JAKARTA |Melintingnews.com – Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 pada 17 Agustus 2026, DPP Fast Respon Indonesia Center (FRIC) mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus, dan anggota di tingkat provinsi, kabupaten/kota agar berperan aktif dalam perayaan kemerdekaan.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman, menegaskan peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni. “Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. FRIC hadir untuk berpartisipasi, berkontribusi nyata, dan mengisi perayaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya, Jakarta. Rabu, 29 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Visi misi utama FRIC dalam momentum HUT Ke-81 adalah menjadi mitra masyarakat dalam menebar maslahat. “Kami mengajak seluruh jajaran untuk turun ke lapangan. Jangan hanya upacara, tapi pastikan ada dampak langsung yang dirasakan warga,” tegas H. Dian.
Sekretaris Jenderal DPP FRIC, H. Deden Hardening, merinci bentuk kontribusi yang diharapkan. “Isi kemerdekaan dengan bakti sosial, peningkatan kesadaran hukum, penyebaran informasi yang benar dan membangun, serta ikut menjaga kerukunan antar sesama anak bangsa,” jelas H. Deden.
H. Deden meminta setiap DPW dan DPC FRIC se-Indonesia untuk merancang kegiatan minimal satu agenda sosial di wilayahnya masing-masing. “Bisa berupa pembagian sembako, pengobatan gratis, bersih lingkungan, atau edukasi hukum keliling. Yang penting tepat sasaran dan menyentuh masyarakat kecil,” katanya.
Pemerintah tahun ini mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. H. Dian Surahman menyatakan tema ini sejalan dengan semangat FRIC. “Berdaulat berarti mandiri, adil berarti berpihak pada yang lemah, makmur berarti sejahtera bersama. Itu tugas kita semua,” ujarnya.
Dalam instruksi tersebut, Ketua Umum FRIC juga menekankan pentingnya peran FRIC sebagai penangkal hoaks dan pemecah belah. “Penyebaran informasi yang benar dan membangun adalah bentuk bela negara. Lawan narasi negatif, jaga persatuan, jangan biarkan kemerdekaan dinodai perpecahan,” tegas H. Dian.
H. Deden Hardening menambahkan, seluruh kegiatan wajib mengedepankan nilai profesional, transparan, dan bertanggung jawab. “Dokumentasikan, laporkan ke DPP, dan pastikan manfaatnya terukur. FRIC harus hadir sebagai organisasi yang solutif, bukan hanya simbolis,” ucap Sekjen DPP FRIC.
Menutup instruksi, H. Dian Surahman mengajak seluruh anggota FRIC menjadikan HUT Ke-81 sebagai titik tolak pengabdian. “Dirgahayu Indonesia Ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, bukan hanya kata. Bersama rakyat, untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkas Ketua Umum FRIC.
(AR).










