JATI AGUNG, Lampung Selatan – MelintingNews, 27 Agustus 2026 — Sebuah pemandangan yang memancarkan kekuatan budaya dan cinta tanah air tercipta di tengah malam. Di Dusun 5 Margorejo, kegelapan tidak menyurutkan langkah warga; justru menjadi latar yang memperjelas betapa kuatnya semangat persaudaraan yang menyala.
Dengan cahaya terbatas dan ketekunan yang luar biasa, para pemuda dan warga bahu-membahu mengolah bambu—bahan alami yang sederhana namun kuat—menjadi karya yang luar biasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka membelah, merangkai, dan merakit tanpa mengenal waktu istirahat. Hasilnya bukan sekadar papan nama dusun yang rapi bertuliskan “DUSUN 5 MARGOREJO HELAU”, melainkan sebuah mahakarya identitas: Lambang Negara Garuda Pancasila yang dibangun sepenuhnya dari tangan kreatif warga sendiri.
Terlihat gagah di bagian atas bangunan, Garuda bambu lengkap dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, atribut kenegaraan dan cinta tanah air berakar kuat dari tingkat paling bawah, tumbuh bersanding dengan kearifan lokal dan semangat Program HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul).
Kepala Desa Margorejo, Berto Julian S.E., menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas kerja keras warga dan menegaskan bahwa kemajuan desa berpulang pada kekuatan persatuan.
“Karya ini adalah bukti hidup bahwa kekuatan terbesar kita bukanlah pada benda yang dibeli dari luar, melainkan pada semangat gotong royong yang masih kita jaga dengan murni.
Ketika kita bersatu, bahu-membahu tanpa memandang perbedaan, hal yang tampak sulit pun bisa menjadi nyata dan indah,” ujar Berto Julian dengan tegas.
Lebih lanjut beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga tradisi luhur ini sebagai fondasi utama penataan lingkungan dan kemajuan desa.
“Saya mengajak seluruh warga Margorejo, mari kita terus menata desa ini bersama-sama. Jadikan gotong royong sebagai napas kehidupan kita—karena desa yang indah, tertata, dan berwibawa tidak akan lahir dari satu pihak saja, melainkan dari kebersamaan yang tulus.
Mari wujudkan wajah desa yang patut dibanggakan, yang mencerminkan identitas yang kuat, lingkungan yang lestari, serta jiwa yang senantiasa melayani dan bersatu,” tegasnya.
Keberhasilan menyelesaikan struktur ini di bawah sorot cahaya malam mengandung pesan mendalam, Sebuah
Kemandirian dan Kreativitas Tinggi.
Mengangkat nilai bahan alam dan keterampilan tangan sendiri, Itu membuktikan Jiwa Kebangsaan yang Hidup serta terpatri dalam hati.
Garuda Pancasila bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat bahwa persatuan bangsa bermula dari keharmonisan lingkungan terdekat.
Wujud Nyata Semangat HELAU: Setiap anyaman dan sambungan menyimbolkan keindahan, ketahanan, dan semangat melayani yang menyatu dengan alam.
Kini Dusun 5 Margorejo berdiri tegap dengan penanda yang unik: kokoh oleh keringat sendiri, gagah oleh simbol persatuan negara, dan bersinar oleh semangat kebersamaan yang tak pernah padam
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber : Kepala Desa Margo Rejo, Berto Julian S.E.,
Penulis : Sholeh










