Merajut Persahabatan Antarbangsa: Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta / Melinting News   – Hubungan antarbangsa sering kali diukur dari perjanjian diplomatik, kerja sama ekonomi, atau kunjungan kenegaraan tingkat tinggi. Namun, esensi sejati dari hubungan antarnegara terletak pada bagaimana masyarakatnya saling mengenal, memahami, dan menghargai satu sama lain secara kultural.

 

Peribahasa lama mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Semangat inilah yang mendasari terselenggaranya Moroccan Cultural Week atau Pekan Budaya Maroko yang akan segera dihelat di Senayan Park, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober hingga 6 November 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut datang dari berbagai kalangan, termasuk Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke. Usai menghadiri taklimat media di Kantor Kedutaan Besar Maroko, Jalan Denpasar Raya, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026), pria yang juga menjabat sebagai Presiden Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma) ini, menyatakan bahwa lembaganya siap mendukung dan menyukseskan perhelatan akbar ini.

 

Keterlibatan ini bukan tanpa alasan. Sebagaimana diketahui PPWI dan Persisma telah menjalin kemitraan erat dengan Kedutaan Besar Maroko selama lebih dari 15 tahun. “PPWI selama belasan tahun telah mengikuti setiap denyut kehidupan bangsa Maroko melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Maroko di Jakarta, dan kebersamaan ini menjadi landasan penting bagi penguatan hubungan antarbangsa Indonesia dengan Maroko,” jelas Wilson Lalengke usai mengikuti press briefing di Kedubes Maroko.

 

*Refleksi Filosofis: Budaya sebagai Jembatan Jiwa Manusia*

 

Dalam kacamata filsafat kebudayaan, khususnya pandangan yang diutarakan oleh para pemikir eksistensialisme dan humanisme, kebudayaan bukan sekadar artefak fisik, tarian, atau seni rupa semata. Kebudayaan adalah cerminan dari jiwa kolektif suatu bangsa, manifestasi dari cara manusia memaknai eksistensi, alam, dan Sang Pencipta. Ketika dua kebudayaan yang berbeda, seperti Indonesia dan Maroko, bertemu dalam sebuah ruang dialog kultural, yang terjadi bukan sekadar pertukaran informasi, melainkan perjumpaan eksistensial antarmanusia.

 

Filsuf Jerman Ernst Cassirer (1874-1945) mendefinisikan manusia sebagai _animal symbolicum_, makhluk yang hidup dalam dunia simbol-simbol. Bahasa, seni, ritual minum teh, kaligrafi, hingga kerajinan tangan tradisional Maroko adalah simbol-simbol bermakna yang menceritakan sejarah peradaban gurun dan Mediterania yang kaya.

 

Dengan menghadiri Pekan Budaya Maroko, masyarakat Indonesia diajak untuk melampaui batas-batas geografis fisik dan menyelami esensi kemanusiaan universal. Kita belajar bahwa di balik perbedaan bahasa dan tradisi, terdapat kerinduan yang sama akan keindahan, keharmonisan, dan kedamaian.

 

*Rangkaian Acara dan Daya Tarik Pekan Budaya Maroko 2026*

 

Berdasarkan pemaparan staf Kedutaan Besar Maroko, Miss Yousra, dalam taklimat media tersebut, Pekan Budaya Maroko di Senayan Park akan menyuguhkan berbagai agenda menarik yang dirancang untuk memanjakan pancaindra pengunjung. Rangkaian acara ini akan dimulai pada Sabtu, 31 Oktober 2026, diawali dengan penyambutan tamu VVIP pada pukul 11.00 WIB.

Baca Juga:  Ketua Umum FRIC Presisi Polri Imbau Pemudik Arus Balik Waspada di Jalur Gentong Tasikmalaya

 

Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada pukul 11.30 WIB, yang akan diisi dengan sambutan-sambutan penting dari Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, Direktur Jenderal Maison de l’Artisan Tarik Sadik, serta pejabat tinggi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Puncak acara pembukaan seremonial ditandai dengan pengguntingan pita (_ribbon cutting_) untuk meresmikan Paviliun Maroko pada pukul 12.00 WIB, sebelum akhirnya pintu paviliun dibuka secara luas untuk masyarakat umum mulai pukul 15.00 WIB.

 

Selama sepekan penuh hingga 6 November 2026, pengunjung dapat menikmati beragam atraksi budaya yang memukau. Mulai dari demonstrasi kerajinan tangan tradisional, seni kaligrafi Maroko yang memesona, seni lukis henna yang eksotis, lokakarya interaktif, hingga pertunjukan musik live yang menghadirkan nuansa khas Afrika Utara.

