DARI SURAT YANG TAK SAMPAI HINGGA TEGAS GEBRAK MEJA: PERJUANGAN MASYARAKAT ADAT SEGEKHI SUKU, LINDUNGI GUNUNG RAJABASA

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN — MelintingNews, 26 September 2026 — Perjuangan Masyarakat Adat Segekhi Suku menolak rencana pengeboran panas bumi di Gunung Rajabasa tidak terjadi dalam sehari dua hari. Para Tokoh Adat, Sesepuh telah dimulai jauh sebelumnya, berpuluh-puluh kali dikirimkan surat, namun tak kunjung sampai ke tangan yang berhak menerima.

 

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Kepala Suku sekaligus Hulubalang Suku, berkali-kali mengirimkan surat penolakan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan maupun kepada pimpinan PT Supreme Energy. Isinya jelas:

 

 

Masyarakat menolak rencana pengeboran di kawasan Gunung Rajabasa. Namun sangat disayangkan, surat-surat itu seakan hilang ditelan jalan.

Tak sampai ke Bupati, tak sampai ke pimpinan perusahaan. Entah sudah berapa lembar, berapa karung surat yang dikirim — namun jawaban yang ditunggu tak kunjung datang.

 

Akhirnya para tokoh adat, Kepala Suku, dan Hulubalang Suku datang Kembali ke Gedung DPRD Kabupaten Lampung Selatan. Langkah itu diambil karena jalur surat ternyata buntu.

 

Namun kedatangan mereka pun tak disambut sebagaimana mestinya. Di ruang rapat, para anggota DPRD terlihat acuh dan cuek.

 

Padahal mereka adalah wakil-wakil rakyat yang sesungguhnya — pemegang amanah adat, penjaga warisan leluhur, orang-orang yang dihormati di tengah masyarakatnya.

 

Perlakuan itu terasa menyakitkan. Bukan untuk diri sendiri, melainkan bagi kehormatan adat yang mereka bawa.

 

Melihat hal itu, Kepala Suku sekaligus Hulubalang Segekhi Suku yang memimpin rombongan tak dapat lagi menahan perasaannya.

 

Dengan penuh ketegasan, beliau menegur dan menekan para anggota DPRD.

 

Suara itu terdengar lantang, disertai Gebrakan di meja rapat — bukan kemarahan tanpa alasan, melainkan keterkejutan, Kok Bisa wakil rakyat dapat melupakan siapa yang memilih mereka,” Ungkap Hulu Balang kepada Melinting News pada Sabtu malam melalui sambungan telepon.

Baca Juga:  Mbah Pur Warok Gendeng Panjatkan Doa untuk Mas Teguh Wiyono, Berharap Menjadi Wakil Bupati Ponorogo

 

“Kalian ini wakil rakyat! Ketika rakyat datang, terlebih yang datang ini adalah Kepala Suku, Hulubalang, tokoh adat — seharusnya disambut dengan hormat. Bukan diabaikan seakan tak terlihat,” Ujar Hulu Balang menambahkan

 

Ketegangan sempat terjadi. Namun justru dari ketegangan itulah kesadaran mulai tumbuh.

 

Para anggota DPRD akhirnya menyadari bahwa yang hadir di hadapan mereka bukan sekadar kelompok warga biasa — melainkan pemegang amanah sejarah dan budaya yang tak boleh diabaikan.

Suasana kemudian mendingin. Rapat berjalan sebagaimana mestinya. Aspirasi didengarkan, argumen disampaikan, dan pertimbangan dilakukan secara terbuka.

 

Hasil akhirnya: DPRD Kabupaten Lampung Selatan menyatakan dukungan resmi terhadap sikap penolakan Masyarakat Adat Segekhi Suku atas rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Rajabasa.

 

Pernyataan dukungan itu ditandatangani bersama dan menjadi bukti bahwa suara rakyat, jika diperjuangkan dengan tegas dan tertib, pada akhirnya akan didengar.

 

Peristiwa ini mengajarkan satu hal penting:

 

– Surat mungkin tersesat, tapi kebenaran tak akan hilang

– Sikap hormat kepada pemangku adat adalah cermin keadaban sebuah bangsa.

 

– Ketika rakyat datang dengan jujur dan tegas, tak ada kekuasaan yang dapat menutup telinga selamanya.

 

Gunung Rajabasa tetap dijaga. Warisan leluhur tetap dipertahankan. Dan perjuangan Masyarakat Adat Segekhi Suku menjadi bukti nyata!

 

 

jalur damai, ketegasan, dan kesetiaan pada nilai luhur adat akan selalu menemukan jalannya,

 

REDAKSI: MelintingNews

 

Sumber : Kepala Suku sekaligus Hulu Balang Segekhi Suku,

 

Penulis : Sholeh

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo
DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara
KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan
MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas
Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026
AWPI Lampung Selatan Desak PLN Sidomulyo Transparan, Hak Pelanggan Jangan Diabaikan
Mas Teguh Wiyono Bersama Biyung Yuli dan Mbah Pur Diskusi Hangat dengan Plt Bupati Ponorogo
Mbah Pur Warok Gendeng Panjatkan Doa untuk Mas Teguh Wiyono, Berharap Menjadi Wakil Bupati Ponorogo
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MAS TEGUH WIYONO (MTW) Kader Muda PDI Perjuangan, Wajah Baru, Semangat Baru, Harapan Baru untuk Ponorogo

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:00 WIB

DLH Provinsi Lampung Pasang Plang Peringatan di Lahan Tebu Terbakar MKSO Bunga Mayang, Lampung Utara

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:07 WIB

KERESAHAN WARGA MENGEMUKA: Mas Teguh Wiyono Menanggapi Eksplorasi Geothermal Ngebel di Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Ponorogo Warga Berharap Pemerintah Membuka Ruang Dialog dan Menjamin Kelestarian Lingkungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:10 WIB

MAS TEGUH WIYONO TANGGAPI PROYEK PLTP NGEBEL PONOROGO Dukung Kemajuan Energi, Keselamatan Warga dan Kelestarian Alam Harus Menjadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Kang Teguh Wiyono: Dari Pesantren untuk Ponorogo, Santri Berprestasi Menuju Kursi Wakil Bupati PAW 2026

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB