SUNGGUH BIADAB! ALAT PEMANTAU ANAK KRAKATAU RAIB DI GASAK MALING

- Penulis

Senin, 28 September 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAJABASA, LAMPUNG SELATAN — MelintingNews, 27 SEPTEMBER 2026 — Kabar yang memilukan sekaligus menggemparkan datang dari Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa. Perangkat pemantauan yang menjadi mata dan telinga keselamatan masyarakat luas, diketahui telah dicuri dan raib tak bersisa.

 

Peristiwa pencurian tersebut terungkap pada Minggu, 27 September 2026, saat tim petugas turun ke lokasi untuk melakukan perawatan dan pengecekan rutin peralatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

 

PERALATAN PENTING HILANG SAAT DIPERIKSA

 

Kepala Pemantau Gunung Api Anak Krakatau Pos Hargo Pancuran, Suwarno, memberikan keterangan eksklusif kepada MelintingNews.

 

 

Suwarno menjelaskan bahwa rombongan yang terdiri dari tim dari Bandung yang akrab disapa Pak Sulus, didampingi petugas Pos Pantau Pasauran Banten yakni Dika dan Deny, serta dua personel Basarnas, tiba di lokasi dengan niat memperbaiki dan mengkalibrasi peralatan pemantauan.

 

 

 

 

Namun keterkejutan tak terelakkan saat mereka mendapati sejumlah perangkat vital telah hilang. Yang dibawa kabur adalah delapan unit aki berkapasitas 75 Ampere yang menjadi sumber daya utama alat deteksi aktivitas gunung api.

 

 

 

 

 

“Tujuan TIM ke sana untuk memperbaiki peralatan demi keselamatan bersama. Namun kami tak menyangka — alat yang menjaga jutaan nyawa justru diambil orang. Raib tak tersisa,” ungkap Suwarno melalui sambungan telepon pada Minggu malam.

 

 

 

KONFIRMASI KEPALA POS PANTAU PASAURAN BANTEN

 

Konfirmasi diterima: 28 September 2026, pukul 00.26 WIB

 

Dari Kepala Pos Pantau Pasauran, Banten — Anggi — memberikan konfirmasi terkait peristiwa hilangnya peralatan pemantauan Gunung Anak Krakatau:

 

Iya Pak, sesuai dengan keterangan Pak Suwarno, aki yang berada di lokasi memang hilang.” ujar Anggi melalui Pesan Singkat What’s app

Baca Juga:  CACAT Administrasi Hingga Dugaan Penyalahgunaan anggaran di UPTD PusKesMas. Ranap Tanjung Bintang

 

Dengan demikian, keterangan dari Pos Pantau Pasauran memperkuat laporan yang disampaikan sebelumnya oleh Kepala Pemantau Gunung Api Anak Krakatau Pos Hargo Pancuran, Suwarno.

 

 

 

 

ALAT INI BUKAN BARANG BIASA

 

Perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau bukan sekadar benda elektronik. Ia adalah garis pertahanan paling depan yang memantau setiap getaran, setiap perubahan aktivitas gunung yang sewaktu-waktu dapat mengancam wilayah di sekitar Selat Sunda.

 

 

 

Hilangnya komponen pendukung ini berisiko mengganggu kewaspadaan dini yang menjadi sandaran keselamatan warga di Lampung Selatan maupun Banten.

 

 

 

LAPORAN TELAH DIAJUKAN, HIMBAUAN DISAMPAIKAN

 

Suwarno segera melaporkan peristiwa ini kepada Camat Rajabasa serta Kepala Desa Tejang Pulau Sebesi agar ditindaklanjuti secara resmi.

 

 

 

Ia pun menghimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat:

 

“Peralatan ini milik kita semua, bukan milik perorangan. Fungsinya untuk menyelamatkan nyawa, bukan untuk diambil atau dijual.

 

 

Mari kita jaga bersama. Jika ada yang mengetahui hal ini, atau melihat perangkat serupa beredar di lingkungan sekitar, segera laporkan ke pihak berwenang.”

 

 

 

PESAN UNTUK SEMUA PIHAK

 

Mencuri peralatan pemantauan bencana sama saja dengan membiarkan jutaan orang berada dalam kegelapan saat bahaya datang.

 

 

 

Tindakan ini bukan sekadar pencurian biasa — ia adalah tindakan yang mengancam keselamatan bersama.

 

 

 

 

MelintingNews meminta pihak kepolisian untuk segera menelusuri jejak pelaku.

 

 

 

REDAKSI: MelintingNews

 

 

SUMBER: Suwarno (Kepala Pemantau Gunung Api Anak Krakatau Pos Hargo Pancuran)

 

 

Penulis : Sholeh

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.
AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.
Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran
Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi
Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?
Bayang Bayang ” Borgol ” Jilid 2, Oknum Mengaku Itu Pekerjaan Kami Datangi Rumah Wartawan (IF) Paksa Cabut Berita “Semua Pihak Bungkam”
HmI Cabang (p) Lampung Tengah :Turunkan Foto Wapres Disetiap Dinding Intelektual
MESKI ADA KESEPAKATAN DAMAI, DUGAAN PEMUKULAN CREW MUSIK DI MANGGARAI BELUM SERTA-MERTA GUGUR, KONSULTAN HUKUM FESBIAN FAJRIN SIAP TEMPUH JALUR ETIK DAN LAPOR KE PIMPINAN PARTAI
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:58 WIB

AGP Korban Pelecehan, Pencabulan dan atau Percobaan Pemerkosaan Pelaku Bernama Sukis Engan Beritikad Baik, Merasa kebal hukum.

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Prof. Yogi Saputro Hadiri Pernikahan Putri Ketum Militan Gibran 08, Sambut Langsung Jokowi dan Wapres Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Somasi Rp100 Juta Salah Sasaran: Wilson Lalengke Desak Polisi Usut Dugaan Pemerasan oleh Advokat Kamal Sugandi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Ketika Korban Penganiayaan Disomasi oleh Advokat Terduga Penganiaya, Apa Kata Dunia?

Berita Terbaru