Intruksi Gubernur Mualem kepada Distanbun, Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh |Melinting News   – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Dr Azanuddin Kurnia untuk memacu pekerjaan penanganan masalah petani yang terdampak bencana hidrometeorology.

 

“Kerahkan semua sumber daya yang ada, bangun kolaborasi dengan para pihak terutama kepada dinas kabupaten/kota, TNI, dan kelompok tani,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (3 September 2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Pak Gubernur juga memberi arahan kepada Pak Azanuddin untuk memperkuat komunikasi dan hubungan yang baik dengan Kementerian Pertanian yang memfasilitasi berbagai kegiatan pertanian di Aceh.”

 

Nurlis menjelaskan Gubernur Mualem juga sudah mengarahkan langsung Plt. Kadistanbum di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (2 September 2026).

 

Pada kesempatan tersebut, kata Nurlis, Gubernur Mualem menerima laporan dan penjelasan dari Azanuddin terkait perkembangan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh.

 

“Pak Gubernur berharap semua yang difasilitasi Kementan untuk 2026 bisa selesai semua. Beliau mengimbau kepada kelompok tani dan TNI serta para pihak yang mendapatkan kegiatan ini agar benar-benar melaksanakannya sesuai aturan,” kata Nurlis.

 

Mengenai laporan Plt. Kadistanbun tentang sawah rusak berat sekitar 16. 276 ha yang belum ada penanganan, Gubernur meminta semua yang sudah direncanakan Distanbun Aceh agar terus dilanjutkan.

 

“Gubernur mengarahkan Plt. Kadistanbun agar Pemerintah Aceh mengirim surat kepada Mentan dan Menteri ATR/BPN untuk proses percepatan,” kata Nurlis.

 

Kepada Mentan, Gubernur Mualem meminta dilakukan kajian cepat perhitungan biaya per hektar sehingga memudahkan pelaksanaan survey investigasi disain sebelum dilaksanakan fisik nantinya.

 

Kepada Kemen ATR/BPN, Gubernur meminta bantuan identifikasi dan pemetaan batas lahan. Hal ini pernting dilakukan karena batas lahan sawah rusak berat umumnya sudah tidak kelihatan lagi.

Baca Juga:  Narkoba Jaringan Internasional Dibongkar Polda Lampung

 

Secara umum, kata Nurlis, Gubernur Mualem memandang paparan Plt. Kadistanbun sebagai upaya mempercepat proses penanganan sawah rusak berat.

 

Berkaitan dengan bantuan Kementan berupa alat mesin pertanian kepada kabupaten/kota, Gubernur Mualem berpesan agar benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.”

 

“Jangan hanya dijadikan pajangan, tapi manfaatkan untuk mendukung semua pekerjaan para petani. Kelola dengan baik.”

 

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Gubernur Mualem meminta semua benih dan bibit bantuan baik itu padi, jagung, kopi, kakao, kelapa, dan karet yang saat ini juga sedang berproses diharapkan bisa mempercepat pemulihan Aceh pasca bencana.

 

“Manfaatkan sebaik mungkin agar kita bisa kembali seperti sediakala bahkan kalau bisa lebih baik dari sebelumnya.”

 

Azanuddin, sebelumnya melaporkan kepada Gubernur terkait perkembangan pemulihan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh pasca bencana. Per tanggal 1 September 2026, serapan anggaran sudah sekitar 53%.

 

Ia meyakini, tahun ini sekitar 40.852 ha sawah rusak ringan dan sedang akan selesai ditangani termasuk kegiatan pendukungnya. “Kami meminta kawan-kawan dinas kabupaten/kota terus mengawal dan mengawasi pekerjaan di lapangan,” katanya.

 

Terkait pekerjaan yang langsung ditangani Kementan, Azan meminta kepada dinas kabupaten/kota yang belum selesai CPCL agar mempercepat dengan tetap memenuhi kriteria sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

 

Sebelumnya pada berbagai kesempatan, Azanuddin memberikan masukan untuk pemulihan sawah rusak berat dengan strategi melalui 4 cara yaitu ; pertama lumpur di sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupun lainnya.

 

Kedua dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan. Ketiga dengan menjadikan material tersebut menjadi bahan baku untuk bata ringan atau bata merah. Keempat dengan melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana.

[Akbar]

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Ops Patuh Krakatau 2026 Dimulai, Polres Lamtim Laksanakan Gelar Pasukan
Operasi Patuh Lodaya 2026; Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas
Operasi Patuh Krakatau 2026 Sasar Remaja Yang Dominan Lakukan Pelanggaran
Gerak Cepat Polres Lampung Timur dan Brimob Padamkan Karhutla di TN Way Kambas
Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Pelawan Arus Jadi Target Utama
Jebol Tembok Gudang Pakai Mobil Pikap, Empat Pria di Natar Ditangkap, 21 Ban Disita
Polsek Terbanggi Besar Tangkap Empat Pelaku Pencurian Kabel Pabrik Kertas, Kerugian Capai Rp480 Juta
Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:04 WIB

‎Ops Patuh Krakatau 2026 Dimulai, Polres Lamtim Laksanakan Gelar Pasukan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026; Kapolres Indramayu AKBP Prianggo Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Operasi Patuh Krakatau 2026 Sasar Remaja Yang Dominan Lakukan Pelanggaran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Gerak Cepat Polres Lampung Timur dan Brimob Padamkan Karhutla di TN Way Kambas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Polda Lampung Kerahkan 702 Personel dalam Operasi Patuh Krakatau 2026, Pelawan Arus Jadi Target Utama

Berita Terbaru

HUKUM / KRIMINAL

Bermodus Ambil Barang Mobil Maxim Menggelapkan Barang.

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:55 WIB