 

Tidak ketinggalan, para ahli teh juga akan mendemonstrasikan ritual penyajian teh tradisional Maroko yang menjadi simbol kehangatan dan keramahan masyarakat setempat. Paviliun ini akan beroperasi setiap harinya dari pagi hingga pukul 22.00 WIB, memberikan keleluasaan bagi warga Jakarta dan sekitarnya untuk berkunjung.

 

*Sinergi Diplomasi Kultural dan Jurnalisme Warga*

 

Kehadiran Wilson Lalengke dalam konferensi pers ini juga menegaskan pentingnya peran media dan jurnalisme warga dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. Peran media tidak hanya terbatas pada penyebaran berita keras (_hard news_), tetapi juga sebagai agen pencerahan budaya yang merajut pemahaman lintas batas.

 

Sebagai bentuk eratnya hubungan diplomatik dan kelembagaan ini, agenda persahabatan tersebut tidak berhenti di Senayan Park saja. Kedutaan Besar Maroko juga mengumumkan rencana kehadiran Duta Besar Redouane Houssaini sebagai tamu VVIP dalam Seminar Internasional HUT ke-19 PPWI yang akan diselenggarakan di Bandar Lampung pada 11 November 2026 mendatang. Kehadiran ini menjadi simbol nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat sipil, jurnalis, dan korps diplomatik mampu menciptakan jembatan persahabatan yang kokoh dan berkelanjutan.

 

Pada akhirnya, kegiatan seperti Moroccan Cultural Week mengajarkan kita sebuah pelajaran filosofis yang amat berharga tentang pentingnya _alteritas_, yakni kemampuan untuk menerima dan menghargai “yang liyan” atau pihak lain yang berbeda dari diri kita. Di tengah dunia modern yang kerap diwarnai oleh polarisasi dan ketegangan, perjumpaan budaya adalah bentuk perlawanan damai terhadap ketidaktahuan.

 

Melalui kunjungan ke pameran budaya ini, masyarakat Indonesia tidak hanya sekadar melihat keindahan seni Maroko, tetapi juga memperluas cakrawala batin. Setiap sudut paviliun, setiap guratan kaligrafi, dan setiap tegukan teh hangat khas Maroko adalah undangan terbuka untuk merayakan keberagaman global. Mari manfaatkan momen ini untuk hadir, mengenal lebih dekat, dan merawat persahabatan antarperadaban demi masa depan dunia yang lebih harmonis dan penuh empati. (TIM/Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Diva Kebudayaan Hingga Senator Handal: Maya Rumantir dan Peluang Mengabdi di Jajaran Eksekutif
H. Dian Surahman, KETUM FRIC: Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026, Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda Untuk Indonesia
Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi MA, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum
MELINTINGNEWS.COM TEGASKAN IB BUKAN LAGI BAGIAN DARI REDAKSI, DUGAAN PENYALAHGUNAAN PROFESI WARTAWAN JADI SOROTAN
Mas Teguh Wiyono Ucapkan Selamat kepada Prof. H. Yogi Saputro atas Pendampingan Hukum Gibran di Mahkamah Konstitusi
Selamat Untuk Kabareskrim Baru! Ketum FRIC: Seluruh Jajaran Siap Bersinergi dan Dukung Tugas Polri
IYE Jumat Berbagi Berkah, Hidangkan Makan Sehat dan Bergizi untuk Warga di Pinggir Jalan Jakarta Timur
FRIC Bersama Bareskrim dan Istana Kawal Tuntas Hak Pesangon Eks Karyawan PT Master Wovenindo
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:39 WIB

Merajut Persahabatan Antarbangsa: Wilson Lalengke Dukung Penuh “Moroccan Cultural Week” di Jakarta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Dari Diva Kebudayaan Hingga Senator Handal: Maya Rumantir dan Peluang Mengabdi di Jajaran Eksekutif

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi MA, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:49 WIB

MELINTINGNEWS.COM TEGASKAN IB BUKAN LAGI BAGIAN DARI REDAKSI, DUGAAN PENYALAHGUNAAN PROFESI WARTAWAN JADI SOROTAN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Mas Teguh Wiyono Ucapkan Selamat kepada Prof. H. Yogi Saputro atas Pendampingan Hukum Gibran di Mahkamah Konstitusi

Berita Terbaru