DPRD Lampung Dorong Pemasangan Watermeter, Kebocoran Pajak Air Permukaan Dibidik

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG |Melintingnews.com– Pemasangan watermeter di perusahaan-perusahaan besar pengguna air permukaan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP) di Provinsi Lampung. DPRD Provinsi Lampung mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperluas pemasangan alat ukur tersebut agar pendataan penggunaan air dilakukan secara akurat, transparan, dan akuntabel.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Munir Abdul Haris, mengatakan watermeter mampu mencatat volume penggunaan air permukaan secara riil, baik harian, bulanan, maupun tahunan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penetapan besaran pajak sehingga lebih mencerminkan penggunaan sebenarnya oleh masing-masing perusahaan.

“Kalau penggunaan air dapat diukur secara pasti melalui watermeter, maka penetapan Pajak Air Permukaan juga akan lebih objektif, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Munir, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pemasangan watermeter sudah saatnya diterapkan di seluruh perusahaan besar yang memanfaatkan air permukaan di Lampung. Langkah ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan terhadap metode self assessment yang selama ini masih digunakan dalam perhitungan pajak.

Ia menilai sistem berbasis alat ukur akan memperkuat pengawasan sekaligus meminimalkan potensi selisih data antara penggunaan air di lapangan dengan laporan yang disampaikan wajib pajak.

Dorongan tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2022 yang mencatat potensi Pajak Air Permukaan dari 11 perusahaan mencapai sekitar Rp23,6 miliar. Namun hingga 2025, realisasi penerimaan Pajak Air Permukaan baru berada di kisaran Rp10 miliar.

Baca Juga:  Soroti Potensi Pencemaran Lingkungan Warga Komplek Kejaksaan Medan Tolak Operasional Dapur MBG dan Lapor Ke Senator M.Nuh

Munir menilai angka tersebut menunjukkan masih besarnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergarap secara maksimal. Bahkan, potensi itu diyakini lebih besar karena belum seluruh perusahaan pengguna air permukaan masuk dalam pendataan secara optimal.

“Masih ada ruang yang sangat besar untuk meningkatkan PAD. Karena itu, sistem pendataan harus diperkuat agar seluruh potensi penerimaan daerah dapat tergali secara maksimal,” katanya.

Persoalan pengelolaan Pajak Air Permukaan juga menjadi perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam agenda koordinasi dan supervisi, KPK menilai pengelolaan sektor tersebut masih belum optimal dan berpotensi menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah apabila tidak dibenahi melalui sistem yang lebih transparan.

Komisi III DPRD Provinsi Lampung, lanjut Munir, siap berkolaborasi dengan Bapenda untuk membangun tata kelola pendapatan daerah yang lebih akuntabel. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah percepatan pemasangan watermeter di seluruh perusahaan besar pengguna air permukaan.

“Dengan watermeter, pemerintah memiliki data yang valid, perusahaan memperoleh kepastian dalam perhitungan pajak, dan daerah dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah. Ini menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan pajak,” pungkas Munir. (As).

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi : Meluruskan Fakta, Dapur MBG Karya Mulya Sari 2 Terpadu Dengan Lingkungan Dan Telah Seluruh Standar
CAMAT BAKAUHENI DI KABARKAN MERANGKAP KULI BANGUNAN TERSEBAR LUAS, INI FAKTA SEBENARNYA
Desa Sumbersari Resmi Menyandang Status Desa STBM, Camat Sragi : Ini Bukti Keseriusan Wujudkan Desa Helau
PERINGATI HARI ANAK NASIONAL: Siswa SMP Penengahan Jadi Operator Pusdalops, Belajar Kesiapsiagaan Bencana Langsung Dari BPBD
WARGA TALANG JAWA BELASAN TAHUN LUMPUH TOTAL”! Dinas Sosial Lampung Selatan : Siap Kawal Permohonan Kursi Roda Elektrik ke Kemensos
DIMANA “LAMPUNG SELATAN MAJU” YANG DIGEMBAR-GEMBORKAN? Jembatan Putus & Jalan Hancur, Potret Buram Kecamatan Merbau Mataram terpampang nyata
Lokasi Kopdes Merah Putih Desa Bakti Rasa: Dipilih Lewat Musyawarah, Berada Tepat di Jantung Sentra Produksi
Pembauran Kebangsaan dan Kooptasi Aktivis Oleh Aprohan Saputra, M.Pd. Ketua IWO Lampung
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:59 WIB

DPRD Lampung Dorong Pemasangan Watermeter, Kebocoran Pajak Air Permukaan Dibidik

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:31 WIB

Klarifikasi : Meluruskan Fakta, Dapur MBG Karya Mulya Sari 2 Terpadu Dengan Lingkungan Dan Telah Seluruh Standar

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:20 WIB

CAMAT BAKAUHENI DI KABARKAN MERANGKAP KULI BANGUNAN TERSEBAR LUAS, INI FAKTA SEBENARNYA

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:23 WIB

Desa Sumbersari Resmi Menyandang Status Desa STBM, Camat Sragi : Ini Bukti Keseriusan Wujudkan Desa Helau

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:19 WIB

PERINGATI HARI ANAK NASIONAL: Siswa SMP Penengahan Jadi Operator Pusdalops, Belajar Kesiapsiagaan Bencana Langsung Dari BPBD

Berita Terbaru