Melingtingnews.com/Bandar Lampung, 7 September 2026 — Kepedulian terhadap masyarakat di tengah situasi pascabencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata. PPPA Darul Quran Lampung melalui program SIGAP (Santri Siaga Bencana) bersama SurviveFUP_GUP Lampung menggelar aksi sosial dengan membagikan lebih dari 300 masker secara gratis kepada masyarakat di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif menyikapi kondisi pascaerupsi Anak Gunung Krakatau yang berpotensi berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Masker yang dibagikan terdiri atas masker medis KN95 dan masker medis hijab yang ditujukan terutama bagi masyarakat yang sehari-hari melakukan aktivitas di ruang terbuka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi sosial ini menyasar berbagai kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, mulai dari pengemudi ojek online (Gojek), pedagang, penjual, tukang parkir, hingga masyarakat umum. Mereka menjadi salah satu kelompok yang tetap harus menjalankan aktivitas di tengah kondisi lingkungan yang perlu diwaspadai.
Untuk menjangkau masyarakat secara langsung, tim SIGAP PPPA Darul Quran Lampung bersama SurviveFUP_GUP Lampung mendistribusikan masker di enam titik utama Kota Bandar Lampung. Lokasi tersebut meliputi Pasar Gintung, Pasar Bambu Kuning, Flyover Bumi Kedaton, Flyover Pahoman, Pasar Simpur, dan Pasar Tugu.
Di setiap lokasi, relawan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menyerahkan masker secara gratis. Kehadiran tim di lapangan sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kesehatan, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi pascabencana.
Lebih dari sekadar pembagian bantuan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan tindakan bersama. Edukasi mengenai mitigasi dan perlindungan diri perlu berjalan beriringan dengan aksi nyata agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kolaborasi PPPA Darul Quran Lampung dan SurviveFUP_GUP Lampung juga menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga dan komunitas dalam merespons situasi kebencanaan. Melalui program SIGAP, kepedulian terhadap masyarakat diterjemahkan dalam bentuk aksi langsung yang sederhana, namun memiliki manfaat bagi warga yang membutuhkan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus mendorong tumbuhnya kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi kebencanaan seorang diri.
(Riza).










