RAJABASA, Lampung Selatan – MelintingNews, 18 Agustus 2026 — Kondisi jalan lintas Pesisir Selatan yang menghubungkan Desa Way Muli dan Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, kembali menjadi sorotan publik. Kerusakan infrastruktur yang dirasakan masyarakat selama puluhan tahun dinilai tidak lagi cukup diselesaikan hanya dengan cara tambal sulam atau perbaikan rutin, melainkan menuntut solusi pembangunan yang menyeluruh dan berjangka panjang.
Hal ini disampaikan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pro Rakyat yang menilai jalur tersebut bukan sekadar jalan transportasi biasa, melainkan urat nadi kehidupan bagi masyarakat pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jalan ini sudah puluhan tahun dilalui masyarakat. Fungsinya sangat vital, bukan hanya sebagai jalur perpindahan, tapi juga jalur ekonomi, pariwisata, akses pendidikan anak-anak hingga menjadi jalur utama evakuasi saat bencana atau potensi tsunami datang.
Ini adalah jalan yang menentukan keselamatan dan kesejahteraan kita semua,” tegas Aqrobin A.M, Ketua Umum LSM Pro Rakyat kepada awak media, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pendekatan sekadar memperbaiki titik rusak setiap tahun tidak lagi memadai. LSM Pro Rakyat menuntut pemerintah untuk mulai berpikir luas: jalan ini harus dilebarkan dan ditingkatkan kualitasnya secara menyeluruh.
“Solusinya bukan hanya perbaikan sebentar. Jalan ini butuh peningkatan kapasitas agar mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjamin keamanan warga.
Jangan sampai setiap tahun diperbaiki, tapi karena kapasitas tidak memadai, kerusakan tetap terjadi berulang-ulang,” tambahnya.
Suara dari Kepala Desa Way Muli Timur
Kepala Desa Way Muli Timur, Jasiman atau akrab disapa Kimong, mengakui kondisi jalan masih jauh dari layak. Ia menjelaskan bahwa kerusakan sudah dirasakan bertahun-tahun dan selama ini hanya dilakukan tambal sulam tanpa penyelesaian yang mendasar.
“Jalan ini rusak parah. Selain badan jalan yang hancur, saluran drainase di kiri kanan juga tidak memadai sehingga air hujan sering meluap dan merendam jalan. Saya berharap pihak terkait segera merespon permohonan ini,” ujarnya penuh harap.
Ia juga menyampaikan kekecewaan: “Pernah ada anggota DPRD Kabupaten yang melihat lokasi ini, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata. Kami menunggu kerja nyata, bukan sekadar penglihatan saja.”
Respon dari Pemerintah Kecamatan
Sementara itu, Camat Rajabasa, Firdaus, S.E., M.M., mengakui adanya kerusakan jalan di wilayahnya dan menyatakan komitmen untuk terus mendorong penyelesaian masalah ini.
“Saya tidak berdiam diri. Sejak menjabat sebagai Camat Rajabasa, saya sudah mengajukan usulan pembangunan jalan ke Dinas PUPR Provinsi Lampung.
Beberapa jalan seperti Jalan Bojong dan jalan depan Indomart Way Muli sudah kami perbaiki, dan saat ini juga sedang dibangun Jalan Glumpayan,” terangnya.
Ia berharap dukungan dan perhatian dari pihak terkait dapat segera terwujud demi kenyamanan dan keselamatan warga.
Harapan untuk Masa Depan
LSM Pro Rakyat berharap persoalan ini tidak lagi berhenti hanya pada pernyataan atau janji semata.
Mereka mendesak agar jalan Pesisir Selatan ini dilihat sebagai infrastruktur strategis yang harus diperjuangkan secara serius demi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan bencana.
“Pertanyaannya bukan lagi kapan jalan ini diperbaiki, tapi kapan kita mulai membangunnya dengan benar.
Jalan ini milik kita semua, hak rakyat harus dipenuhi agar kemajuan Lampung Selatan benar-benar dirasakan hingga ke seluruh wilayah, termasuk di pesisir selatan,” tutup Aqrobin.
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber: LSM Pro Rakyat • Pemerintah Kecamatan Rajabasa • Pemerintah Desa Way Muli Timur
Penulis & Wawancara: Soleh — Melinting News
Lampung Selatan, 18 Agustus 2026










