Home / TNI

Menenun Identitas, Memadukan Tradisi: Inovasi Batik Tapis dalam Sentuhan Modern

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG| MELINTING NEWS  — Di tengah derasnya arus modernisasi, kain tapis Lampung tetap berdiri kokoh sebagai simbol identitas budaya yang tak lekang oleh waktu. Lebih dari sekadar busana adat, tapis adalah cerminan nilai spiritual, status sosial, dan manifestasi hubungan harmonis antara masyarakat Lampung dengan alam semesta.

 

Kini, melalui tangan dingin para perajin di Asri Tapis Lampung, kain tenun tradisional ini bertransformasi. Tradisi tidak lagi hanya disimpan di dalam peti pusaka, melainkan dikembangkan menjadi produk kreatif yang relevan dengan gaya hidup masa kini tanpa kehilangan ruh aslinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Seni Sulam yang Sarat Makna

 

Keunikan produk Asri Tapis terletak pada komitmennya mempertahankan teknik manual. Proses pembuatan dimulai dengan membentangkan kain pada alat tradisional yang disebut tekang. Di atas bentangan kain itulah, para perajin menyulam benang emas menggunakan teknik cucuk atau tusuk khas Lampung.

 

Proses ini bukanlah pekerjaan singkat. Dibutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran ekstra, dan waktu pengerjaan yang bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

 

“Semakin rumit motif yang dihasilkan, semakin tinggi nilai seni dan nilai jual kain tersebut. Karena dikerjakan secara manual, setiap helai kain memiliki karakter unik yang eksklusif,” tulis pernyataan resmi Asri Tapis Lampung.

 

Inspirasi motif pun diambil dari kearifan lokal, mulai dari flora dan fauna seperti bunga, pohon, burung, hingga gajah. Ada pula motif kapal yang secara filosofis melambangkan perjalanan hidup manusia. Semua motif tersebut membuktikan kedalaman filosofi hidup masyarakat Lampung yang sangat menghormati alam sebagai sumber kehidupan.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, Danrem 043Gatam Dampingi Pangdam XXI/RI Silaturahmi dan Halal Bihalal Bersama Ulama dan Masyarakat Lampung Tengah.

 

Inovasi dan Keberlanjutan

 

Menjawab tantangan zaman, Asri Tapis melakukan inovasi dengan memadukan batik dan sulaman tapis. Perpaduan ini menghadirkan sentuhan yang lebih modern dan fleksibel, sehingga busana tapis kini dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun semi-formal.

 

Selain inovasi desain, aspek keberlanjutan juga menjadi prioritas. Proses produksi mulai mengedepankan penggunaan bahan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan lokal, mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai autentik produk.

 

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

 

Kehadiran Asri Tapis Lampung tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Usaha ini secara nyata memberdayakan perempuan di pedesaan, memberikan mereka akses untuk berdaya secara ekonomi melalui keahlian warisan leluhur.

 

Harga satu lembar kain tapis yang berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah merupakan bentuk apresiasi terhadap waktu, ketelitian, dan makna mendalam yang terkandung di dalamnya. Melalui pengembangan UMKM dan partisipasi dalam berbagai pameran nasional, Tapis Lampung kini mulai melirik pasar yang lebih luas.

 

Di era industri fesyen yang serba cepat (fast fashion), Tapis menjadi pengingat bahwa nilai budaya dan keberlanjutan tetap memiliki tempat istimewa. Dengan komitmen menjaga kualitas, Tapis Lampung tidak sekadar bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga tumbuh menjadi simbol masa depan ekonomi kreatif di gerbang Pulau Sumatera.

 

Setiap helai kain yang dihasilkan bukan sekadar karya seni; ia adalah cerita tentang identitas, perjuangan, dan harapan yang terus ditenun dari generasi ke generasi. (Amr).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AL TEMUKAN PELAMPUNG DI PERAIRAN CIKONENG ANYER: PENCARIAN LIMA JURNALIS DI SEKITAR ANAK KRAKATAU TERUS BERLANJUT
GEBRAKAN “SEJUTA POHON”: TANAM MANGROVE DI BAKAUHENI, SINERGI TNI-POLRI-PEMDA-WARGA PERKUAT PERTAHANAN PESISIR
Danrem Gatam: Jembatan Ini Penghubung Harapan dan Masa Depan Anak-Anak
Lanal Lampung Bersama Forkopimda Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menggunakan KRI Lepu-861
Haornas ke-43, Korem 043/Gatam Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup
Danlanal Lampung Membagikan Masker untuk Mengantisipasi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Korem 043/Gatam Bagikan Masker dan Bersihkan Sekolah di Metro
Berbuat dan Berdampak, Prajurit Kima Brigif 4 Mar/BS Bagikan Masker kepada Masyarakat Terdampak Erupsi Anak Gunung Krakatau
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:56 WIB

TNI AL TEMUKAN PELAMPUNG DI PERAIRAN CIKONENG ANYER: PENCARIAN LIMA JURNALIS DI SEKITAR ANAK KRAKATAU TERUS BERLANJUT

Kamis, 10 September 2026 - 07:39 WIB

GEBRAKAN “SEJUTA POHON”: TANAM MANGROVE DI BAKAUHENI, SINERGI TNI-POLRI-PEMDA-WARGA PERKUAT PERTAHANAN PESISIR

Rabu, 9 September 2026 - 18:55 WIB

Danrem Gatam: Jembatan Ini Penghubung Harapan dan Masa Depan Anak-Anak

Rabu, 9 September 2026 - 15:18 WIB

Lanal Lampung Bersama Forkopimda Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menggunakan KRI Lepu-861

Rabu, 9 September 2026 - 12:42 WIB

Haornas ke-43, Korem 043/Gatam Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

Berita Terbaru