MELINTING NEWS|PRINGSEWU – Pemerintah Pekon (Desa) Totokarto, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, melakukan langkah proaktif dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun anggaran 2026. Guna memastikan akurasi data dan kenyamanan penerima, jajaran pemerintah pekon terjun langsung ke rumah-rumah warga pada Jumat (24/4/2026).
Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya penguatan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ekstrem.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mekanisme Penyaluran dan Besaran Bantuan
Pemerintah Pekon Totokarto menyalurkan bantuan sekaligus untuk dua tahap, yakni Triwulan I dan Triwulan II. Setiap tahapnya, warga menerima nominal sebesar Rp 300.000, sehingga total bantuan yang diterima warga dalam kunjungan tersebut berjumlah Rp 600.000.
Adapun alasan di balik metode door-to-door atau “jemput bola” ini meliputi:
Aksesibilitas: Memudahkan warga lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik.
Verifikasi Faktual: Memastikan bantuan diterima langsung oleh yang bersangkutan tanpa perantara.
Efisiensi: Mengurangi beban transportasi warga untuk menuju ke Balai Pekon.
Pernyataan Pemerintah Pekon
Kepala Pekon Totokarto menegaskan bahwa proses seleksi KPM tahun ini telah melalui verifikasi ketat agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan.
“Kegiatan ini bukan sekadar menjalankan amanat undang-undang terkait pengelolaan Dana Desa, melainkan bentuk empati dan tanggung jawab moral kami. Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terlewat, terutama mereka yang secara fisik sulit untuk datang ke kantor desa,” ujarnya saat membagikan bantuan secara langsung.
Dampak Sosial
Langkah transparan yang dilakukan Pemerintah Pekon Totokarto ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Selain itu, aksi turun lapangan ini dipandang sebagai bentuk kehadiran negara di tingkat akar rumput untuk menjaga stabilitas kesejahteraan warga desa.
Pihak Kecamatan Adiluwih pun turut mengapresiasi langkah cepat tanggap ini sebagai standar pelayanan publik yang patut dicontoh oleh wilayah lain dalam mengelola bantuan sosial agar tepat sasaran dan akuntabel.
(Hasim).










