Melintingnews.com//SERANG — Di tengah dinamika penanggulangan terorisme di Indonesia, Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri, Brigadir Jenderal Polisi Ami Prindani, menghadirkan wajah kepemimpinan yang humanis, inklusif, serta berorientasi pada pelestarian budaya Nusantara.
Pendekatan ini dinilai mampu merajut kepercayaan publik sekaligus memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi ancaman radikalisme.
Sinergi Penegakan Hukum dan Humanisme
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Brigjen Pol. Ami Prindani dikenal mengedepankan komunikasi yang hangat dan terbuka, baik di internal institusi kepolisian maupun saat berserikat dengan masyarakat luas. Beliau menegaskan bahwa strategi pencegahan terorisme tidak cukup hanya bertumpu pada tindakan tegas, melainkan juga memerlukan jalinan kepercayaan antara aparat dan warga.
Komunikasi Inklusif: Membuka ruang dialog yang cair guna memangkas jarak antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat.
Kepercayaan Publik: Membangun kolaborasi partisipatif untuk meredam potensi penyebaran paham radikal sejak dini.
Kearifan Lokal sebagai Benteng Pertahanan Sosial
Komitmen Brigjen Pol. Ami Prindani terhadap seni dan budaya lokal menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pencegahan berbasis lunak (soft approach). Beliau memandang nilai-nilai tradisi sebagai instrumen penting untuk merawat toleransi dan persatuan nasional.
Pemajuan Kebudayaan: Aktif mendukung pelestarian seni tradisi sebagai identitas dan kebanggaan bangsa.
Deradikalisasi Berbasis Budaya: Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam program pencegahan konflik sosial.
Kemitraan Komunitas: Menggandeng para budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat ketahanan mental kolektif dari paparan paham ekstremis.
Ketegasan Operasional dan Pengayoman Masyarakat
Di balik kepribadiannya yang ramah dan mudah dijangkau, Brigjen Pol. Ami Prindani tetap menjaga profesionalisme dan integritas tinggi dalam mengawal kedaulatan negara dari ancaman teror. Kombinasi ketegasan operasional dan kepekaan kultural ini berhasil menampilkan kepemimpinan yang mengayomi, mendidik, serta menghadirkan rasa aman yang komprehensif bagi masyarakat Indonesia.
Pewarta-
( AS ).










