MELINTING NEWS/PONOROGO — Mas Teguh Wiyono menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata Ponorogo melalui konsep ekowisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Gagasan tersebut diarahkan untuk menjadikan potensi alam dan budaya daerah sebagai kekuatan ekonomi baru yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Mas Teguh, Ponorogo memiliki berbagai potensi wisata yang sangat besar, mulai dari panorama alam, kawasan pedesaan, seni budaya, tradisi masyarakat, hingga kekayaan kuliner dan produk UMKM. Potensi tersebut perlu dikembangkan secara terintegrasi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
“Ekowisata bukan sekadar mendatangkan wisatawan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat sekitar menjadi pelaku utama dan mendapatkan manfaat ekonomi dari berkembangnya destinasi wisata,” ujar Mas Teguh Wiyono.
Ia menilai pengembangan ekowisata harus melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan. Kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, pemuda desa, komunitas budaya, petani, hingga pelaku ekonomi kreatif dapat diberikan ruang untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensi masing-masing.
Mas Teguh juga mendorong adanya peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pengelolaan destinasi, pelayanan wisata, pemasaran digital, pengembangan produk UMKM, pengelolaan homestay, serta penguatan ekonomi kreatif.
Dengan konsep tersebut, kawasan wisata di Ponorogo diharapkan tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi berkembang menjadi sentra ekonomi masyarakat yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan warga.
Selain pemberdayaan ekonomi, aspek lingkungan menjadi perhatian penting. Pengembangan destinasi wisata, menurut Mas Teguh, harus memperhatikan daya dukung lingkungan agar pertumbuhan pariwisata tetap berkelanjutan.
“Ponorogo memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Tugas kita adalah mengembangkan potensi tersebut tanpa merusak lingkungan. Wisata harus memberikan manfaat ekonomi, sosial, sekaligus menjaga warisan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Mas Teguh Wiyono berharap pengembangan ekowisata dapat menjadi salah satu penggerak Ponorogo yang semakin hebat, dengan masyarakat sebagai kekuatan utama pembangunan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda, ia optimistis Ponorogo dapat memiliki destinasi ekowisata yang berdaya saing, berkelanjutan, sekaligus tetap mencerminkan karakter dan budaya lokal.
“Mari kita bangun pariwisata Ponorogo dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mas Teguh Wiyono.
Redaksi : Melinting News.
Pewarta : Amr.










