di kedua sisi sekaligus, lebar jalan yang tersisa sangat terbatas. Jika dua mobil berpapasan, salah satunya harus menepi — bahkan terkadang naik ke tepian yang belum rata. Ini berisiko kendaraan tergelincir ke Tepian dan membahayakan.

 

 

 

Aspal Mulai Retak & Tidak Ada Petugas Pengatur

Warga melaporkan permukaan aspal yang sudah terpasang mulai terlihat retak. Selain itu, sering kali tidak ada petugas yang berjaga di lokasi.

 

 

 

Beberapa hari yang lalu, Warga yang melintas pukul 13.30 melihat pengerjaan berhenti sementara tanpa ada yang mengatur arus lalu lintas. Hanya di bagian tanjakan teratas yang kadang ada petugas berjaga.

Baca Juga:  Jaga Gunung Rajabasa: BPBD Instruksikan Penengahan, Bakauheni dan Ketapang Perkuat Pertahanan Cegah Karhutla

 

 

 

Debu Menebal & Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Lokasi yang terbuka dan panas membuat debu sangat mengganggu warga sekitar maupun pengguna jalan. Warga juga menyayangkan pola kerja yang dinilai kurang terencana, hingga muncul Protes Keras warga:

 

“Sepertinya Arsitek dan pihak terkait baru belajar membangun jalan ya, kok tidak seperti biasanya?

 

Warga desa saja tahu kalau jalan sempit seharusnya dikerjakan satu sisi dulu agar tetap bisa dilewati dengan aman,” ungkap warga dengan nada kecewa.

 

Usulan Konkret Masyarakat:

 

✅ Ubah pola pengerjaan: Selesaikan satu sisi jalan terlebih dahulu sebelum mengerjakan sisi lainnya

 

✅ Pasang petugas pengatur lalu lintas selama proses berlangsung, terutama di tikungan dan tanjakan

 

✅ Periksa kualitas pengecoran dan pengerasan agar tidak segera retak

 

✅ Berikan informasi jadwal pengerjaan agar warga dapat mengatur waktu perjalanan

 

Harapan warga sederhana: jalan ini dibangun untuk kemudahan masyarakat, jangan justru menjadi sumber bahaya selama proses berlangsung.

 

 

Melintingnews melakukan upaya konfirmasi kepada Humas Proyek, Faisol,

 

Draf Berita di kirimkan, di susul dengan dua kali panggilan telepon,

 

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Humas Proyek Bungkam tidak memberikan tanggapan apapun.

 

 

 

 

Pihak terkait diharapkan segera meninjau dan menyesuaikan pola pengerjaan sesuai usulan yang masuk akal dari masyarakat setempat.

 

 

 

 

Redaksi: MelintingNews

 

 

Sumber: Laporan langsung warga masyarakat Kecamatan Rajabasa

 

 

Penulis : Sholeh

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo
DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara
KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan
MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas
Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026
AWPI Lampung Selatan Desak PLN Sidomulyo Transparan, Hak Pelanggan Jangan Diabaikan
Mas Teguh Wiyono Bersama Biyung Yuli dan Mbah Pur Diskusi Hangat dengan Plt Bupati Ponorogo
Mbah Pur Warok Gendeng Panjatkan Doa untuk Mas Teguh Wiyono, Berharap Menjadi Wakil Bupati Ponorogo
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:07 WIB

KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:10 WIB

MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB