LAMPUNG SELATAN — Melintingnews com — 17 Oktober 2026 Pencegahan adalah garis pertahanan paling andal terhadap bahaya kebakaran. Demi mewujudkan hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan memperkuat kesiapan di fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi pencegahan, penyelamatan, dan pemadaman kebakaran yang digelar di Aula UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 19 peserta dari jajaran staf Puskesmas Rawat Inap Ketapang ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Hatta, yang hadir mewakili Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, M. Sefri Masdian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Damkar, Sefri Masdian S.Sos., Diwakili Hendry Hatta menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari upaya strategis menekan angka kejadian kebakaran di tengah masyarakat.
Kesadaran akan bahaya kebakaran harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat — mulai dari pelajar, aparatur sipil negara, pekerja sektor swasta, hingga masyarakat luas.
Hendry mengemukakan data hingga Kamis, 15 Oktober 2026, yang menunjukkan angka yang patut diwaspadai:
Sepanjang tahun ini telah tercatat 206 peristiwa kebakaran di Kabupaten Lampung Selatan, dengan rincian 114 kebakaran lahan, 52 kebakaran bangunan rumah tinggal, dan 40 peristiwa kebakaran lainnya.
“Saat ini kita sedang menghadapi cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh El Nino. Suhu panas dan kekeringan yang berkepanjangan membuat sisa pembakaran sekecil apa pun dapat dengan cepat membesar menjadi kebakaran hebat.
Membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di lahan kering adalah penyebab yang paling dominan,” ungkap Hendry.
Untuk kebakaran bangunan rumah, penyebab utamanya adalah korsleting listrik — kabel yang menua, pembebanan daya berlebih, serta penumpukan colokan listrik yang tidak layak pakai.
“Perlu dipahami dengan benar: jika api berasal dari instalasi listrik, jangan disiram dengan air. Air menghantarkan arus listrik dan dapat menyebabkan sengatan yang mematikan.
Gunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di lokasi untuk memadamkan api pada tahap awal,” tegas Hendry, sekaligus menekankan pentingnya ketersediaan APAR yang berfungsi baik di setiap bangunan umum, termasuk puskesmas.
Hendry juga menyoroti bahaya yang kerap luput dari perhatian: anak-anak yang bermain api tanpa pengawasan orang dewasa. Beberapa kasus kebakaran yang ditangkap pihaknya bermula dari hal sederhana namun berakibat fatal — anak-anak bermain korek api di atas kasur maupun di area dapur.
“Rumah adalah tempat berlindung yang seharusnya paling aman. Namun jika orang tua tidak memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak, bahaya bisa datang dari dalam rumah sendiri. Pengawasan dan edukasi di lingkungan keluarga adalah benteng pertama pencegahan kebakaran,” jelasnya.
Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr. Sutjisi Mendrofa, M.P.H., menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Damkarmat Lampung Selatan. Ilmu yang diterima, katanya, bukan hanya untuk keselamatan di lingkungan kerja, melainkan dapat disebarkan ke keluarga dan masyarakat sekitar.
“Terima kasih telah membekali kami ilmu yang sangat berharga. Pemahaman yang kami peroleh ini, InsyaAllah akan kami sampaikan pula kepada keluarga dan lingkungan sekitar kami.
Semoga dengan pengetahuan ini, kita semua dapat lebih waspada dan terhindar dari musibah kebakaran,” ujar Sutjisi berharap kegiatan serupa dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Para peserta secara bergantian mempraktikkan cara memadamkan api tahap awal — mulai dari penanganan kebakaran akibat kebocoran tabung gas menggunakan kain basah, hingga pengoperasian tabung APAR dengan benar.
Edukasi ini menegaskan satu hal penting: kesiapan menghadapi bahaya kebakaran bukanlah tanggung jawab satu instansi saja, melainkan tanggung jawab kita semua. Lebih baik mencegah dan siap, daripada menyesal ketika musibah datang tanpa peringatan.
Redaksi: MelintingNews
Sumber: Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan
Penulis: Sholeh










