BAKAUHENI, Lampung Selatan – MelintingNews, 14 Agustus 2026 — Kabar mengejutkan terdengar dari Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni. Konon, seorang pejabat tinggi ternyata kedapatan “nongkrong” di kawasan pemakaman! Bukankah tempat itu sepi, sunyi, dan biasanya dihindari orang?
Yang dimaksud tak lain adalah Camat Bakauheni, Sidik, S.H., M.M. — yang diketahui bukan datang untuk hal yang menyeramkan, melainkan untuk meninjau sesuatu yang justru luar biasa indahnya!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Desa Helau di Desa Hatta ternyata membawa perubahan yang tak disangka-sangka. Bukan sekadar jalan dan halaman rumah yang dibersihkan — kawasan pemakaman pun ditata rapi, dibersihkan dari semak belukar, dan dihias dengan penuh ketelitian, bagai taman yang tenang dan damai.
Rumput liar tak lagi tumbuh sembarangan, jalur antar-makam kini bersih dan tertata rapi. Pemandangannya sungguh menakjubkan — tempat yang dulu terkesan angker kini tampil elok dan penuh penghormatan.
Mengetahui hal unik ini, awak media pun langsung menghubungi Camat Sidik untuk meminta tanggapan beliau. Melalui sambungan telepon, Camat justru memuji semangat warga Desa Hatta:
“Bagus bang. Lingkungan di pinggir-pinggir jalan bersih dan masyarakatnya guyub. Itulah makna Desa Helau yang sesungguhnya — kebersihan, kerapian, dan rasa hormat, tak memandang tempat.”
Ternyata “nongkrong di makam” itu bukan hal yang menyeramkan sama sekali! Justru di sanalah Camat melihat bukti nyata:
Warga Desa Hatta menghormati sesama — baik yang hidup maupun yang telah mendahului — melalui kebersihan dan ketertiban. Penghormatan itu tak mengenal tempat, dan itulah yang membuat Desa Hatta sungguh Helau, dalam arti yang paling utuh.
Redaksi Melinting News
Sumber: Wawancara Camat Bakauheni, Sidik, S.H., M.M.
Penulis : Sholeh










